Kelahiran Prematur

Gejala Kelahiran Prematur

Sangat mungkin untuk mencegah terjadinya kelahiran prematur jika Anda dapat mengenali tanda-tanda atau gejala kelahiran prematur. Adapun, gejala-gejala kelahiran prematur umumnya terjadi sebelum minggu ke-37 kehamilan dan termasuk:

  • Kontraksi (pengetatan dan pengerasan rahim), terjadi lebih dari 4 kali per jam, yang mungkin menyakitkan
  • Kram di bagian perut bawah, mirip dengan kram menstruasi
  • Sakit punggung di bagian bawah
  • Perasaan tekanan panggul
  • Kram perut, angin, atau diare
  • Bercak vagina atau perdaraha
  • Perubahan dalam kualitas atau kuantitas keputihan

Selama periode kehamilan, Anda mungkin saja sering mengalami kontraksi. Saat otot-otot rahim berkontraksi, Anda akan merasa perut Anda mengeras. Dan ketika kontraksi hilang, rahim Anda menjadi lembut.

Sepanjang kehamilan, lapisan rahim Anda akan mengetat tidak teratur, namun biasanya tidak menyakitkan. Ini dikenal sebagai kontraksi Braxton-Hicks; yang biasanya tidak teratur dan tidak membuka leher rahim.

Tetapi jika kontraksi menjadi biasa atau lebih sering, seperti setiap 10-12 menit selama setidaknya satu jam, hal itu mungkin termasuk kontraksi persalinan prematur yang dapat menyebabkan leher rahim membuka. Mengecek kontraksi adalah salah satu upaya untuk mengetahui adanya tanda-tanda atau gejala kelahiran prematur, caranya sebagai berikut:

  • Letakkan jari-jari Anda pada perut bagian bawah
  • Bila Anda merasakan otot rahim Anda mengeras dan melemah secara bergantian, itulah yang dinamakan kontraksi
  • Catat waktu tiap kali kontraksi terjadi
  • Usahakan untuk menghentikan kontraksi dengan cara menurunkan dan meluruskan kaki (hindari duduk dengan posisi kaki menggantung), ubah posisi Anda hingga Anda merasa nyaman, minum 2-3 gelas air, serta atur pola nafas agar teratur dan tenang.
  • Bila kontraksi datang setiap 10 menit atau lebih dan semakin sering, segera hubungi dokter/bidan Anda.