Keguguran

Komplikasi Keguguran

Dalam beberapa kasus keguguran, wanita dapat mengalami komplikasi pasca keguguran, seperti pendarahan hebat, infeksi, dan bahkan depresi. Meski kebanyakan kasus keguguran pada trimester pertama kehamilan tidak terlalu kompleks, namun tetap penting bagi Anda untuk tetap terinformasi mengenai komplikasi tersebut.

Keguguran tidak tuntas

Keguguran tidak tuntas terjadi jika Anda masih memiliki beberapa jaringan yang tersisa di dalam rahim dari kehamilan Anda yang terakhir. Ciri-cirinya adalah pendarahan atau kram dengan durasi yang lama. Jika Anda masih mengalami gejala selama kira-kira dua minggu setelah keguguran, segera menghubungi dokter Anda. Terkadang, kondisi ini akan hilang dengan sendirinya, namun jika sebaliknya, dokter mungkin akan mengambil tindakan kuret atau D&C (dilatation & curratage) untuk membersihkan semua hasil konsepsi dari rahim Anda.

Pendarahan hebat

Jika Anda mengalami pendarahan berlebihan yang lebih parah daripada saat Anda mengalami keguguran, bisa jadi itu adalah alarm bahaya. Yang harus Anda lakukan adalah segera menghubungi dokter jika pembalut Anda terus terendam darah dalam waktu kurang dari satu jam.

Infeksi pasca keguguran

Sekitar 3 persen wanita mengalami infeksi setelah keguguran. Hal ini mungkin disebabkan oleh hasil konsepsi dalam rahim. Infeksi pasca keguguran bisa berbahaya tetapi pada umumnya mudah diobati dengan antibiotik. Pastikan untuk menghubungi dokter jika Anda berpikir Anda memiliki gejala infeksi setelah keguguran, seperti demam tinggi, atau perdarahan dan kram selama lebih dari dua minggu.

Sindrom Asherman

Sindrom Asherman merupakan komplikasi yang jarang dari D&C (hal ini dapat terjadi karena alasan lain juga, seperti infeksi). Dalam kondisi ini, jaringan parut, yang disebut jaringan sikatrik, terbentuk di dalam rahim, jaringan sikatrik ini menyebabkan bagian-bagian rahim saling menempel atau adhesi. Adhesi ini dapat menyebabkan masalah kesuburan dan keguguran lebih lanjut. Gejala yang paling umum adalah menstruasi yang sedikit, jarang, dan bahkan tidak ada sama sekali. Bedah dapat digunakan untuk membersihkan sisa hasil konsepsi sehingga Anda dapat mencoba untuk hamil lagi.

Keguguran berulang

Menurut American College of Obstetricians dan Gynecologists, 1 persen wanita akan memiliki lebih dari satu keguguran. Hal ini dikenal sebagai recurrent pregnancy loss atau keguguran berulang. Jika Anda memiliki dua atau tiga kali keguguran berturut-turut, konsultasikan dengan dokter tentang tes untuk mengetahui penyebabnya, seperti sindrom Asherman, gangguan kekebalan tubuh antiphospholipid syndrome (APS), atau masalah genetik yang disebut balanced translocation, dimana satu kromosom menempel pada kromosom yang lain dan gagal membelah saat pembelahan sel telur. Sayangnya, setidaknya dalam 50 persen kasus, tidak ditemukan penyebab untuk keguguran berulang ini.

Depresi

Menurut March of Dimes (sebuah organisasi non-profit AS untuk kesehatan ibu dan bayi), jika Anda mengalami gejala berikut untuk waktu yang lama setelah keguguran, atau jika Anda merasa gejalanya sangat kuat dan mengganggu hidup Anda, bisa jadi Anda mengalami depresi:

  • memiliki sedikit minat dalam kegiatan atau hobi yang biasanya Anda gemari
  • merasa lelah sepanjang waktu
  • kelebihan atau kehilangan berat badan
  • mengalami kesulitan tidur atau justru tidur terlalu banyak
  • sulit berkonsentrasi atau membuat keputusan
  • berpikir tentang bunuh diri atau kematian

Kesedihan adalah reaksi normal terhadap keguguran. Tapi jika Anda mulai menunjukkan tanda-tanda depresi klinis, berbicara dengan seorang konselor atau profesional kesehatan mental lainnya akan sangat membantu.

Gangguan kecemasan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kecemasan dan gangguan stres bahkan lebih umum daripada depresi klinis setelah keguguran. Berbicara dengan seorang ahli kesehatan mental dan belajar strategi untuk mengatasi kecemasan dapat membantu Anda merasa seperti sediakala setelah keguguran.