Kista Ovarium

Penyebab Kista Ovarium

Penyebab pasti dari kista ovarium belum diketahui secara pasti. Namun secara umum, penyebabnya adalah akibat dari fungsi normal siklus mentsruasi (faktor hormonal). Jenis kista inilah yang disebut dengan kista fungsional. Sementara itu, jenis kista lainnya lebih jarang terjadi.

Memiliki riwayat kista sebelumnya atau riwayat kista dalam keluarga dan gaya hidup yang kurang sehat seperti merokok, konsumsi alkohol, dan konsumsi tinggi lemak juga dapat menjadi faktor risiko terjadinya kista ovarium.

Kista Fungsional

Tiap bulannya, kista fungsional akan tumbuh dan akan pecah pada masa subur. Kista ini berasal dari sel telur dan korpus luteum.

Pada masa ovulasi, sel telur akan terlepas dan siap untuk dibuahi oleh sperma. Terkadang, kista ini tidak pecah dan terus berkembang. Kondisi inilah yang disebut dengan kista fungsional. Kista fungsional dibagi lagi menjadi dua tipe yaitu:

Kista Folikel atau Kista Folikular

Pada masa siklus menstruasi, normalnya, sel telur akan keluar dari kantung folikel dan bergerak ke tuba falopi untuk dibuahi oleh sperma atau yang disebut dengan proses fertilisasi. Kista folikular terjadi ketika kantung folikel tidak pecah dan sel telur tidak terlepas. Kantung folikel malah semakin bertumbuh dan berubah menjadi kista.

Kista Korpus Luteum

Ketika folikel melepas sel telur, folikel yang pecah ini akan memproduksi hormon estrogen dan progesteron dalam jumlah yang banyak untuk konsepsi. Folikel yang pecah ini disebut korpus luteum. Normalnya, korpus luteum lambat laun akan mengecil dan berubah menjadi korpus albikans, tetapi terkadang, korpus luteum tidak mengecil, sehingga membuat cairan terperangkap di dalam kantungnya. Hal ini menyebabkan korpus luteum berkembang menjadi kista.

Penggunaan obat fertilisasi clomiphene, yang digunakan untuk memicu ovulasi meningkatkan resiko kista korpus luteum yang berkembang setelah ovulasi. Namun, kista ini tidak mencegah atau mengancam perkembangan kehamilan.

Kista Lainnya

Selain fungsi normal dari siklus menstruasi, penyebab kista ovarium juga bisa disebabkan hal lain.

Kista Dermoid

Kista ini dapat mengandung jaringan lunak seperti rambut, kulit, atau gigi karena kista dermoid terbentuk dari sel yang memproduksi sel telur manusia. Kista dermoid jarang berkembang menjadi kanker.

Kistadenoma

Kista ini terbentuk dari jaringan lunak ovarium dan dapat berisi cairan seperti air atau materi mukosa.

Kista Endometrioma

Kista ini berkembang sebagai akibat dari endometriosis, yaitu kondisi dimana sel rahim endometrium berkembang di luar rahim. Beberapa jaringan lunak tersebut dapat menempel pada ovarium dan membentuk pertumbuhan kista. Kista jenis ini sering disebut sebagai kista coklat.

Kista dermoid dan kistadenoma dapat tumbuh menjadi besar dan menyebabkan ovarium tergeser dari posisi normalnya di panggul. Kondisi ini mengakibatkan ovarium menjadi terpilin dan menyebabkan sakit yang hebat. Ovarium yang terpilin ini disebut torsi ovarium.

Untuk mendeteksi dini kecurigaan terhadap kista ovarium, dokter akan melakukan pemeriksaan panggul atau menggunakan tes USG. Dokter yang biasa menangani kista adalah dokter spesialis kandungan.