Kanker Ovarium

Komplikasi Kanker Ovarium

Komplikasi kanker ovarium dapat timbul karena pengobatannya, misalnya dalam kasus kemoterapi. Kemoterapi memang dapat memberantas sel kanker, tapi bukan tak mungkin zat kimia yang digunakan dalam kemoterapi akan menghancurkan sel-sel normal pula.

Selain itu, pengobatan sel kanker juga rentan merusak platelets. Platelets adalah sel yang mampu menghentikan perdarahan. Bila sel ini rusak dan Anda terluka, darah akan sulit berhenti dan akan kerap mengalami lebam-lebam.

Komplikasi kanker ovarium lainnya yang sangat mungkin wanita hadapi ialah hilangnya kesempatan untuk hamil dan menopause yang datang lebih cepat. Pengangkatan kedua organ ovarium akan menghilangkan kemampuan Anda untuk memproduksi sel telur. Jika kondisinya seperti ini, Anda dapat dipastikan tidak akan dapat mengandung lagi.

Komplikasi lain dari kanker ovarium adalah masuknya cairan ke rongga perut dan paru, sehingga pasien kanker ovarium dapat mengalami perut yang buncit dan sesak nafas terutama saat berbaring.

Pengobatan kemoterapi juga dapat menuntun Anda pada penyakit lain seperti leukimia dankerusakan ginjal. Cisplatin yang terkandung dalam obat kemoterapi juga sangat berbahaya untuk pendengaran dan dapat berefek pada kerusakan pendengaran. Komplikasi ringan lainnya yang mungkin terjadi setelah kemoterapi ialah kerontokan rambut, rasa pusing, mual, dan hilangnya selera makan.