Jangan Percaya 3 Mitos Tentang Relationship Ini!

Tahukah Anda bahwa tak semua tips cinta itu benar adanya? Beberapa di antaranya hanyalah mitos belaka yang tak teruji kebenarannya.

WALAU tampaknya hanya sekedar mitos dalam hubungan, namun kalau Anda sampai memercayainya, maka itu bisa menyesatkan. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita simak segera apa saja mitos relationship yang kami maksud.

Lebih baik punya pacar daripada jomblo

Tak dapat dipungkiri kalau status jomblo itu masih berkesan mengenaskan di pandangan banyak orang. Untuk itu, tak heran bila kemudian muncul istilah ‘jones’ alias jomblo ngenes di masyarakat.

Namun kalau Anda pernah terlibat dalam hubungan cinta yang salah, maka Anda pasti tahu bahwa memiliki pacar itu tidak menjamin kebahagiaan. Bisa-bisa Anda malah lebih bahagia saat sendiri. Tidak ada yang mengatur, tidak ada yang posesif, tidak ada yang cemburuan, atau intinya tidak ada lagi ‘satpam’ yang mengawasi gerak-gerik Anda setiap hari.

Jadi jangan paksakan diri masuk dalam suatu hubungan cinta kalau memang belum ada yang sreg di hati. Tak seperti zaman dulu, single di masa sekarang bukan lagi bencana. Jadi jangan pernah takut menjadi jomblo. Sebab walau single, kalau bisa hidup bahagia, mengapa tidak?

Pria sempurna itu benar-benar ada, Anda hanya perlu menunggu lebih lama lagi untuk bisa menemukannya

Anda yang sering nonton sinetron atau drakor Korea mungkin berpikir bahwa pria tampan dan baik hati yang selalu bertindak gentleman itu benar-benar ada. Sayangnya, tidak ada seorangpun yang sempurna di dunia ini, bahkan diri kita pun juga tidak.

Memercayai bahwa ada pria (atau wanita) sempurna di dunia ini akan membuat Anda jomblo seumur hidup. Pasalnya, Anda jadi memasang standar tinggi saat mencari pasangan hidup. Maka dari itu, lepaskan kepercayaan ini segera, dan bukalah diri seluas-luasnya untuk pergaulan yang baik. Siapa tahu di antara teman baru Anda nanti, ada yang klop di hati.

Baca juga: 5 Hal Ini Membuat Pria Terlihat Lebih Seksi di Mata Wanita

Kalau cinta padanya, maka itu berarti Anda harus mengorbankan diri untuknya

Sebenarnya mitos yang satu ini ada benarnya juga kalau diterapkan pada konteks yang tepat. Cinta memang penuh pengorbanan, namun itu tak berarti kalau kita harus mengorbankan diri sampai tahap yang tidak masuk akal. Bagaimanapun juga kita tidak bisa mencintai orang lain kalau kita tak menyayangi diri sendiri.

Lagipula, hubungan cinta yang berhasil adalah yang proses “give and take”-nya seimbang. Kalaupun saat ini Anda bisa memberikan segala-galanya pada pujaan hati tanpa menerima suatu apapun darinya, maka suatu hari kelak, Anda akan sampai pada titik jenuh.

Anda takkan lagi mampu memberikan apapun padanya karena ‘tangki’ Anda sudah kosong. Anda akan merasa lelah dengan hubungan yang ada. Lebih parahnya lagi, Anda bisa marah padanya karena tak pernah memberikan timbal balik. Dan pada saat itu, Anda mungkin akan ‘meledak’ seperti bom waktu.

Baca juga: 10 Tanda Pria Benar-Benar Mencintai Anda

Oleh sebab itu, segera lepaskan kepercayaan terhadap 3 mitos di atas, dan jalani hidup Anda dengan lebih bahagia.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.

%d bloggers like this: