Kanker Serviks

Penyebab Kanker Serviks

Penyebab kanker serviks dan kanker pada umumnya, dimulai dari sel yang sehat yang mengalami perubahan genetik menjadi sel abnormal.

Sel yang sehat dan normal tumbuh dan berkembang biak pada jumlah tertentu dan akan mati pada waktu tertentu. Sedangkan, sel kanker tumbuh dan berkembang biak tanpa terkendali dan sel abnormal ini tidak mati sebagaimana sel yang normal akan mati pada waktunya.

Sel-sel yang tidak normal ini berakumulasi dan membentuk gumpalan atau tumor. Sel kanker menyerang jaringan lunak di dekatnya dan dapat bermetastasis atau menyebar ke tempat lain dalam tubuh.

Sebetulnya, penyebab kanker serviks tidak terlalu pasti, namun dapat dipastikan bahwa beberapa tipe HPV (Human Papillomavirus), khususnya varian 16 dan 18 mempunyai peran dalam kanker serviks. Meskipun begitu, infeksi HPV pada wanita sangat umum terjadi dan kebanyakan wanita yang terinfeksi tidak pernah terjangkit kanker serviks.

Seringnya seorang wanita melahirkan juga dapat mempengaruhi zona transformasi sel pada serviks, sehingga risiko timbulnya sel-sel prakanker lebih besar. Dengan kata lain, hal tersebut meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks.

Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa ada faktor lain yang menjadi penyebab kanker serviks seperti lingkungan dan gaya hidup.

Tipe Kanker Serviks

Tipe kanker serviks yang diderita pasien dapat menentukan prognosa dan perawatan yang akan dijalani. Berikut adalah tipe kanker serviks yang umum:

  • Karsinoma sel skuamosa. Tipe kanker ini dimulai di sel yang berbentuk tipis dan datar (sel skuamosa) yang berada di bagian luar serviks yang menjorok ke dalam vagina. Kebanyakan wanita penderita kanker serviks memiliki tipe ini.
  • Adenokarsinoma. Tipe kanker ini berkembang pada sel kelenjar uang berbentuk silinder yang berada di kanal serviks.

Faktor yang bisa menyebabkan kanker serviks

  • Mempunyai pasangan seksual lebih dari satu: Lebih banyaknya pasangan seksual yang dimiliki seorang individu, maka semakin besar pula resiko terinfeksi HPV.
  • Memulai aktivitas seksual dini: Berhubungan seksual pada umur yang masih muda berisiko terhadap HPV.
  • Mengidap penyakit menular seksual: Individu yang mengidap penyakit menular seksual seperti gonore, klamidia, sifilis, dan HIV/AIDS akan lebih beresiko terkena kanker serviks, terlebih jika disertai infeksi HPV.
  • Sistem imun yang rendah: Individu yang mempunyai sistem imun rendah lebih berisiko mengidap kanker serviks jika terinfeksi HPV.
  • Merokok: Aktivitas bahaya merokok mempunyai kaitan dengan sel skuamosa kanker serviks.
  • Banyak melahirkan: Seringnya proses melahirkan dapat mempengaruhi sel-sel dalam zona transformasi. Semakin banyak anak yang dilahirkan, semakin besar risiko terjadinya kanker serviks.