Keputihan

Penyebab Keputihan

Keputihan bisa dikarenakan oleh berbagai faktor, namun penyebab yang paling umum adalah infeksi jamur, infeksi Gardnella vaginosis, dan gejala menopause. Keputihan yang disebabkan oleh tiga hal tersebut relatif tidak berbahaya dan hanya menimbulkan rasa tidak nyaman.

Penyebab keputihan dapat dibagi menjadi kategori infeksi, peradangan, dan sebab lain yang berkaitan dengan higienitas, hormon, maupun tanda dari penyakit yang lebih serius.

Berikut adalah kategori jenis keputihan tidak normal dan kemungkinan penyebabnya:

  • Keputihan berwarna kemerahan atau kecokelatan: Keputihan berwarna keruh dan kecokelatan atau bercampur sedikit darah bisa jadi dikarenakan siklus menstruasi yang tidak teratur. Jika disertai gejala lain, maka kemungkinan adalah kanker serviks atau kanker endomentrium. Jika keputihan disertai pendarahan dan nyeri panggul, segera konsultasikan dengan dokter.
  • Keputihan berwarna keruh dan kekuningan: Jika keputihan berwarna agak kuning disertai keluhan pendarahan tidak normal saat menstruasi, gangguan kemih, dan nyeri panggul, kemungkinan penyebabnya adalah gonore. Jika Anda aktif secara seksual atau merasa terinfeksi gonore, sebaiknya segera diobati agar tidak infeksi gonore tidak menyebar.
  • Keputihan berwarna kuning sampai kehijauan, berbau dan berbuih: Keputihan seperti ini kemungkinan disebabkan oleh parasit trikomonas vaginalis. Penyakit Trikomoniasis merupakan salah satu penyakit yang penularannya melalui hubungan seksual. Umumnya, keputihan akibat trikomoniasis disertai rasa perih atau gatal saat buang air kecil, perdarahan setelah berhubungan seksual, maupun perdarahan di antara siklus menstruasi.
  • Keputihan berwarna merah muda: Keputihan berwarna kemerahan atau merah muda normal saja jika dialami oleh wanita pasca melahirkan. Cairan berwarna merah muda ini adalah lapisan rahim yang luruh pada masa setelah melahirkan atau juga disebut lochia. Keputihan jenis ini akan hilang sendirinya setelah 10-28 hari pasca melahirkan.
  • Keputihan berwarna keruh, bertekstur pekat, dan berbau busuk: Cairan yang keluar dengan ciri-ciri tersebut ditambah keluhan lain seperti gatal pada malam hari, pembengkakan, dan nyeri pada sekitar vulva, serta sakit saat berhubungan intim kemungkinan diakibatkan oleh infeksi jamur.
  • Keputihan berwarna keruh, keabu-abuan, dan berbau amis: Tipe keputihan seperti ini kemungkinan disebabkan oleh Gardnerella vaginalis. Gejala lain seperti gatal dan nyeri saat buang air kecil juga mungkin timbul.

Keputihan tidak normal akan lebih tepat ditangani jika sudah diketahui penyebab pastinya. Untuk menentukan penyebabnya, bisa dilakukan dengan tes sampel atau tes pap smear. Sementara itu, hindari stres dan jaga kebersihan area organ intim agar keputihan tidak bertambah buruk.