Kekurangan Air Ketuban (Oligohydramnios)

Penyebab Kekurangan Air Ketuban (Oligohydramnios)

Sayangnya, pada kebanyakan kasus, dokter tidak mengetahui pasti penyebab oligohydramnios. Akan tetapi, beberapa hal berikut diperkirakan dapat menjadi penyebab oligohydramnios.

Kantung cairan ketuban bocor atau pecah

Saat terjadi kebocoran pada membran, maka air ketuban biasanya tak langsung menyembur ke luar. Seringkali, air ketuban hanya merembes sedikit demi sedikit. Bila ini terjadi sebelum usia kandungan masuk minggu ke-37, maka dokter akan memberikan antibiotik untuk melindungi Anda dan janin dari infeksi. Kalau perlu, dokter juga akan menunggu beberapa lama hingga janin berkembang sebelum menginduksi persalinan.

Masalah plasenta

Kondisi tertentu seperti preeklamsia, tekanan darah tinggi, lupus, serta diabetes dapat mencegah plasenta mengirimkan asupan darah dan nutrisi yang cukup kepada janin. Di samping itu, plasenta juga dapat bermasalah jika usia kehamilan lebih lama dari 42 minggu.

Jika dokter mendapati ada masalah dengan plasenta, maka kesehatan ibu maupun janin biasanya akan dipantau secara intensif. Anda bahkan mungkin harus menjalani pemeriksaan rutin untuk memeriksa volume air ketuban.

Efek samping obat

Beberapa pengobatan dapat memengaruhi volume air ketuban, sehingga penting bagi ibu hamil untuk mengonsultasiksnnya dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan.

Gangguan kesehatan janin

Kekurangan air ketuban juga dapat menjadi tanda bahwa janin mengalami masalah pada saluran kencing atau ginjalnya sehingga ia tak mengeluarkan air ketuban yang telah ditelannya.

Umumnya masalah kesehatan pada janin ini terjadi karena adanya abnormalitas pada kromosom. Untuk memastikannya, dokter mungkin akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan USG saat usia kehamilan masuk minggu ke-20.

Bayi kembar identik

Karena bayi kembar identik pada umumnya selalu berbagi plasenta, maka inipun juga dapat menyebabkan air ketuban berkurang. Biasanya, salah satu janin akan mendapat lebih banyak darah ketimbang saudaranya, sehingga memicu sindrom TTTS (twin-to-twin transfusion syndrome).

Namun jika bukan sindrom TTTS masalahnya, maka besar kemungkinan Anda terkena oligohydramnios. Untuk menambah kadar air ketuban, dokter akan minta Anda untuk minum lebih banyak air dan cukup istirahat.

Penyakit tertentu

Ibu hamil yang mengidap gangguan medis tertentu seperti diabetes, dehidrasi, tekanan darah tinggi kronis, serta lupus juga berpotensi lebih besar terkena oligohydramnios.