Keguguran

Perawatan Keguguran

Sebelum melakukan perawatan pasca keguguran, dokter akan melakukan pemeriksaan panggul dan tes USG untuk mengonfirmasi keguguran. Pada kasus keguguran komplet atau tuntas, yakni kondisi dimana keadaan rahim kosong dari sisa hasil konsepsi, tidak diperlukan perawatan lanjutan yang harus dilakukan.

Namun jika pada kasus keguguran yang belum bersih dari jaringan hasil konsepsi, maka setelah proses D&C (dilation & curretage), Anda akan diresepkan obat-obatan tertentu untuk membersihkan rahim dan mengatasi kram perut serta sakit punggung.

Selain dengan obat-obatan, kram perut, nyeri punggung, serta sakit kepala pasca keguguran dapat diatasi dengan melakukan kompres dingin dan panas secara bergantian. Kompres dingin dapat membantu meredakan nyeri sedangkan kompres panas dapat membuat otot lebih rileks.

Memeriksa suhu tubuh secara rutin selama satu minggu setelah keguguran juga penting untuk dilakukan guna memantau kesehatan Anda pasca keguguran. Jika suhu tubuh Anda lebih dari 38 derajat celcius, sebaiknya segera hubungi dokter/bidan Anda, terutama bagi Anda pasian yang mengalami proses D&C.

Jangan lupa untuk tetap menjaga asupan gizi yang dibutuhkan tubuh untuk memulihkan diri dan berfungsi secara normal kembali. Untuk itu, disarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak protein, karbohidrat, serat, dan lemak dalam perbandingan sehat.

Tingkatkan asupan kalsium hingga 200 mg/hari, bisa dengan mengonsumsi susu dan ikan seperti ikan sardin maupun ikan salmon yang banyak mengandung kalsium. Tingkatkan juga asupan zat besi dan asam folat, karena sangat dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah agar Anda tidak mengalami anemia. Jika perlu, Anda juga bisa minum suplemen penambah darah yang diresepkan dokter.

Dari sisi psikologis, reaksi tiap wanita dalam menghadapi keguguran berbeda-beda. Namun terlepas dari kondisi fisiknya, tiap wanita perlu untuk memulihkan kondisi psikis atau emosional pasca keguguran.

Sangat penting untuk menghindari rasa bersalah, karena tak seorangpun dapat memperkirakan apa yang akan terjadi. Yakinkan diri Anda bahwa ini bukanlah kesalahan Anda. Bila perlu, Anda dapat berkonsultasi dengan psikolog ataupun psikiater.

Jangan menutup diri dan terbukalah pada orang-orang yang bisa mendukung Anda. Ceritakan perasaan-perasaan Anda agar beban yang Anda rasakan hilang. Mengikuti support group juga bisa menjadi salah satu solusi, sehingga Anda tidak merasa sendirian dalam mengalami ini.

Lakukanlah aktivitas seperti biasa, sehingga pikiran-pikiran sedih dan perasaan bersalah bisa teralihkan. Jangan lupa pula untuk berolahraga agar peredaran darah tetap lancar dan tubuh Anda tetap fit untuk melanjutkan aktivitas.