Impotensi

Pengobatan Impotensi

Selain perawatan mandiri, modifikasi gaya hidup, dan mengurangi kebiasaan buruk, ada beberapa teknik pemberian obat-obatan dan tindakan medis yang bisa membantu Anda mengatasi impotensi.

Para ahli medis akan memberikan pengobatan yang tepat agar kondisi impotensi yang Anda alami tidak semakin parah dan berulang di kemudian hari. Pengobatan atau terapi impotensi dipilih berdasarkan kondisi kesehatan pasien dan seberapa parah impotensi yang dialami pasien.

Berikut adalah sejumlah pengobatan impotensi yang akan disarankan oleh ahli medis untuk menangani pasien impotensinya:

Obat-Obatan Oral

Obat impotensi oral memiliki efek untuk meningkatkan nitrat oksida, zat kimia alami di dalam tubuh yang dapat melemaskan otot-otot penis. Pengobatan ini berfungsi untuk meningkatkan aliran darah dan memungkinkan pasien untuk mendapatkan ereksi saat memperoleh rangsangan seksual. Inilah beberapa obat-obatan oral untuk impotensi:

  • Sildenafil (Viagra)
  • Tadalafil (Cialis)
  • Vardenafil (Levitra, Staxyn)
  • Avanafil (Stendra)

Setiap obat di atas memiliki dosis dan efek samping yang berbeda-beda. Adapun efek samping yang biasa dirasakan oleh pasien yang mengonsumsi salah satu obat impotensi di atas adalah kemerahan, hidung tersumbat, sakit kepala, sakit perut, dan sakit punggung.

Injeksi Di Organ Vital

Beberapa obat harus langsung disuntikkan ke penis agar pasien segera mendapatkan ereksi. Obat yang paling sering digunakan untuk injeksi di organ vital ini adalah Alprostadil, Papaverine, dan Phentolamine. Metode ini menggunakan jarum halus untuk menyuntikkan obat ke dasar atau bagian samping dari penis.

Terapi impotensi dengan injeksi obat ini dapat menghasilkan ereksi yang berlangsung sekitar 20 – 40 menit. Jika pasien mengalami ereksi lebih dari satu jam, maka ahli medis harus mengurangi dosisnya agar pasien tidak memiliki potensi komplikasi jangka panjang.

Penggantian Hormon Testosteron

Beberapa pria yang mengalami impotensi bisa disebabkan karena rendahnya kadar hormon testosteron di dalam tubuh. Terapi penggantian testosteron ini adalah pengobatan yang tepat bagi pria impotensi dengan kadar testosteron yang rendah.

Pompa Penis

Vakum pengangkat ereksi adalah sebuah tabung hampa dengan pompa yang menggunakan tenaga tangan atau baterai. Pengobatan impotensi dengan metode pompa penis ini dimulai dengan meletakkan penis ke dalam tabung. Kemudian alat tersebut akan memompa agar alirah darah memenuhi penis. Setelah itu, selipkan cincin ketegangan di sekitar pangkal penis untuk menahan aliran darah sehingga ereksi yang timbul dapat bertahan lebih lama. Ereksi yang dihasilkan oleh metode ini umumnya terjadi cukup lama, sehingga memberi kesempatan pada pasien untuk melakukan hubungan seks.

Implan Penis

Jenis pengobatan impotensi yang satu ini melibatkan pembedahan untuk menempatkan perangkat di kedua sisi penis. Implan terdiri dari karet dan semigrid. Dari semua jenis pengobatan yang tersedia, implan penis memberikan angka keberhasilan yang paling memuaskan bagi pasien impotensi.

Operasi

Tindakan operasi dilakukan jika obat impotensi oral sudah tidak dapat mengatasi penyumbatan pada suplai aliran darah ke penis. Jenis pengobatan ini juga dilakukan bagi pria yang mengalami impotensi karena masalah anatomi yang serius, seperti cedera di area panggul.