Kekurangan Air Ketuban (Oligohydramnios)

Komplikasi Kekurangan Air Ketuban (Oligohydramnios)

Salah satu komplikasi oligohydramnios dapat terjadi apabila usia kehamilan lebih lama dari yang seharusnya.

Akan tetapi kalau kekurangan air ketuban terjadi saat usia kehamilan masih berada pada trimester pertama atau kedua, maka komplikasi yang cukup serius dapat terjadi.

Bayi lahir cacat

Kurangnya air ketuban dapat menyebabkan tumbuh-kembang bayi terhambat sehingga tak sempurna. Bayi mungkin lahir tanpa organ internal atau eksternal yang lengkap. Tulangnya juga mungkin tidak tumbuh dengan semestinya, sehingga bayi beresiko mengalami kaki bengkok atau dislokasi panggul.

Bayi lahir mati

Oligohydramnios dapat menyebabkan bayi lahir mati setelah usia kandungan masuk minggu ke-20. Biasanya bayi langsung mati begitu dilahirkan.

Keguguran

Kondisi ini juga dapat mengancam nyawa buah hati dalam rahim, khususnya saat usia kehamilan di bawah 20 minggu.

Bayi lahir prematur

Oligohydramnios juga dapat menyebabkan bayi lahir prematur (sebelum 37 minggu). Yang patut dicatat adalah bayi lahir prematur biasanya memiliki berat badan rendah, dan organ tubuh mereka belum sepenuhnya berkembang sempurna. Kondisi inipun dapat meningkatkan resiko kematian bayi.

 

Dan bila dokter mendiagnosa adanya oligohydramnios pada trimester ketiga, maka dapat mengakibatkan tumbuh kembang bayi terhambat. Ibu hamil mungkin harus melahirkan secara caesar karena tak ada waktu cukup untuk menunggu proses bukaan atau lahiran secara alami.

Sementara itu, komplikasi yang mungkin terjadi pada bayi antara lain meliputi:

  • Pulmonary hypoplasia
  • Infeksi
  • Syndrome fetal compression
  • Amniotic Band Syndrome