Infeksi Saluran Kemih

Komplikasi Infeksi Saluran Kemih

Komplikasi infeksi saluran kemih(ISK) terjadi pada saat pasien yang terinfeksi tidak cepat mendapat pengobatan yang tepat. Jika dibiarkan begitu saja, ISK memang dapat menyebabkan komplikasi yang mengganggu kesehatan pasien.

Bahkan, komplikasi yang disebabkan karena ISK ini dapat membuat pasien harus menjalani rawat inap di rumah sakit agar mendapatkan penanganan medis yang tepat. Berikut adalah beberapa komplikasi yang dapat dialami oleh pasien penderita ISK.

Infeksi yang terus berulang

Seseorang, terutama wanita, yang mengalami ISK lebih dari tiga kali dapat berisiko tinggi mengalami kerusakan ginjal permanen dari infeksi ginjal kronis akibat ISK yang tidak kunjung diobati. Pasien dengan ISK pertama yang kondisinya membaik tanpa diobati secara medis juga mungkin terinfeksi lagi di kemudian hari.

Begitupun dengan pasien yang mengonsumsi antibiotik tidak sesuai resep dokter, contohnya ketika pasien merasa gejala ISK sudah mereda, lalu berhenti minum obat padahal resep belum habis.

Bayi lahir secara prematur

Wanita hamil yang mengalami ISK juga berisiko melahirkan bayi secara prematur. Meskipun kelahirannya masuk dalam waktu bersalin yang normal, maka bayi juga bisa lahir dengan berat badan yang rendah jika infeksi saluran kemih ibunya tidak segera diobati.

Penyempitan uretra

Hal ini umumnya dialami pasien ISK berjenis kelamin pria. Penyempitan uretra (striktur) biasanya banyak dialami oleh pasien dengan uretritirs gonokokal.

Sepsis

Sepsis adalah komplikasi infeksi saluran kemih yang paling mengancam keselamatan jiwa pasien. Kondisi ini terjadi ketika infeksi naik ke saluran kemih, lalu masuk ke dalam ginjal dan menyebar ke seluruh tubuh sehingga mengancam jiwa.

ISK bukan penyakit yang mengancam jiwa penderita. Akan tetapi, komplikasi infeksi saluran kemih dapat mengganggu kesehatan, bahkan juga mengancam nyawa pasien jika tidak segera diobati secara tepat.