IUD Bisa Sebabkan Berat Badan Naik?

Tips Sehat

Dikarenakan masalah berat badan sangatlah krusial bagi kaum hawa, maka gemuk karena IUD jelas bukanlah hal yang diinginkan oleh setiap wanita. Namun benarkah kalau seorang perempuan bisa gemuk karena IUD? Guna menjawabnya, yuk kita simak bersama artikel berikut ini.

pengaruh kb iud terhadap berat badan

FAKTANYA, beberapa metode kontrasepsi memang bisa membuat gemuk. Namun apakah pengaruh KB IUD terhadap berat badan juga sama seperti itu? Sebelum sampai kepada jawabannya, mari kita singgung sedikit soal pengertian IUD.

Apa itu IUD?

IUD atau yang juga dikenal dengan KB Spiral, merupakan metode kontrasepsi yang melibatkan sebuah alat kecil berbentuk T. Alat yang sifatnya fleksibel dan terbuat dari plastik ini nantinya akan dipasang dalam rahim untuk mencegah kehamilan.

Pada umumnya, terdapat 2 jenis IUD, yakni hormonal dan tembaga. Sesuai namanya, IUD hormonal bekerja dengan melepas hormon progestin untuk mencegah kehamilan. Lain halnya dengan IUD tembaga (ParaGard) yang tidak mengandung hormon sama sekali sehingga bekerja dengan cara melepaskan tembaga ke saluran rahim untuk membunuh sperma. Kalau sperma mati sebelum mencapai sel telur, maka otomatis pembuahan takkan terjadi.

Seberapa efektif IUD ini?

Dikarenakan hanya 1 dari 100 wanita yang kedapatan hamil setelah memakainya, maka tingkat keefektifan KB Spiral ini sangatlah tinggi, yaitu mencapai 99%. Begitu terpasang, IUD tembaga dapat mencegah kehamilan hingga 10 tahun lamanya, sementara yang hormonal biasanya lebih cepat, 3-5 tahun.

Salah satu jenis IUD hormonal yang terkenal adalah Mirena. Begitu masuk dalam rahim, Anda tak perlu melakukan apapun selain memeriksa benangnya sekali sebulan guna mengetahui apakah posisi Mirena tetap pada tempatnya atau tidak. Jadi di samping efektif, KB Spiral juga sangat praktis, bukan?

Baca juga: Cara Mengecek Benang IUD Tetap pada Tempatnya

Apa saja efek samping dari penggunaan IUD?

Karena IUD tembaga tidak mengandung hormon, maka efek sampingnya jelas lebih kecil dibanding metode kontrasepsi lain yang melibatkan hormon. Akan tetapi, penggunanya bisa saja merasakan beberapa efek samping seperti:

  • Anemia
  • Sakit kepala
  • Pendarahan  saat tidak haid
  • Kram
  • Radang vagina
  • Rasa sakit saat berhubungan intim
  • Rasa sakit saat haid
  • Meningkatnya jumlah darah yang keluar saat menstruasi
  • Keluarnya cairan dari vagina

Pada kasus yang jarang terjadi, IUD bahkan bisa keluar dari dalam tubuh. Hal ini mungkin terjadi kalau sang wanita memiliki salah satu dari beberapa kondisi berikut:

  • Belum pernah hamil
  • Siklus haidnya jadi lebih banyak, berat, dan disertai rasa sakit
  • Spiral yang dulu dipakai juga pernah keluar
  • Masih berusia di bawah 20 tahun
  • Langsung memasang Spiral setelah melahirkan atau aborsi di trisemester kedua

Di samping itu, efek samping lain yang juga perlu diwaspadai adalah dinding rahim yang berisiko berlubang saat pemasangan berlangsung. Kalau ini sampai terjadi, maka Spiral harus segera dicopot dan Anda mungkin harus menjalani operasi untuk menyembuhkannya. Sebab bila dibiarkan, lubang pada dinding rahim dapat memicu infeksi, bekas luka, atau kerusakan organ lain.

Baca juga: Waspada IUD Bergeser, Ini 8 Tandanya!

Lantas benarkah kita bisa gemuk karena IUD?

Pada umumnya, pengaruh KB IUD terhadap berat badan masih belum terbukti secara ilmiah. Memang hasil studi yang dipublikasikan Contraception beberapa waktu lalu, mendapati adanya kenaikan berat badan pada perempuan Brazil pengguna IUD tembaga. Akan tetapi, kenaikan berat badan ini terjadi khususnya pada perempuan usia subur atau yang lebih tua, sehingga para ahli akhirnya menyimpulkan kalau naiknya berat badan tersebut diakibatkan faktor usia.

Studi lain yang dipublikasikan European Journal of Contraception & Reproductive Health Care juga membandingkan kenaikan berat badan antara perempuan pengguna metode kontrasepsi hormonal dan non-hormon. Setelah 10 tahun berlalu, hasil studi menyatakan bahwa kedua kelompok partisipan sama-sama mengalami kenaikan berat badan yang signifikan.

Menanggapi hasil studi tersebut, lagi-lagi para ahli belum yakin kalau itu disebabkan karena pengaruh KB IUD terhadap berat badan. Mereka berpendapat ada banyak faktor lain yang bisa memicu kenaikan berat badan seperti gaya hidup, pola makan, olahraga, dan lain-lain. Apalagi riset membuktikan kalau mencopot IUD juga tak membuat seorang perempuan turun berat badannya.

Meski demikian, bukti ilmiah lain mendapati adanya reaksi tiroid terhadap progestin dari Mirena yang dapat menyebabkan berat badan naik hingga 12,5 kg. Salah satu penyebabnya mungkin karena progestin dapat merangsang nafsu makan sehingga otomatis membuat berat badan bertambah.

Progestin juga cenderung menghalangi estrogen sehingga memicu naiknya berat badan. Walau estrogen sendiri sebenarnya bisa menambah bobot tubuh, tapi itu umumnya hanya karena bertambahnya volume air dalam tubuh.

Teori lain yang masih belum terbukti adalah progestin dari Mirena dapat mengurangi sensitivitas insulin (hormon yang mengubah gula menjadi energi). Yang perlu diketahui adalah kalau sensitivitas insulin menurun, maka itu bisa memicu munculnya diabetes tipe 2 yang erat kaitannya dengan overweight atau berat badan berlebih. Dalam hal ini, para ahli berpendapat kalau efek samping naiknya berat badan akibat Mirena, hanya akan berpengaruh pada wanita yang memang memiliki bawaan insensitivitas insulin sejak lahirnya.

Jadi, apakah sebaiknya saya memilih IUD?

Tentu saja jawaban dari pertanyaan terakhir ini ada di tangan Anda. Masalah pemilihan metode kontrasepsi tak bisa disamakan antara seorang dengan lainnya. Kebanyakan wanita memang bisa menggunakan IUD tanpa masalah, namun kalau Anda mengalami beberapa kondisi berikut, ada baiknya Anda berpikir 2 kali:

  • Abnormalitas saluran kencing sehingga mengganggu pemasangan Spiral
  • Infeksi panggul
  • Kanker saluran kemih atau kanker serviks
  • Pendarahan yang tak jelas penyebabnya
  • Alergi terhadap komponen yang ada dalam IUD
  • Penyakit Wilson, yang menyebabkan akumulasi tembaga di otak dan organ lainnya
  • Berisiko mengidap PMS (penyakit menular seksual)
  • Pernah mengalami masalah dengan IUD

Kesimpulannya

IUD, baik hormonal maupun tembaga, masih merupakan pilihan metode kontrasepsi terbaik. Namun bila takut dengan risiko kenaikan berat badan, maka Anda bisa mengimbangi pemakaiannya dengan menjalani pola hidup sehat. Dan yang terakhir, jangan sungkan untuk berkonsultasi dengan dokter soal kekhawatiran Anda terkait efek samping penggunaan IUD ini.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.