Ingin Stop Minum Pil KB? Ini 5 Langkahnya

Berapa lama Anda memikirkan cara berhenti minum pil KB? Atau Anda khawatir efek setelah berhenti minum pil KB?

cara berhenti minum pil kb

BEBERAPA orang yang sudah bosan minum pil KB mungkin sibuk mencari cara berhenti minum pil KB. Namun saat sudah mengetahui caranya, terkadang masih juga dikhawatirkan dengan efek berhenti minum pil KB. Lima langkah pilihan kami berikut ini dapat membantu Anda untuk berhenti tanpa pusing.

Tidak masalah seberapa yakin Anda saat mengganti metode kontrasepsi pengendalian kehamilan, tapi berhenti dari pil KB terasa seperti putus hubungan dengan seseorang. Mungkin saat perpisahan dengan kontrasepsi harian Anda ini terasa seperti kehilangan gairah dan sejuta kesenangan, seperti masa haid yang ringan, nyaris tanpa kram, dan berbagai kesenangan yang sepertinya diatur hanya untuk Anda.

Menurut Sara Twogood, M.D., asisten profesor kebidanan dan ginekologi klinis di Keck School of Medicine di California, setiap wanita akan mengalami hal yang berbeda-beda saat berhenti dari pil KB, tergantung berapa lama sudah mengonsumsi pil KB atau alasan untuk tetap melanjutkan konsumsi pil tersebut. Beruntung sekali jika Anda memutuskan berhenti karena ingin memulai program hamil.

Nah, berikut adalah langkah yang dapat Anda lakukan saat beralih dari pil KB.

Pertama: Buat Janji dengan Dokter Anda

Idealnya, awal perjalanan dari cara berhenti minum pil KB adalah dengan segera menghubungi dokter Anda, terutama jika Anda peduli dengan efek berhenti minum pil KB atau membutuhkan alternatif kontrasepsi.

Jika Anda mengonsumsi pil KB untuk tujuan mencegah kehamilan dan periode haid Anda tidak terlalu buruk, mungkin Anda tidak akan menyadari perubahan yang terjadi, ujar Kelly M. Kasper, M.D., Obstetri dan Ginekologi di Indiana University Health. Namun jika periode normal Anda terasa meneror dan membuat Anda selalu drop saat menjalaninya, Anda perlu untuk melakukan persiapan.

Kedua: Lakukan Persiapan

Jika periode haid Anda sebelum mengonsumsi pil KB terasa sangat sakit, pastikan Anda memiliki ibuprofen, pak penghangat tubuh, dan berbagai teknik relaksasi yang mudah dilakukan, saran Twoogood.

“Miliki aplikasi atau persiapkan kalender untuk menelusuri gejala dan waktu periode haid, mungkin dapat membantu wanita yang sebelumnya memiliki periode menstruasi yang tidak teratur atau gejala haid yang tidak menyenangkan” ujarnya. Jika Anda mengonsumsi pil KB karena alasan dermatologi, pastikan Anda memiliki rejimen perawatan yang baik untuk membantu mengurangi gejolak yang terjadi.

Baca juga: Pil KB Bisa Atasi Haid Tidak Teratur

Ketiga: Benar-benar Menjauhi Pil KB

Cara berhenti minum pil KB cukup jelas sekali. Hentikan saja konsumsi pil KB Anda dengan cara berhenti saat paket yang Anda konsumsi saat ini selesai.

Efek berhenti minum pil KB di pertengahan dapat menyebabkan menstruasi yang tidak teratur, serta mengganggu ritme efek bahagia dari pil KB Anda.

Keempat: Biarkan Tubuh Anda Bekerja

Bagi beberapa wanita, periode penyesuaian saat berhenti minum pil KB dapat menjadi perjalanan yang bergejolak turun-naik seperti roller coaster, mengalami periode kram yang menyakitkan, perubahan mood, dan timbul jerawat yang menyebalkan, ujar Twogood.

Di sisi lain, apabila Anda mengalami nyeri pada payudara, sakit kepala, mual, atau pendarahan saat mengonsumsi pil KB, efek ini akan hilang sesegera mungkin setelah Anda berhenti mengonsumsinya.

Siklus haid Anda biasanya akan kembali normal dalam satu atau dua bulan setelah berhenti mengonsumsi pil KB. Menurut para ahli, jika Anda sedang mencoba untuk hamil, Anda dapat segera mewujudkannya setelah berhenti minum pil KB.

Baca juga: Ingin Ganti Merk Pil KB? Ini Panduannya

Kelima: Perhatikan Perubahannya

Setelah berhenti, Anda harus menunggu dua sampai tiga bulan untuk memerhatikan perubahan yang terjadi pada siklus haid Anda. Pada tahap ini, tubuh Anda akan kembali pada tahap alaminya. Tetapi jika pada tiga bulan Anda belum mendapati tanda haid yang teratur, periksakan ke dokter dan pastikan hormon Anda berfungsi normal.

Hal yang sama juga berlaku untuk yang mengalami pendarahan tidak teratur atau lebih sering, dan yang mengalami rasa sakit di luar kendali, ujar Kasper. Jika ada sesuatu yang terasa tidak normal, selalu perhatikan secara mendalam.

%d bloggers like this: