Hubungan Pernikahan Terasa Renggang? Selamatkan dengan 3 Langkah Ini

Pernikahan tidak seindah kartun semasa kecil. Ada persoalan yang harus dihadapi bersama. Dan saat persoalan itu datang, janganlah menyerah lalu pergi. Ini 3 hal yang dapat Anda lakukan untuk tetap dekat dengan pasangan dan mempertahankan rumah tangga.

mempertahankan rumah tangga

SAAT baru-baru menikah, hanya ada Anda dan pasangan. Meski masalah datang silih-berganti, segalanya tampak mudah dihadapi karena Anda dan pasangan masih berada dalam fase “bulan madu”. Lagipula, hanya ada Anda berdua. Ada banyak waktu untuk berdiskusi dan mengatasi masalah. Anda juga tak kesulitan menemukan waktu berkualitas untuk menyegarkan kembali hubungan.

Namun, saat si kecil akhirnya datang, Anda dan pasangan mulai kesulitan mengatasi masalah. Mayoritas waktu tercurahkan untuk kebutuhan dan keperluan si kecil. Kalaupun ada masalah antara Anda dan pasangan, kalian berdua lebih memilih untuk tidak membicarakannya.

Kalian memilih untuk menyimpan energi demi si kecil. Sayangnya, masalah yang diendapkan tanpa pernah diselesaikan tak pernah berakhir baik. Anda dan pasangan mulai renggang dan kehilangan keakraban.

Anda pun mulai tak yakin dengan rumah tangga kalian. Apakah mempertahankan rumah tangga bisa dilakukan? Jawabannya bisa!

Ikuti cara menyelamatkan rumah tangga di bawah ini! Tiga langkah saja untuk mempertahankan rumah tangga Anda dan pasangan.

Pikirkan yang Sedang Terjadi

Hindari keputusan yang emosional dengan cara memikirkan situasi yang terjadi secara masak-masak. Sebelum memutuskan untuk berpisah, renungkan seberapa buruk kondisi yang sedang terjadi.

Apakah Anda dan pasangan sudah tak saling mencintai lagi? Atau kalian berdua hanya menyimpan kemarahan dan kekecewaan yang belum sempat terucapkan? Jika memang diperlukan, buatlah daftar plus minus dari pernikahan Anda dan pikirkan apakah kelebihan pernikahan kalian pantas diperjuangkan jika dibandingkan dengan kekurangannya.

Hal lain yang perlu Anda pahami adalah kehidupan terus berjalan. Hidup bukan soal rumah tangga Anda dan pasangan saja. Di luar rumah, Anda dan pasangan menjalani kehidupan masing-masing.

Jadi, bisa saja sebenarnya kemarahan dan kekecewaan datang dari sumber lain dan bukan dari pasangan atau pernikahan kalian. Alih-alih melampiaskan kemarahan pada pasangan, jadikan pasangan sebagai teman terbaik untuk mendiskusikan masalah Anda.

Baca juga:Hubungan dengan Si Dia Mulai Membosankan? Lakukan 5 Hal Ini

Rencanakan Langkah Selanjutnya

Bila akar masalah rumah tangga Anda telah ditemukan, tentukan langkah selanjutnya untuk memperbaiki keadaan. Mulailah dengan membuat daftar apa yang Anda dan pasangan inginkan dan butuhkan dalam sebuah rumah tangga.

Apakah ada benang merah di antara poin-poin tersebut? Atau justru ada perbedaan yang signifikan?

Jika memang Anda dan pasangan memiliki keinginan yang berbeda, temukan jalan tengah di antara keduanya. Anda dan pasangan mesti berkompromi dan membuang ego untuk kemudian menyesuaikan ekspektasi kalian berdua.

Pikirkan pula strategi untuk berbicara kepada pasangan. Jangan sampai Anda menyampaikan hal ini dengan cara yang buruk dan malah memperkeruh keadaan.

Cara menyelamatkan rumah tangga juga dapat ditempuh dengan meminta bantuan pihak lain. Tunjuk satu orang yang Anda berduasama-sama segani dan percayai sebagai mediator.

Baca juga:Lakukan 5 Hal Ini Setiap Hari Agar Pernikahan Tetap Langgeng

Bersabarlah Saat Proses Perubahan

Perubahan tak semudah membalikkan telapak tangan. Anda dan pasangan sudah terjebak dengan pola perilaku yang sama selama bertahun-tahun. Jadi, jelas bukan hal mudah untuk mengubah perilaku yang sudah tertanam dalam.

Ketahuilah bahwa persoalan tidak akan selesai dalam satu diskusi saja. Malahan, Anda mungkin akan semakin merasa marah dan sakit hati pada percobaan pertama. Tapi, tak mengapa.

Jangan menyerah dan coba lagi di kesempatan berikutnya. Ketahuilah bahwa proses perubahan ini mungkin akan banyak menguras energi Anda dalam periode yang tidak singkat. Butuh waktu yang panjang, mungkin hingga berbulan-bulan untuk mengubahnya. Bersabarlah karena hasilnya akan sepadan dengan usahanya.

nuriamalia

passionate writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan
    • Malam dokter.. Saya perempuan 26 tahun.. Saya terakhir menstruasi pada tanggal 10 September.. Setelah itu mulai tanggal 14 September sudah mulai berhubungan denga pasangan.. Yang ingjn saya tanyakan, apakah bisa kemungkinan hamil? Yang kedua, pada saat selesai berhubungan muncul bercak darah. Apakah itu berbahaya atau tidak? Terimakasih

    • 1 Balasan 7 hours ago

    • Assalamualaikum dok saya mau menanyakan kan saya awal menstruasi tanggal 8 agustus lalu kalau lewat dari tanggal 8 september akan terjadi sesuatu atau saya hamil ya dok, dan 2 hari ini saya mengalami flek coklat sebelum tanggal menstruasi saya gitu dok ? Semoga di jawab ya dok

    • 1 Balasan 2 weeks ago

    • Selamat sore dok Mau tanya, sy baru menikah tgl 18 bulan 8 kemarin. Awal menstruasi tanggal 9. Sampai sekarang saya belum ada tanda-tanda hamil. Padahal haid sy teratur tiap bulanny, tapi haid saya setiap hari pertama selalu sangat sakit. Dan setiap sy dan suami brhubungan, keluar cairan kental(lendir) bening berwarna orange kemerahan seperti darah. apakah  … Read more

    • 1 Balasan 2 weeks ago