Kista Ovarium

Komplikasi Kista Ovarium

Mayoritas kista ovarium merupakan kista jinak yang akan hilang dengan sendirinya. Namun, beberapa wanita mengidap kista ovarium dengan tipe yang tidak umum dan berpeluang menjadi kanker. Wanita pengidap kista ovarium yang telah menopause lebih beresiko tinggi untuk terkena kanker ovarium. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengunjungi dokter spesialis untuk melakukan pemeriksaan rutin.

Komplikasi kista ovarium umumnya jarang terjadi, akan tetapi jika pasien mengalami komplikasi kista ovarium dan tidak segera ditangani, dapat mengancam keselamatan jiwa. Berikut adalah komplikasi kista ovarium yang mungkin terjadi.

Torsi ovarium

Kista ovarium yang berukuran besar dapat menggeser posisi ovarium dan membuatnya terpilin. Tidak hanya menyebabkan nyeri yang hebat pada pasien, kondisi ovarium yang terpelintir ini dapat menyumbat peredaran darah dan dapat menyebabkan jaringan ovarium rusak atau mati.

Kista pecah

Kista yang berisi cairan darah atau kista yang pecahnya tidak normal dapat menyebabkan rasa sakit yang intens serta pendarahan di dalam. Jika tidak segera ditangani, kondisi kista yang pecah ini dapat beresiko terjadinya infeksi dan sangat berbahaya sampai mengancam jiwa pasien.

Infertilitas

Pada kista tipe endometrioma dan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) dapat menurunkan tingkat fertilitas pada wanita. Untuk meningkatkan fertilitas, dilakukan prosedur untuk mengangkat kista. Pada kista fungsional, kistadenoma dan kista dermoid tidak mempengaruhi fertilitas.