Kista Ovarium

Pengobatan Kista Ovarium

Pengobatan kista ovarium dapat dilakukan dengan pemberian pil kontrasepsi atau dengan melakukan proses operasi. Dalam kasus kista yang bukan fungsional dan berisiko kanker, pengobatan kista ovarium dengan prosedur operasi untuk mengangkat seluruh organ rahim mungkin diperlukan.

Resep pil kontrasepsi

Dokter meresepkan pil kontrasepsi untuk mengurangi peluang munculnya kista baru di siklus menstruasi yang akan datang. Kista normal terjadi setiap siklus menstruasi. Yang tidak normal adalah ketika kantung folikel tidak pecah atau menutup kembali dengan cairan di dalamnya.

Konsumsi pil kontrasepsi ini diresepkan untuk kista fungsional. Pil kontrasepsi juga memiliki manfaat tambahan untuk mengurangi resiko kanker ovarium. Kanker ovarium berisiko tinggi menyerang wanita yang sedang dalam masa pascamenopause.

Laparoskopi

Prosedur operasi ini dilakukan untuk mengangkat kista berukuran kecil dengan membuat sayatan kecil di atas atau di bawah pusar. Nantinya, akan ada alat dengan kamera kecil untuk melihat ke dalam ovarium serta alat satu lagi untuk mengangkat kistanya.

Prosedur ini cepat dilakukan dan membutuhkan penyembuhan yang relatif lebih singkat. Laparoskopi juga bermanfaat untuk mengetahui apakah kista berasal dari ovarium atau tidak, serta untuk menentukan sifat-sifat kista

Laparotomi

Prosedur laparotomi dikhususkan untuk kista ovarium yang ukurannya lebih besar. Proses operasi ini juga perlu melakukan sayatan yang lebih besar di area perut.

Pada proses operasi, dokter akan segera melakukan biopsi untuk menentukan apakah kista ovarium yang diidap pasien bersifat kanker atau tidak.

Jika kista bersifat kanker, kemungkinan dokter akan memberikan rekomendasi untuk melanjutkan operasi ke tingkat lebih lanjut yaitu histerektomi, yaitu operasi pengangkatan ovarium dan uterus.