Kanker Ovarium

Pengertian Kanker Ovarium

Kanker ovarium adalah kanker ginekologi terbanyak ketiga di dunia menurut survey yang dilakukan oleh International Agency for Research on Cancer, WHO. Kanker ini umumnya menyerang wanita yang telah memasuki masa menopause atau berusia 50 tahun ke atas. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bahwa kanker ovarium bisa menyerang wanita di usia yang lebih muda.

Seperti namanya, kanker ovarium adalah kanker yang menyerang organ ovarium wanita. Setiap wanita normalnya memiliki sepasang ovarium di tubuhnya. Letaknya di perut bagian bawah dan terkoneksi pada rahim. Organ inilah yang menyimpan persediaan sel telur pada tubuh wanita.

Pertumbuhan kanker ovarium biasanya dimulai dari bagian terluar ovarium yang bernama epithelium. Bila telah terjangkit kanker ini, peluang bertahan hidup selama 5 tahun ke depan hanya sekitar 45%. Semakin tinggi stadium kanker, persentase akan kian berkurang.

Namun, sebuah studi dari National Cancer Institute menunjukkan, bahwa peluang bertahan hidup selama 5 tahun selanjutnya dapat mencapai 92% bila kanker dapat dideteksi dini sebelum tumor menyebar.

Gejala Kanker Ovarium

Gejala kanker ovarium pada tahap awal bisa berupa rasa nyeri atau kram di bagian perut bawah dan panggul. Menstruasi yang tidak teratur dan penurunan berat badan juga mungkin muncul. Sementara itu, gejala pada tahap lanjut yang mungkin dirasakan adalah mual, muntah, konstipasi, atau diare.

Penyebab Kanker Ovarium

Meskipun penyebab pastnnya belum diketahui, namun kanker terjadi ketika ada mutasi pada gen. Hal-hal yang dapat meningkatkan risiko timbulnya kanker, diantaranya adalah obesitas dan usia di atas 65 tahun. Mengalami menstruasi pertama (menarche) dini dan menopause terlambat juga dianggap dapat meningkatkan risiko kanker ovarium.

Pengobatan Kanker Ovarium

Sama seperti jenis kanker lainnya, kanker ovarium diobati dengan cara operasi dan kemoterapi. Namun selain metode di atas, ada juga targeted therapy dan terapi hormon.

Pencegahan Kanker Ovarium

Tidak ada cara unutk mencegah kanker ovarium bila terkait dengan faktor genetika dan keturunan. Namun, mengurangi faktor risiko kanker ovarium tentu bisa Anda lakukan. Menjalani gaya hidup sehat dengan pola makan teratur, tidak merokok, dan rutin berolahraga dapat membantu mengurangi risiko kanker ovarium. Sedangkan cara pencegahan yang pasti adalah dengan melakukan pengangkatan ovarium dan tuba falopi. Tetapi cara ini tentunya tidak dianjurkan jika Anda masih berencana untuk memiliki anak.