Inilah Puncak Masa Subur pada Wanita

Tips Sehat

Pengetahuan mengenai kapan puncak masa subur pada wanita itu penting karena bisa menghindarkan pasangan yang belum siap punya momongan agar tak sampai kebobolan. Sebaliknya, pasangan yang justru sudah tak sabar memiliki anak juga harus mengetahui kapan masa subur wanita agar hamil.

 

Inilah Puncak Masa Subur pada Wanitaa

UNTUNGNYA cara mengetahui kapan puncak masa subur pada wanita itu tidaklah sulit. Anda hanya perlu memahami 2 faktor penentu yang akan kita bahas di bawah ini.

1. Teratur-tidaknya siklus haid

Tentu saja setiap wanita yang memiliki siklus haid tidak teratur tetap bisa hamil. Akan tetapi agak sulit untuk memprediksi kapan tepatnya masa subur wanita pada kondisi semacam ini. Alasannya sederhana, selain haid rutin merupakan cerminan tingkat kesuburan seorang wanita, dari situ kita juga bisa membaca siklus yang terjadi dalam sistem reproduksinya.

“Namun kalau Anda cukup beruntung dan memiliki siklus haid yang teratur, maka saat mengalami gejala haid seperti melunaknya payudara, perut bengkak, atau kram, maka itulah saatnya ovulasi terjadi,” ujar Dr Adeeti Gupta, dokter kandungan dari New York City. Bagi Anda yang belum paham tentang definisi ovulasi, itu adalah momen dimana sel telur yang sudah matang dilepaskan ke rahim untuk menuju tubafalopi sehingga dapat dibuahi.

Baca juga: Kenali Ciri-ciri Ovulasi pada Wanita

2. Kesuburan bukanlah sesuatu yang terjadi secara instan

Hal berikutnya yang harus dipahami adalah, masa subur wanita agar hamil bukanlah hal yang dapat terjadi sewaktu-waktu atau spontan. Hanya karena ada adegan film di TV yang menceritakan pasangan yang langsung hamil setelah one night stand, tidak berarti bahwa Anda juga pasti bisa mengalaminya.

Faktanya, masa subur pada setiap siklus biasanya berlangsung selama beberapa hari. Jadi kalau ingin segera punya momongan, Anda harus melakukan hubungan intim selama beberapa hari tersebut, yakni pada saat ovulasi berlangsung.

Jadi kapan sebenarnya puncak masa subur pada wanita itu?

Seperti yang disebutkan tadi, ovulasi sangat tergantung dari siklus haid Anda. Dari 28 hari siklus haid pada umumnya, ovulasi biasanya terjadi sekitar 14 hari sebelum hari pertama haid berikutnya. Namun pada kebanyakan wanita, ovulasi berlangsung 4 hari sebelum atau setelah pertengahan siklus menstruasi.

Namun bila siklus haid Anda tidaklah teratur (bukan 28 hari seperti pada umumnya), maka Anda bisa mencari tahu lamanya masa subur dan titik pertengahan siklus dengan mencatat periode datang bulan di kalender. Dalam hal ini, puncak masa subur Anda diperkirakan 1 minggu sebelum datang bulan hingga hari H.

Baca juga: Cara Mengetahui Tanggal Ovulasi Anda

Gejala lain yang bisa dipakai sebagai patokan soal “kapan masa subur itu”

Namun jika Anda tak terbiasa atau malah sering lupa untuk mencatat waktu datang bulan, maka amati saja gejala fisik yang timbul. Jika biasanya vagina mengeluarkan cairan bening, maka setelah ovulasi berlangsung, cairan tersebut akan berubah warna menjadi keruh atau putih.

Di samping itu, Anda juga bisa memeriksa suhu basal tubuh (suhu saat tubuh beristirahat) yang umumnya sedikit lebih tinggi ketika proses ovulasi berlangsung. Catat suhunya dari hari ke hari, amati polanya, dan ketahuilah kalau puncak masa subur Anda adalah beberapa hari sebelum suhunya naik. Jika Anda masih bingung dan takut salah langkah, maka jangan segan untuk berkonsultasi dan bertanya lebih lanjut kepada dokter kandungan.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.