Klamidia

Pengobatan Klamidia

Pengobatan klamidia terpilih adalah menggunakan antibiotik. Pasien mungkin menerima resep yang mengharuskan untuk mengonsumsi obat satu kali saja atau dosis tunggal, tapi ada pula yang dianjurkan untuk mengonsumsi obat beberapa kali sehari selama 5-10 hari.

Pasien klamidia tidak perlu khawatir karena penyakit menular seksual ini umumnya dapat sembuh dalam waktu 1-2 minggu. Akan tetapi selama pengobatan ini, pasien harus menjalani perawatan khusus untuk penderita klamidia, seperti menjauhkan diri dari berbagai aktivitas seksual. Untuk berjaga-jaga, pasangan Anda juga bisa menjalani perawatan ini meskipun dia tidak mengalami gejala klamidia.

Untuk memulai pengobatan klamidia, dokter akan meresepkan beberapa obat berikut ini:

  • Azithromycin, dosis tunggal sekali minum
  • Doxycycline, satu seri pengobatan minimal tujuh hari pengobatan
  • Ofloxacin
  • Amoxicillin
  • Erythromycin

Pemilihan jenis antibiotik dan cara minum obat dibuat oleh dokter berdasarkan derajat penyakit infeksi dan gambaran klinis yang ditemukan. Oleh karena itu, hindari mengonsumsi antibiotik sembarangan karena dapat membahayakan. Bukannya menyembuhkan, namun malah dapat memberikan efek samping atau menyebabkan bakteri menjadi resisten.

Sangat penting bagi pasien untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter perihal terapi yang terbaik untuk kondisi infeksi yang diderita. Pasalnya, tidak semua obat antibiotik sesuai dengan kondisi anda. Misalnya, jika Anda memiliki alergi antibiotik, menggunakan alat kontrasepsi, hamil, dan menyusui, maka sangat penting untuk memeriksakan diri agar mendapatkan resep obat yang tepat dari dokter.

Untuk pasien klamidia yang sedang hamil, maka dokter akan memberikan antibiotik khusus. Doxycycline dan Tetracycline adalah antibiotik yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang dan gigi bayi. Dokter Anda akan meresepkan jenis antibiotik yang aman bagi wanita hamil yang mengalami infeksi klamidia.

Adapun beberapa pasien bisa merasakan efek samping ketika menjalani pengobatan dengan antibiotik. Efek samping dari antibiotik untuk klamidia antara lain adalah diare, sakit perut, dan mual. Ada pula pasien yang mengalami efek samping berupa munculnya ruam di kulit jika terpapar sinar matahari.

Kesimpulannya, pengobatan klamidia sangat penting sebelum penyakit menular seksual ini menimbulkan komplikasi. Sebagian besar pasien klamidia dapat menjalani pengobatan rawat jalan, kecuali kondisi klamidia yang dialami pasien sudah sangat parah sehingga perlu untuk menjalani rawat inap di rumah sakit selama beberapa hari.