HIV

Pengertian HIV

AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah penyakit infeksi virus akibat dari invasi HIV (Human Immunodeficiency Virus). Pengertian AIDS secara umum adalah kumpulan gejala penurunan daya tahan tubuh yang didapat, bukan termasuk penyakit autoimun (penurunan imun akibat daya tahan tubuh yang menyerang sel imun sendiri).

HIV

Pengertian HIV tidak sama dengan AIDS. HIV adalah virus penyebab penyakit AIDS yang bila masuk ke dalam tubuh akan dapat merusak sel T, yaitu sel darah putih yang berfungsi sebagai daya tahan tubuh melawan virus dan bakteri.

Tubuh memerlukan sel T (kelompok sel darah putih) untuk melawan infeksi. Biasanya, virus HIV akan menyebar melalui cairan tubuh yang terinfeksi dan mengandung HIV seperti darah, ASI, sperma, cairan vagina, dan cairan dari dubur.

Penyebab HIV

Penyebab HIV adalah virus HIV yang merupakan mutasi dari SIV, sejenis virus yang menyerang simpanse di Afrika. Ketika masuk dalam tubuh, maka virus ini akan berkembang biak dengan cepat dan merusak sistem kekebalan tubuh.

Pencegahan HIV

Sayangnya, belum ada vaksin yang dapat mencegah infeksi HIV. Namun, penularan HIV dapat dicegah dengan cara menjauhi seks bebas, memakai jarum suntik yang steril, serta memakai kondom.

Gejala HIV

Mereka yang terinfeksi virus HIV biasanya akan melalui 3 tahap gejala jika tidak segera diobati. Fase pertama atau yang disebut fase akut, umumnya baru muncul beberapa minggu setelah infeksi terjadi. Pada tahap ini, virus akan berkembang biak dengan cepat, sehingga menyebabkan sistem imun tubuh bereaksi dengan cara memproduksi antibodi HIV. Gejala yang menyertai penderita HIV pada fase ini sangat mirip dengan flu, dan pada masa ini virus memiliki potensi menular yang cukup tinggi.

Bila gagal terdeteksi dan tak segera diobati, maka infeksi akan memasuki tahap selanjutnya yang disebut fase kronis (disebut juga fase jendela atau window period). Meski pada fase ini mungkin tidak didapatkan gambaran gejala yang berarti, namun virus tetap berkembang biak dan merusak tubuh. Fase kronis biasanya memakan waktu yang cukup lama hingga 10 tahun atau lebih.

Kalau penderitanya tidak segera menjalani terapi antiretroviral, maka penyakit bisa berkembang menjadi AIDS. Jika sampai terinfeksi AIDS, maka sistem imun tubuh sudah berada dalam kondisi yang terlalu lemah untuk melawan infeksi dan berbagai virus penyakit lainnya.

Diagnosa HIV

Diagnosa HIV dapat dilakukan melalui serangkaian tes seperti:

  • Tes darah
  • Tes antibodi
  • Tes asam nukleat (tes pemeriksaan DNA virus)

Komplikasi HIV

Ketika seseorang terinfeksi HIV yang kemudian membuatnya terkena AIDS, maka sistem kekebalan tubuhnya akan melemah secara drastis. Pada saat itu, tubuhnya rentan akan berbagai serangan penyakit lainnya seperti radang paru-paru, TBC, infeksi parasit, virus, maupun jamur, kanker, gangguan ginjal, hingga penyakit menular seksual.

Perawatan HIV

Dokter biasanya menyarankan penderita HIV untuk menjalani terapi antiretroviral (ART) yang fungsinya:

  • Menghentikan virus agar tidak berkembang biak
  • Melindungi kekebalan tubuh
  • Meminimalisir penularan

Pengobatan HIV

Saat seseorang menjalani pengobatan HIV melalui konsumsi ART secara teratur, maka disarankan penderita melakukannya sesuai anjuran dokter agar tak terjadi kerusakan tubuh yang lebih parah. Beberapa efek samping yang mungkin menyertai pengobatan HIV antara lain sakit kepala, bengkak pada mulut maupun lidah, hingga kerusakan liver.