Herpes Genital

Komplikasi Herpes Genital

Komplikasi serius akibat infeksi herpes genital sangat jarang terjadi. Namun begitu, komplikasi herpes genital bisa mempengaruhi bagian tubuh lain, seperti otak, paru-paru, atau mata. Biasanya, yang mengalami komplikasi herpes genital seperti ini adalah orang dengan sistem imun tubuh yang lemah atau penderita HIV.

Komplikasi herpes genital dapat pula berbahaya bagi ibu hamil. Bila Anda menderita herpes genital sebelum masa kehamilan, risiko penularan penyakit kepada bayi yang baru dilahirkan sangatlah kecil.

Ini karena saat melahirkan tubuh Anda akan mengeluarkan antibodi yang melindungi bayi dari penularan penyakit menular seksual seperti herpes genital. Namun, bila Anda menderita herpes genital sesaat masa melahirkan, risiko penularan akan meningkat drastis.

Yang perlu diketahui pula, bila Anda menderita herpes genital di 26 minggu pertama masa kehamilan, Anda tak perlu mengkhawatirkan risiko keguguran atau perkembangan bayi dalam kandungan. Namun Anda perlu khawatir akan dua risiko ini bila menderita herpes genital di minggu ke-27 dan seterusnya.

Risiko penularan herpes genital kepada bayi meningkat setelah minggu ke-26 karena fisik sang calon ibu tak punya waktu cukup untuk membentuk antibodi. Untuk menghindari penularan herpes genital kepada bayi, Anda harus melahirkan lewat proses caesar alih-alih normal.

Jangan sampai bayi Anda mengalami herpes neonatal yang biasanya terjadi di dekat masa melahirkan. Penyakit ini bisa sangat serius karena akan menginfeksi mata, mulut, kulit, hingga otak. Bila hanya fisik luar yang terinfeksi, penyembuhan total lebih mudah dilakukan. Namun, bila organ dalam yang terinfeksi, risiko kematian mungkin saja terjadi.

Komplikasi lainnya yang ditemukan akibat infeksi herpes genital diantaranya adalah :

  • Neuropati otonomik, yaitu kondisi dimana penderita tidak dapat menahan hasrat buang air kecil akibat gangguan otot penahan pada klep antara kandung kemih dan saluran kencing.
  • Meningitis aseptik
  • Penyebaran ke daerah luar genital
  • Infeksi sekunder oleh jamur Candida atau Streptococci.
  • Masalah psikologis dan psikoseksual akibat stigma penyakit menular seksual dan luka pada kelamin penderita
  • Pada penderita dengan HIV yang mengalami infeksi primer tanpa diobati, maka penyakit dapat berkembang menjadi lesi mukokutaneus (kulit dan selaput lendir pada mulut dan saluran kencing)
  • Komplikasi berat lainnya yang pernah dilaporkan adalah hepatitis fulminan, pneumonia, penyakit neurologis, dan infeksi disseminata