Kontrasepsi Barrier

Pengertian Kontrasepsi Barrier

Metode barrier adalah jenis kontrasepsi penghalang sperma yang ditujukan untuk mencegah kehamilan. Kontrasepsi barrier ini tentu berbeda dengan pil KB oral yang tidak menghalangi sperma masuk ke dalam rahim.

Semua jenis alat kontrasepsi barrier dipasang pada penis atau vagina untuk mencegah sperma masuk ke dalam rahim dan membuahi sel telur. Namun, beberapa jenis kontrasepsi ini tidak berfungsi untuk mencegah infeksi penyakit menular.

Ada beberapa jenis metode barrier yang dapat menjadi pencegah kehamilan, yaitu:

  • Kondom pria
  • Kondom wanita
  • Diafragma
  • Cervical cap
  • Spermisida
  • Kontrasepsi spons

Di antara keenam alat kontrasepsi di atas, hanya kondom pria yang digunakan pada penis, sisanya digunakan di dalam vagina. Di samping itu, alat kontrasepsi barrier yang dapat mencegah infeksi penyakit menular seksual secara efektif adalah kondom pria. Sementara, alat kontrasepsi barrier yang digunakan oleh wanita diklaim kurang efektif dalam mencegah penyakit menular seksual.

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa banyak orang yang menggunakan metode barrier untuk mengendalikan kehamilan:

  • Ingin sebuah alat kontrasepsi non-hormonal atau tidak menginginkan alat kontrasepsi yang ditanam di dalam rahim
  • Dapat berhubungan seksual secara alami dan tidak ada batasan untuk melakukan hubungan seksual
  • Jika sedang merencanakan kehamilan, maka bisa berhenti menggunakan kontrasepsi jenis ini kapan saja
  • Wanita sedang menyusui dan tidak diperkenankan untuk menggunakan kontrasepsi yang mengandung hormon
  • Lebih praktis dan mudah digunakan sesaat sebelum melakukan hubungan seksual
  • Tidak mempengaruhi kesuburan di masa yang akan datang
  • Tidak mempengaruhi kondisi kesehatan pasien, seperti penderita diabetes atau tekanan darah tinggi
  • Harga cenderung lebih murah dibanding kontrasepsi yang ditanam di dalam rahim

Sebagian besar kontrasepsi barrier dilengkapi dengan spermisida, yakni zat kimia yang dapat membunuh sperma. Keberadaan spermisida inilah yang dapat menghalangi sperma untuk masuk ke dalam rahim dan membuahi sel telur.