Kontrasepsi Permanen

Vasektomi Kontrasepsi Permanen

Vasektomi adalah sterilisasi pada pria yang bertujuan supaya sperma tetap berada dalam testis, sehingga tak sampai masuk penis. Dengan demikian, sperma takkan sampai keluar dan membuahi sel telur.

Untuk melakukannya, dokter biasanya membuat sayatan kecil di bagian atas skrotum, di bawah penis, lalu memotong atau mengikat saluran sperma. Begitu sayatan selesai dijahit, maka pasien bisa langsung pulang setelahnya.

Usai melakukan prosedur vasektomi, Anda mungkin akan merasakan sakit di bagian testis selama beberapa hari. Namun kondisi ini biasanyamembaik dalam waktu kurang dari 1 minggu.

Efek samping lain yang untungnya jarang terjadi adalah timbul komplikasi seperti bengkak akibat pendarahan di bawah kulit (hematoma), infeksi disertai demam serta kemerahan pada skrotum, muncul benjolan karena sperma keluar dari salurannya, hingga radang.

Meski sudah melakukan vasektomi, namun air mani yang Anda keluarkan setelahnya belum tentu bersih sepenuhnya dari sperma. Oleh sebab itu, tahan diri untuk tidak berhubungan seksual selama beberapa hari, atau gunakan kontrasepsi lain hingga hasil tes menunjukkan air mani Anda benar-benar bebas dari sperma.

Bila hasil tes menunjukkan air mani masih mengandung sperma, maka dokter biasanya akan meminta Anda untuk melakukan tes ulang. Tes biasanya dilakukan setelah Anda mengalami 10-20 kali ejakulasi pasca prosedur vasektomi.

Keunggulan Vasektomi

Beberapa keunggulan vasektomi adalah Anda tetap bisa mencapai orgasme atau ejakulasi karena air mani (yang tidak mengandung sperma) tetap dapat dikeluarkan dari kelenjar prostat. Selain itu, metode ini juga tidak berdampak pada kadar testosteron, sehingga tak memengaruhi libido maupun kemampuan ereksi.

Tingkat keberhasilan dan keefektifan vasektomi juga tinggi, mendekati 100%. Pada kasus tertentu yang sangat jarang terjadi, saluran sperma mungkin dapat menyatu lagi sehingga meningkatkan risiko kehamilan.

Kekurangan Vasektomi

Sayangnya, metode ini tak bisa mencegah Anda dari penyakit menular seksual. Anda harus tetap menggunakan kondom supaya terhindar dari HIV atau penyakit menular seksual lainnya.

Dan sebelum memutuskan menjalani vasektomi, ada baiknya Anda benar-benar memantapkan hati. Sebab walau nantinya ikatan saluran sperma dapat dilepas, namun kemungkinan sperma untuk bisa mencapai penis dan membuahi akan lebih kecil. Oleh sebab itu, kalau Anda masih memiliki keinginan punya anak, maka ada baiknya tidak melakukan vasektomi.