Kenali Tanda-Tanda Menopause Dini

Rata-rata wanita mengalami menopause pada umur 51 tahun. Meskipun begitu, ada pula wanita yang bahkan mulai memasuki menopause di umur 30an. Padahal, proses menuju menopause normalnya dimulai dari 40 tahun. Nah, menopause pada umur di bawah 50 tahun disebut menopause dini. Apa saja tanda-tandanya?

TIPS sehat kali ini akan membahas tanda-tanda menopause dini. Penyebab menopause dini bisa dikarenakan oleh pengobatan yang sedang dijalani atau dapat terjadi dengan sendirinya. Cacat kromosom, seperti sindrom Turner dapat memengaruhi formasi rahim dan menyebabkan menopause dini. Penyakit autoimun yang membuat sistem imun menyerang rahim juga dapat menjadi penyebab menopause dini yang potensial karena faktor genetisnya.

Pengobatan kanker seperti kemoterapi atau terapi radiasi juga dapat merusak rahim dan menyebabkan menopause dini. Walaupun beberapa survivor kanker mendapati fungsi rahimnya kembali seiring berjalannya waktu, namun banyak pula yang tetap mengalami menopause di usia muda.

Menopause dini memang tidak biasa, akan tetapi seiring bertambahnya usia, fungsi rahim wanita tentunya akan semakin menurun. Artinya sel telur dalam rahim akan berkurang jumlah dan kualitasnya. Sehingga sering disarankan bagi wanita untuk tidak lagi memiliki anak di atas umur 35 karena beresiko melahirkan anak yang mengalami cacat bawaan atau mengalami down syndrome.

Tanda menopause dini sama seperti menopause yang normal pada umumnya. Tubuh wanita akan mengalami perubahan hormon ketika organ reproduksi mereka menyiapkan diri untuk ‘menutup pabrik’. Berikut ini adalah tanda menopause dini yang memberikan sedikit sinyal penurunan fungsi rahim.

Perlu diketahui bahwa mungkin saja Anda mengalami tanda-tanda penurunan fungsi rahim dikarenakan oleh sebab lain dan tidak selalu berarti akan mengalami menopause dini. Dalam teknologi masa kini, mengalami penurunan kualitas dan kuantitas sel telur tetap bisa memungkinkan Anda untuk memiliki keturunan dengan IVF yaitu dengan cara membekukan sel telur Anda yang sehat dan normal untuk kemudian hari digunakan.

Siklus menstruasi tidak teratur

Siklus menstruasi yang tidak teratur berarti ada yang tidak beres dengan proses ovulasi Anda. Wanita yang mengalami penuaan ovarium, seringkali mengalami ovulasi di awal siklus menstruasi. Menstruasi akan datang lebih cepat dari biasanya dan membuat siklus menstruasi semakin pendek lalu nantinya akan ada siklus menstruasi yang tidak datang.

Banyak hal dapat menjadi penyebab menstruasi tidak teratur dan biasanya mudah ditangani. Namun salah satu tanda menopause dini adalah ketidakteraturan siklus menstruasi.

Hot flash

Hot flash atau semburan panas adalah perasaan panas seperti demam yang dialami tubuh. Hot flash merupakan gejala menopause yang paling umum. Semburan panas ini dapat dialami sekali dalam sehari namun beberapa wanita mengalaminya lebih sering sampai setiap jam sekali.

Hot flash dapat mengganggu tidur karena menyebabkan perasaan tidak nyaman seperti berkeringat berlebihan, sehingga bisa memicu insomnia. Ada banyak pengobatan untuk gejala ini antara lain adalah terapi hormon, resep obat dokter, dan pengobatan alternatif.

Kekeringan vagina

Hormon estrogen mempunyai peran penting dalam menjaga pelumasan alami di dalam vagina. Ketika level hormon estrogen menurun, tentunya akan berdampak terhadap keadaan vagina. Jika hubungan seks terasa menyakitkan karena vagina kering, cobalah memakai pelumas yang dijual bebas dan konsultasikan dengan dokter untuk mengurangi rasa kering pada vagina.

Perubahan suasana hati

Sama ketika Pre-Menstrual Syndrome (PMS), dimana tubuh wanita sedang mengalami perubahan hormon, menopause tentunya akan berpengaruh terhadap suasana hati. Jika Anda mengalami siklus menstruasi tidak teratur, demam, dan perubahan hormon yang drastis, tentu saja normal jika suasana hati bisa berubah-ubah.

Ice cream lover. Knows everything about movies. Knows a little about everything else.