HIV

Perawatan HIV

Penanganan utama dari infeksi HIV adalah dengan pengobatan menggunakan obat antiretroviral. Cara lainnya adalah dengan melakukan pencegahan sebelum bisa tertular oleh HIV.

Oleh karena itu, melakukan hubungan seks yang sehat dan dengan pengaman adalah penting untuk mencegah terjadinya infeksi HIV. Perawatan infeksi HIV di luar pengobatan medis lebih kepada deteksi dini dan pendampingan penderita dalam menjalani pengobatan HIV.

Pemeriksaan HIV untuk mendapatkan deteksi dini adalah hal yang sangat tidak nyaman, beberapa orang bahkan menolak untuk diperiksa walaupun mereka memiliki kemungkinan terinfeksi yang tinggi. Padahal dengan mendapatkan pemeriksaan dini, pengobatan bisa dimulai lebih awal dengan harapan hasilnya akan sangat baik ke depannya.

Amatlah penting agar Anda mendiskusikan kondisi Anda dan memiliki pendamping untuk lebih memahami pentingnya diperiksa dan bagaimana Anda dapat menghadapi hasilnya kelak. Dokter, konsultan HIV, atau mungkin penasihat spiritual dapat membantu anda dalam pendampingan selama pemeriksaan.

Anda bisa menghubungi yayasan HIV/AIDS di lingkungan anda untuk info lebih lanjut. Yayasan ini biasanya memiliki sukarelawan pendamping yang sebelumnya pernah mengalami pemeriksaan yang sama dan dapat menjadi teman bicara. Anda tidak perlu melalui ini sendirian.

Apabila hasil pemeriksaan HIV Anda adalah positif, Anda perlu menciptakan rencana ke depannya untuk mengurus dan melindungi diri dan juga orang-orang di sekitar Anda.

HIV bukanlah “vonis pasti kematian” sebagaimana di masa lalu. Banyak penderita HIV yang dapat hidup lama dan juga bahagia. Akan tetapi, perawatan medis yang berkesinambungan adalah penting agar Anda bisa hidup secara baik dan berhasil dengan HIV.

Setiap orang dengan hasil pemeriksaan HIV yang positif memiliki kewajiban untuk memberitahukan kepada semua pasangan seksual mereka sebelumnya agar mereka juga dapat diperiksa dan diobati apabila diperlukan. Termasuk juga orang yang mungkin pernah berbagi jarum suntik atau peralatan medis lainnya dengan Anda.

Selain pasangan seksual Anda yang secara langsung terpengaruh oleh kondisi HIV Anda, kepada siapa Anda memutuskan untuk berbagi merupakan keputusan pribadi Anda sendiri.

Jika dirasa sulit, Anda juga bisa meminta bantuan sukarelawan pendamping untuk dapat mencari tahu cara terbaik untuk memberitahukan kondisi Anda kepada orang terdekat, keluarga, dan terutama anak-anak Anda.