Ingin Alat Kontrasepsi Anda Efektif? Stop Lakukan 8 Hal Ini!

Sudah memilih alat kontrasepsi yang bagus, tapi Anda masih khawatir dengan risiko kehamilan? Memilih alat kontrasepsi juga harus diimbangi dengan hal-hal yang dapat mendukung agar kontrasepsi tersebut bekerja dengan lebih efektif. Pasalnya, masih banyak hal-hal yang dapat mengurangi keefektifan alat kontrasepsi meskipun Anda sudah memilih kontrasepsi yang terbaik.

kontrasepsi yang bagus

INGIN kontrasepsi yang aman? Anda harus berhenti melakukan 8 hal ini untuk mendukung keefektifan alat kontrasepsi sebagai pengendali kehamilan Anda.

Berhenti mengandalkan pasangan Anda untuk membawa kondom

Sebagai wanita, Anda memang berhak memilih kontrasepsi yang bagus. Oleh karena itu, Anda harus berhenti mengandalkan pasangan pria Anda untuk membawa kondom sendiri. Meskipun Anda sudah menenggak pil KB hormonal, tetapi itu bukan kontrasepsi yang aman untuk melindungi Anda dari risiko penyakit menular seksual.

Saatnya para wanita menyediakan kondom untuk pria. Karena pria akan mencari-cari alasan untuk tidak membawa kondom karena mereka merasa lebih nyaman berhubungan intim tanpa memakai kondom. Jika tidak, para wanita bisa menggunakan kondom khusus wanita sebagai pengganti kondom pria.

Jangan mempercayai mitos

Pernah mendengar berbagai mitos seputar alat kontrasepsi? Misalnya, pil KB dapat menyebabkan bayi cacat, menggunakan 2 kondom (kondom pria dan wanita) lebih baik dari 1 kondom, kontrasepsi spiral dapat menyebabkan infeksi dan infertilitas, sampai dengan mitos wanita tidak dapat hamil jika berhubungan seks di dalam air.

Come on! Mitos tersebut benar-benar tidak terbukti kebenarannya. Mitos menggunakan 2 kondom lebih baik dari 1 kondom adalah salah. Penggunaan 2 kondom saat berhubungan seks dapat membuat kondom menjadi sobek dan kehilangan keefektifannya. Sebelum memercayai mitos seputar alat kontrasepsi, ada baiknya jika Anda research atau bertanya kepada dokter terlebih dahulu.

Baca juga: 10 Mitos Tentang Kondom yang Perlu Anda Tahu

Hindari diskusi pengendali kehamilan saat bersama pasangan

Sangat penting untuk sama-sama berkomitmen dalam memilih alat kontrasepsi, tetapi jangan bicarakan masalah alat kontrasepsi terus menerus kepada pasangan. Hal tersebut bisa membuat dia berpikir bahwa Anda meragukan dirinya dan tidak siap untuk berkomitmen.

Sebelum melakukan hubungan seks, Anda harus mempertimbangkan apakah Anda memerlukan alat kontrasepsi sebagai pengendali kehamilan atau untuk mencegah penyakit menular seksual. Apabila masalahnya adalah Anda tidak ingin memiliki anak, maka Anda bisa menggunakan kontrasepsi permanen untuk menghindari perdebatan panjang dengan pasangan Anda.

Berhenti berpikir tidak ada pilihan alat kontrasepsi yang aman

Ada begitu banyak jenis kontrasepsi yang bagus dan bisa menjadi pilihan Anda. Jadi, stop berpikir bahwa tidak ada alat kontrasepsi yang aman. Jenis kontrasepsi yang paling efektif untuk mengendalikan kehamilan sekaligus mencegah penyakit menular seksual adalah kondom pria.

Namun, bila Anda ingin menggunakan alat kontrasepsi permanen, maka Anda harus berkonsultasi dengan bidan atau dokter terlebih dahulu. Ahli kesehatan tersebut akan membantu Anda dalam menemukan jenis kontrasepsi yang aman dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Tidak lagi membeli kondom yang salah

Kondom lateks adalah jenis kondom yang paling ampuh untuk mencegah penyakit menular seksual. Namun, jika Anda alergi terhadap lateks maka pertimbangkan untuk membeli kondom poliuretan yang juga efektif mencegah penyakit seksual. Ada juga kondom kulit domba yang lebih nyaman di kulit, tetap tidak efektif mencegah PMS karena memiliki pori-pori kecil.

Di samping itu, Anda pun harus mempertimbangkan untuk membeli kondom dengan ukuran yang sesuai dengan Mr. P Anda. Kondom yang terlalu longgar dapat terlepas ketika penetrasi dan kondom yang terlalu sempit jadi lebih mudah robek. Oleh karena itu, pilih kondom yang tepat dan berasal dari brand yang terpercaya untuk menjamin keefektifannya.

Baca juga: Ketahui Ukuran Kondom yang Pas untuk Anda

Tidak berhubungan seks

Untuk mendukung penggunaan kontrasepsi pengendali kehamilan, sebaiknya Anda tidak melakukan hubungan seks untuk sementara waktu. Pantang melakukan hubungan seks adalah solusi yang tepat agar Anda tidak memiliki risiko hamil.

Jika ingin tetap melakukan hubungan seks dengan pasangan, lakukanlah pada saat Anda tidak sedang dalam masa subur. Untuk hal ini, Anda harus mencari tahu sendiri siklus kesuburan Anda karena setiap wantia memiliki masa subur yang berbeda-beda.

Jangan ragu mengganti alat kontrasepsi

“Sudah nyaman” adalah alasan sebagian besar wanita yang tidak ingin mengganti alat kontrasepsinya. Misalnya, seorang wanita sudah terbiasa menggunakan pil KB. Namun, seperti yang kita ketahui pil KB tidak benar-benar melindungi Anda dari penyakit menular seksual. Selain itu, lupa minum pil KB juga dapat meningkatkan risiko kehamilan.

Apabila kontrasepsi yang Anda gunakan saat ini tidak cukup efektif, jangan enggan untuk beralih ke kontrasepsi yang aman. Kenyamanan memang menjadi prioritas dalam memilih alat kontrasepsi. Akan tetapi, Anda juga harus mempertimbangkan kualitas dan kemampuan alat kontrasepsi yang Anda gunakan.

Berhenti mengeluh soal kontrasepsi estrogen

Beberapa wanita mungkin tidak tahan dengan efek samping yang ditimbulkan oleh kontrasepsi yang mengandung hormon estrogen. Jangan hanya mengeluh saja, segera ganti kontrasepsi estrogen Anda dengan kontrasepsi yang hanya mengandung progestin.

Perlu Anda ketahui bahwa kontrasepsi yang mengandung progestin lebih aman bagi wanita segala usia atau wanita yang sedang menyusui. Keampuhan kontrasepsi progestin juga cukup baik dalam menunda kehamilan.

Stop pemahaman kontrasepsi darurat adalah aborsi

Penggunaan kontrasepsi yang bagus dapat membantu Anda mengendalikan kehamilan. Namun, kontrasepsi darurat seperti pil kontrasepsi darurat lebih banyak digunakan oleh wanita yang lupa minum pil KB atau berhubungan intim tanpa menggunakan kondom.

A day dreamer and a night thinker.