Kontrasepsi Hormonal

Pil Keluarga Berencana Kontrasepsi Hormonal

Kontrasepsi oral atau yang lebih dikenal dengan pil keluarga berencana atau pil KB, cocok digunakan bagi wanita sehat, tidak terpatok umur, dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Pil keluarga berencana merupakan salah satu obat yang paling banyak diresepkan. Lebih dari 100 juta wanita di seluruh dunia merupakan pemakai dari kontrasepsi oral ini.

Ada dua tipe kontrasepsi oral, yaitu pil kombinasi dan pil progresteron. Namun yang akan dibahas terlebih dahulu adalah pil KB kombinasi.

Kontrasepsi oral bekerja dengan cara mencegah ovarium melepaskan sel telur. Kontrasepsi ini juga mencegah sperma memasuki uterus dengan cara membuat lendirmulut rahim menjadi lebih kental, sehingga sulit bagi sperma untuk bergerak menuju sel telur, serta merubah lapisan dinding rahim agar sulit untuk terjadinya implantasi.

Cara Minum Pil Keluarga Berencana

Cara minum pil KB yaitu dengan meminum pilnya secara teratur pada waktu atau jam yang sama setiap harinya. Pil KB biasanya terdiri dari pil hormonal untuk dikonsumsi selama 3 minggu berjumlah 21 butir dan tambahan pil plasebo untuk dikonsumsi selama satu minggu.

Pil plasebo digunakan agar penggunanya tetap disiplin dalam menggunakan kontrasepsi oral. Saat ini, diketahui telah ada pil kontrasepsi baru dengan dosis hormon yang lebih rendah, namun efektivitas tinggi untuk meminimalisir fluktuasi hormon dan efek samping pil KB.

Efek Samping Pil Keluarga Berencana

Sama seperti metode kontrasepsi hormonal lainnya, pil KB dapat menimbulkan beberapa efek samping bagi beberapa penggunanya. Efek samping pil KB yang mungkin dirasakan antara lain adalah:

  • Dapat menyebabkan sakit kepala dan mual
  • Membuat payudara menjadi sensitif/nyeri
  • Menimbulkan pendarahan atau flek
  • Dapat berkurang efektivitasnya jika digunakan bersama obat lain
  • Butuh ketekunan karena harus dikonsumsi setiap hari pada jam yang sama
  • Berisiko membuat darah beku, terlebih jika mempunyai riwayat penyakit darah atau membawa penyakit darah turunan
  • Tidak melindungi dari penyakit menular seksual.
  • Sangat tergantung kedisiplinan pemakainya