Kenali 9 Faktor Risiko Kelahiran Prematur

Bayi lahir prematur dapat disebabkan oleh beberapa faktor risiko kelahiran prematur. Sebagai calon ibu, para wanita patut menjaga kesehatan selama kehamilan supaya terhindar dari risiko kelahiran prematur. Apa saja faktor risiko tersebut?

faktor risiko kelahiran prematur

KELAHIRAN prematur adalah kelahiran bayi sebelum kandungan mencapai usia kehamilan 37 minggu. Bayi lahir prematur berukuran lebih kecil dari bayi normal dan memiliki risiko gangguan kesehatan atau pun gangguan fisik.

Bayi prematur dengan risiko tertinggi lahir di usia 23-28 minggu dan dapat mengalami komplikasi, antara lain cerebral palsy, ADHD, saluran pernafasan, penglihatan, pendengaran, serta pencernaan terganggu. Bahkan jika kondisi bayi sangat lemah, dapat menyebabkan kematian.  Untuk itu, pada masa kehamilan calon ibu dan ayah patut saling menjaga kandungan dan selalu memeriksakan kandungan setiap bulannya.

Penyebab kelahiran prematur dapat dilihat dari beberapa faktor. Para ahli mengungkapkan  ada beberapa penyebab yang dapat menjadi faktor risiko kelahiran prematur:

Riwayat medis pernah melahirkan bayi prematur sebelumnya

Faktor risiko kelahiran prematur dapat terjadi pada wanita yang memiliki riwayat medis pernah melahirkan prematur. Studi menunjukkan 30-50% wanita yang pernah melahirkan prematur sebelumnya memiliki risiko melahirkan prematur untuk kelahiran selanjutnya.

Jarak kehamilan yang terlalu dekat

Sebuah penelitian di BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynecology menunjukkan kehamilan yang berdekatan dapat menjadi faktor risiko kelahiran prematur. Dari penelitian tersebut, terdapat lebih dari separuh wanita yang hamil setelah melahirkan 12 bulan, lalu melahirkan bayi berikutnya sebelum usia kandungan mencapai 37-39 minggu.

Para ahli mengatakan bahwa waktu yang baik untuk kehamilan berikutnya adalah berjarak 18 bulan tetapi alasan ini masih membutuhkan lebih banyak penelitian.

IVF atau program bayi tabung

Dalam dunia kesehatan, program IVF (in-vitro fertilization) atau yang lebih dikenal dengan istilah program bayi tabung sudah tidak asing lagi. Saat ini, banyak pasangan beralih pada program ini untuk mendapatkan buah hati.

Pada tahun 2014, klinik-klinik yang bergabung dalam keanggotaan Society for Assisted Reproductive Technology (SART) melakukan 190.384 program IVF dan menghasilkan 65.175 bayi. Dari angka tersebut, banyak bayi lahir prematur.

Para ahli pun mengungkapkan, program IVF lebih berisiko bayi lahir prematur daripada pembuahan alami. Penyebabnya pun masih diteliti hingga saat ini.

Memiliki kehamilan kembar

Faktor risiko kelahiran prematur lainnya adalah kehamilan kembar. Menurut penelitian March of Dimes,  50 persen anak kembar dua lahir secara prematur dan 90 persen ibu yang melahirkan kembar tiga, empa,t atau kelipatan lebih tinggi juga mengalami kelahiran prematur.

Infeksi saat kehamilan

Faktor risiko kelahiran prematur dapat disebabkan adanya infeksi atau peradangan di area vagina, ginjal, kandung kemih atau saluran kencing. Ibu hamil patut mewaspadai jika terserang demam tinggi lebih dari 38 derajat. Demam tinggi dapat menjadi salah satu tanda peradangan dalam tubuh.

Infeksi seperti bacterial vaginosis atau infeksi yang dikarenakan bateri mycoplasme atau ureaplasma dapat meningkatkan risiko melahirkan bayi prematur. Sebuah studi menunjukkan bahwa kurang dari 40% bayi lahir prematur karena adanya infeksi dalam rahim saat kehamilan.

Maka dari itu, penting bagi para wanita hamil untuk selalu menjaga kebersihan organ vital dan kesehatannya saat hamil.

Depresi

Dalam masa kehamilan, baik calon ayah dan ibu patut saling menjaga kesehatan mental dan fisik. Jika ayah atau ibu terkena depresi, maka dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur.

Menurut studi dari BJOG: An International Journal of Obstetrics and Gynaecology, ibu yang memiliki depresi dapat memiliki 30-40% risiko kelahiran prematur berusia 32-36 minggu. Sedangkan jika calon ayah yang mengalami depresi, terdapat 38 persen risiko kelahiran prematur di usia kandungan 22-31 minggu.

Baca juga: Tips Mencegah Kelahiran Prematur

Berat badan yang tidak normal

Kenaikan berat badan saat hamil itu adalah hal yang wajar. Namun, menurut penelitian dalam jurnal Obstetrics and Gynecolog, 21 persen ibu hamil tidak memiliki berat badan yang normal atau seperti yang dianjurkan dokter kandungan. Berat badan yang tidak normal dapat menjadi penyebab kelahiran prematur.

Berat badan tidak normal yang dimaksud termasuk obesitas atau berat badan yang tidak memenuhi standar dapat. Hal tersebut dapat meningkatkan risiko prematur dan adanya komplikasi tertentu selama kehamilan.

Maka dari itu, penting untuk menjaga asupan makanan yang sehat saat hamil supaya terhindar dari risiko kelahiran prematur.

Gangguan leher rahim

Penyebab kelahiran prematur dapat datang dari adanya gangguan di leher rahim. Gangguan leher rahim dapat datang dari adanya pengangkatan leher rahim sebelum waktu persalinan.

Biasanya, hal ini terjadi pada wanita yang sebelumnya pernah melakukan biopsi kerucut atau metode loop electrosurgical excision procedure (LEEP) yang merupakan tes untuk mengetahui sel pra-kanker.

Gaya hidup yang tidak sehat saat hamil

Dalam masa kehamilan, alkohol, rokok, narkoba atau gaya hidup yang dapat membahayakan kandungan dapat menjadi faktor risiko kelahiran prematur. Zat-zat yang berbahaya dalam alkohol, rokok, dan narkoba dapat mencelakai janin.

Jika Anda seorang perokok aktif, maka ada baiknya untuk mengurangi kebiasaan tersebut saat sedang hamil dan idealnya tidak merokok sama sekali sampai setelah melahirkan. Selain itu, kurangnya kegiatan olahraga saat hamil juga dapat menyebabkan kehamilan prematur.

Kegiatan fisik yang dimaksud adalah olahraga yang dikhususkan untuk ibu hamil. Untuk itu, saat hamil Anda harus menjalani gaya hidup yang sehat demi kesehatan calon bayi dan demi kesehatan Anda juga.

Baca juga: 3 Cara Menghitung Perkiraan Hari Kelahiran Bayi

Dalam masa kehamilan, penting bagi para calon ayah dan ibu untuk selalu berkonsultasi dengan dokter tentang faktor-faktor risiko ini. Jadi,  Anda pun dapat membuat perubahan gaya hidup dan mempersiapkan diri jika bayi Anda datang lebih awal.

Tidak lupa, tanyakan kepada dokter Anda tentang tes Pre-TRM yang baru. Sebuah penelitian di American Journal of Obstetrics and Gynecology menemukan tes darah pertama dan satu-satunya yang dapat mengetahui risiko wanita untuk melahirkan dini. Tes ini dilakukan setelah kandungan menginjak minggu ke 19 atau 20.

Dari hasil tersebut, akan terlihat dua jenis protein yang telah terbukti menjadi acuan efektif bagi wanita yang berisiko melahirkan prematur. Karena dilakukan lebih awal, maka tes ini dapat membantu dokter Anda untuk memutuskan perawatan yang digunakan untuk mencegah komplikasi serius.

Nikmati masa kehamilan Anda dan tidak perlu stres. Jangan lupa untuk selalu mengonsumsi makan sehat, berolahraga,  dan tetap mengikuti kunjungan prenatal Anda. Tidak lupa, luangkan waktu untuk bersantai dan bersenang-senang bersama pasangan Anda demi menyambut si buah hati dengan penuh bahagia.

An owl who likes coffee, movies and humanity.

%d bloggers like this: