Keputihan

Diagnosis Keputihan

Untuk menentukan diagnosa keputihan, dokter biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan dan menanyakan gejala yang dirasakan oleh penderita. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah masalah utamanya adalah keputihan akibat infeksi bakteri, jamur (yang mana sangat umum diderita wanita), atau keputihan yang merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius.

Berikutnya, pertanyaan yang umumnya ditanyakan oleh dokter Anda adalah:

Kapan keputihan tidak normal mulai terjadi?

Kebanyakan wanita menderita keputihan abnormal dalam waktu yang lama. Ini dikarenakan wanita tidak mengalami gejala yang terlalu mengganggu atau terkadang malu untuk memeriksakan kondisinya.

Apa warna dari cairan yang keluar?

Dari warna yang keluar, dokter dapat mengira kemungkinan penyebab keputihan yang pasien alami.

Apakah keputihan yang dialami berbau?

Selain dari warna, bau cairan keputihan juga dapat mengindikasikan penyebab keputihan.

Apakah terasa perih atau gatal di area luar dan dalam vagina?

Keputihan tidak normal sering diikuti gejala lain seperti nyeri, bengkak, kulit area  kelamin menjadi kemerahan, gatal, dan rasa perih seperti terbakar.

Apakah penderita mempunyai pasangan seksual lebih dari satu?

Hal ini penting ditanyakan pada wanita yang aktif secara seksual baik yang sudah menikah atau masih suka berganti-ganti pasangan. Karena, bisa saja keputihan yang dialami merupakan suatu gejala dari penyakit menular seksual.

Apakah pasangan seksual juga mengalami keluhan?

Terkadang keputihan juga dapat menular melalui hubungan seksual, atau ditularkan dari hubungan seksual. Untuk itu, dokter mungkin akan menanyakan apakah pasangan seksual Anda mengalami keluhan seperti muncul kencing nanah atau nyeri saat buang air kecil. Hal tersebut untuk membantu mendiagnosis penyebab keputihan ataupun mencegah timbulnya keputihan berulang.

Apakah pasien melakukan douche?

Walaupun fungsinya berembel-embel membersihkan, sebenarnya douche mengandung bahan kimia yang dapat mengganggu keseimbangan bakteri dalam organ kewanitaan. Hindari penggunaan sabun pembersih area kewanitaan untuk penggunaan sehari-hari.

Selain dengan menanyakan riwayat kesehatan dan pertanyaan mengenai kondisi yang dialami penderita, diagnosa keputihan juga dapat dilakukan dengan mengambil sampel sel dari mulut rahim untuk diperiksa lebih lanjut lagi.