Gonore

Penyebab Gonore

Penyebab infeksi gonore adalah bakteri yang dinamakan Neisseria gonorrhoeae atau juga dikenal dengan nama gonoccoci atau gonococcus. Bakteri ini paling sering ditularkan melalui hubungan seksual yang berisiko (tanpa menggunakan pengaman) atau melalui cairan tubuh dari orang yang sudah lebih dulu terinfeksi gonore. Bakteri gonore ditemukan sejak 1879 dan diketahui sebagai penyakit menular seksual yang paling tua.

Karena bakteri penyebab gonore adalah spesifik bakteri N. Gonorrhoeae, maka isolasi bakteri gonococcus ini pada cairan tubuh penderita merupakan salah satu cara memastikan adanya infeksi gonore. Pasien yang terjangkit infeksi gonore sebanyak 50% sampai 70% diketahui juga terinfeksi klamidia, bakteri yang juga menjadi penyebab penyakit menular seksual.

Infeksi gonore biasanya disebabkan oleh penularan melalui hubungan seksual tanpa pengaman dengan orang yang sudah lebih dulu terjangkit penyakit gonore. Hubungan seksual yang berisiko menularkan gonore ini tidak hanya vaginal tetapi juga seks oral maupun seks anal. Sehingga, bakteri gonore akan mengenai dan berkembang di sistem reproduksi, anus, atau tenggorokan.

Pada kasus infeksi gonore pada bagian tubuh lain, seperti mata atau sendi, biasanya terjadi karena infeksi yang sudah menyebar atau tertular melalui ibu kepada bayi yang baru lahir. Bakteri gonore memiliki karakteristik, yaitu mudah menginfeksi lapisan membran mukus. Hal inilah menyebabkan infeksi gonore dapat dengan mudah menular melalui mukosa mulut dan anus, selain melalu kontak pada saluran urogenital. Penularan dari ibu yang terinfeksi kepada bayi yang baru lahir dapat terjadi melalui kontak langsung pada jalur lahir dimana lapisan membran mukus jalur lahir ibu mengandung bakteri gonore.

Bakteri gonore tidak bisa ditularkan melalui kontak dengan WC atau toilet umum, atau pegangan pintu dan tempat tidak higienis lainnya. Bakteri gonore membutuhkan tempat berkembang yang spesifik yakni adalah tempat yang lembab, yaitu membran mukus di dalam tubuh manusia. Bakteri gonore akan mati di luar tubuh hanya dalam hitungan detik hingga menit, sehingga bakteri ini tidak bisa hidup di permukaan kulit tangan, kaki, maupun lengan.