Klamidia

Diagnosis Klamidia

Ketika Anda memiliki kecurigaan timbulnya gejala klamidia, maka sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Diagnosis klamidia yang akurat biasanya dilakukan dengan sejumlah tes pemeriksaan di laboratorium patologi anatomi.

Diagnosa pasti dari infeksi klamidia didapatkan hanya melalui pemeriksaan laboratorium untuk mendapatkan bukti bahwa bakteri Chlamydia trachomatis ada di sampel dari vagina atau urethra pasa pria, atau bisa juga dari pemeriksaan urin penderita.

Sebelumnya, dokter akan menanyakan secara detail mengenai gejala yang Anda rasakan atau menanyakan sejumlah faktor untuk menemukan penyebab klamidia yang Anda alami. Ketika Anda datang kepada dokter untuk memeriksakan apakah Anda terinfeksi klamidia, maka Anda akan diajukan beberapa pertanyaan sebagai berikut:

  • Kapan gejala yang Anda alami timbul?
  • Apakah ada hal yang menyebabkan gejala tersebut membaik atau makin buruk?
  • Apakah ada obat-obatan yang Anda minum secara rutin?
  • Apakah Anda memiliki pasangan seksual baru atau memiliki pasangan seksual lebih dari satu?
  • Apakah Anda selalu menggunakan pengaman ketika melakukan hubungan seksual?
  • Apakah Anda mengalami rasa nyeri pada panggul?
  • Apakah Anda mengalami nyeri ketika buang air kecil?
  • Apakah Anda memiliki kelainan berupa luka pada kelamin atau adanya cairan yang keluar dari kelamin anda?

Mengingat tidak semua orang merasakan gejala klamidia dan seringkali tidak sadar bahwa sudah terinfeksi penyakit menular seksual ini, Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan beberapa orang dengan faktor-faktor berikut ini untuk melakukan pemeriksaan dini klamidia:

  • Wanita usia 25 tahun atau lebih muda yang aktif melakukan hubungan seksual. Tingkat infeksi klamidia tertinggi ada pada wanita muda yang kerap kali melakukan hubungan seksual, terutama jika berganti-ganti pasangan.
  • Wanita hamil harus menjalani tes klamidia terutama sebelum masa prenatal pertama. Jika anda memiliki beberapa faktor resiko penyebab klamidia, maka anda harus melakukan tes pada masa kehamilan untuk mencegah risiko bayi anda lahir dengan infeksi klamidia.
  • Wanita dan pria yang berisiko tinggi terkena klamidia wajib melakukan tes. Hal ini meliputi orang-orang yang kerap kali berganti-ganti pasangan saat melakukan hubungan seksual atau orang-orang yang tidak pernah menggunakan kondom.

Pada pria, tes klamidia ini menggunakan alat swab yang dimasukkan ke dalam ujung penis untuk mengambil sampel dari uretra, saluran terluar aliran urin. Sementara itu, diagnosa klamidia pada wanita juga bisa dilakukan dengan alat swab yang dimasukkan ke serviks untuk mendapatkan spesimen berupa cairan vagina dan sel permukaan vagina.

Bagaimana jika klamidia menginfeksi mata, anus, atau tenggorokan? Bila infeksi penyakit menular seksual ini menjangkit bagian mata, maka gunakan swab untuk mengumpulkan sel dari mata yang radang atau mengeluarkan cairan karena infeksi. Alat ini juga bisa digunakan di anus maupun tenggorokan bila penderita klamidia sering melakukan seks oral atau seks anal.

Kriteria diagnosa klamidia ini menjadi sangat akurat bila seluruh sampel diambil dari urin atau cairan di sekitar alat kelamin. Perlu Anda ketahui bahwa diagnosa klamidia tidak bisa dilakukan melalui tes sampel darah.