Kelahiran Prematur

Diagnosis Kelahiran Prematur

Identifikasi gejala persalinan prematur akan membantu memastikan bahwa pasien dapat dievaluasi, didiagnosis dan diobati dengan tepat. Tanda-tanda dan gejala yang muncul untuk memprediksi kelahiran prematur termasuk sering kontraksi, kotraksi teratur, kram, tekanan panggul, keputihan yang berlebihan, sakit punggung serta nyeri pinggang.

Diagnosis persalinan prematur dilakukan pada pasien dengan usia kehamilan antara 20 minggu dan 36 minggu, enam hari kehamilan jika kontraksi uterus terjadi pada frekuensi empat per 20 menit atau delapan per 60 menit, dan disertai dengan salah satu dari berikut:

  • ketuban pecah dini
  • dilatasi serviks lebih besar dari 2 cm
  • penipisan serviks melebihi 50 persen
  • perubahan dilatasi serviks atau penipisan terdeteksi pada pemeriksaan bertahap.

Untuk membantu mendiagnosis persalinan prematur, dokter akan mendokumentasikan tanda-tanda dan gejala. Jika Anda mengalami kontraksi yang teratur dan menyakitkan, lalu leher rahim Anda sudah mulai melunak, tipis, dan terbuka sebelum 37 minggu kehamilan, Anda mungkin akan didiagnosis dengan persalinan prematur.

Berikut adalah berbagai tes dan prosedur yang umumnya digunakan untuk mendiagnosis persalinan prematur.

Pemeriksaan panggul

Dokter atau penyedia layanan kesehatan Anda akan memeriksa lembut atau tidaknya rahim Anda, serta ukuran dan posisi bayi. Dia juga mungkin melakukan pemeriksaan panggul untuk menentukan apakah leher rahim Anda sudah mulai membuka – jika plasenta tidak menutupi leher rahim (plasenta previa) Anda.

USG

USG dapat digunakan untuk mengukur panjang serviks Anda dalam menentukan ukuran, usia, berat badan dan posisi bayi di dalam rahim Anda. Anda mungkin perlu dipantau untuk jangka waktu tertentu dan kemudian menjalani tes lain untuk mengukur perubahan pada leher rahim Anda, termasuk panjang serviks.

Monitoring rahim

Dokter mungkin melakukan monitor rahim untuk mengukur durasi dan jarak kontraksi Anda.

Tes laboratorium

Dokter mungkin mengambil contoh cairan vagina Anda untuk memeriksa adanya infeksi tertentu dan fibronektin janin – zat yang bertindak seperti lem antara kantung janin dan dinding rahim yang dibuang selama persalinan. Namun, menggunakan tes ini sebagai satu-satunya metode untuk mengetahui risiko persalinan prematur, dinilai kurang andal.

Kematangan amniosentesis

Dokter akan merekomendasikan prosedur dimana cairan ketuban akan diambil dari rahim (amniosentesis) untuk menentukan kematangan paru bayi Anda. Teknik ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi infeksi pada cairan ketuban.

 

Jika Anda mengalami persalinan prematur, dokter akan menjelaskan risiko dan manfaat dari upaya untuk menghentikan persalinan prematur Anda. Perlu diingat bahwa gejala persalinan prematur kadang-kadang berhenti sendiri.