Gonore

Komplikasi Gonore

Gonore yang tidak diobati dengan tepat atau infeksi berulang dari gonore dapat menyebabkan komplikasi gonore yang serius dan mengakibatkan masalah permanen pada pria maupun wanita.

Komplikasi gonore pada wanita

Gonore yang tidak ditangani akan menyebar ke uterus dan tuba falopi yang menyebabkan pelvic inflammatory disease (PID) atau penyakit radang panggul. PID berbahaya karena dapat menyebabkan tuba falopi menjadi luka dan menimbulkan jaringan parut akibat luka yang dapat menghambat perjalanan sperma untuk membuahi sel telur yang matang sehingga berisiko menyebabkan kemandulan.

Komplikasi lain dari gonore adalah infeksi yang menyebabkan timbulnya abses pada indung telur (ovarium) atau di sekitarnya yang dekat dengan tuba falopi. Nyeri kronis pada daerah panggul juga sering dilaporkan menjadi komplikasi akibat infeksi gonore. Selain itu, penyakit menular seksual gonore yang tidak diobati juga akan meningkatkan dengan resiko kehamilan ektopik, yaitu kondisi dimana telur yang dibuahi berkembang di luar rahim. Kondisi ini tentunya berbahaya bagi ibu dan dapat menyebabkan keguguran karena janin tidak dapat berkembang dengan sempurna di luar rahim.

Komplikasi gonore pada wanita hamil

Komplikasi yang timbul pada wanita hamil dengan infeksi gonore yang tidak diobati diantaranya adalah :

  • Risiko keguguran lebih tinggi
  • Kontraksi prematur
  • Ketuban pecah dini (KPD) dimana selaput ketuban pecah lebih awal dan cairan ketuban keluar sebelum kontraksi kelahiran mulai.
  • Kelahiran prematur. Janin yang lahir prematur memiliki resiko kesehatan yang lebih tinggi.
  • Infeksi pada rahim ibu (endometritis)

Apabila sang ibu memiliki penyakit infeksi gonore ketika melahirkan, bayi yang baru lahir dapat terinfeksi gonore juga. Wanita dengan infeksi gonore dan bayi baru lahir yang terinfeksi dapat mengalami komplikasi jangka panjang dari penyakit gonore.

Komplikasi gonore pada pria

Pada pria, infeksi gonore yang tidak diobati dengan tepat dapat menyebabkan epididimitis, yaitu peradangan pada epididimis, saluran sperma yang terletak di belakang organ testis, tempat sperma diproduksi. Gangguan ini bisa membuat testis terasa nyeri, bengkak, serta keluar darah ketika ejakulasi atau buang air kecil. Walaupun epididimitis bisa ditangani, tetapi jika terlambat akan menyebabkan kemandulan. Kondisi epididimitis juga akan membuat saluran kencing terluka sehingga saat buang air kecil akan terasa perih atau terbakar.

Komplikasi lainnya adalah prostatitis, yaitu peradangan pada kelenjar prostat. Kelenjar prostat berfungsi menghasilkan semen, cairan pelumas yang keluar ketika ejakulasi bersamaan dengan sperma. Peradangan pada prostat dapat menyebabkan rasa nyeri atau keluar darah ketika ejakulasi dan juga buang air kecil. Bila tidak diatasi, ejakulasi dan urin yang bercampur darah juga dapat meningkatkan risiko kemandulan akibat infeksi peradangan yang menyebar ke testis.

Komplikasi lainnya yang jarang terjadi adalah striktura urethra, yaitu akibat luka infeksi gonore yang berulang, sehingga menyebabkan timbulnya jaringan parut pada saluran urethra. Hal ini membuat saluran urethra menyempit, sehingga air kemih serta cairan semen dan sperma tidak dapat mengalir keluar. Gejala yang dialami adalah kesulitan ketika buang air kecil disertai rasa nyeri yang berlebihan ketika buang air kecil.

Komplikasi pada pria dan wanita

Infeksi gonore yang terlalu lama dibiarkan akan menyebabkan komplikasi yang jauh lebih sulit dan fatal. Bakteri akan terus menyebar melalui aliran darah dan menginfeksi bagian tubuh lain seperti mata, tenggorokan, dan sendi. Demam, ruam, kulit terasa perih, nyeri sendi, pembengkakan dan kaku pada sendi dapat muncul ketika infeksi sudah menyebar.

Konjungtivitis gonore, yaitu peradangan selaput mata akibat infeksi kuman gonore dapat terjadi apabila infeksi menyebar ke organ mata. Pada kasus yang lebih ekstrem, bakteri bisa mencapai aliran darah dan berkembang biak akibat imunitas penderita yang rendah, lalu menyebabkan septikemia yang dapat memicu terjadinya sepsis. Sepsis adalah infeksi peradangan yang dapat mengenai dan merusak beberapa organ tubuh sekaligus dan menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan segera.

Komplikasi lainnya dari gonore yang dapat mengenai organ tubuh selain organ reproduksi pada pria dan wanita adalah :

  • Selulitis yaitu infeksi pada lapisan kulit.
  • Arthritis, suatu infeksi peradangan yang mengenai sendi. Sendi yang sering terkena adalah sendi lutut dan persendian tangan.
  • Infeksi dan peradangan pada katup dan bilik dari jantung (endokarditis).
  • Infeksi dari cairan dan jaringan yang menyeliputi bagian otak dan syaraf tulang belakang (meningitis)

Resiko HIV/AIDS lebih tinggi

Pengidap gonore lebih rentan terhadap human immunodeficiency virus atau HIV, virus yang dapat menyebabkan AIDS. Pasien yang mengidap gonore dan HIV akan lebih mudah menularkan kepada pasangannya dibanding dengan mereka yang hanya terjangkit HIV.

Komplikasi pada bayi yang baru lahir

Bayi yang baru lahir dan terkena kontak dengan ibu yang mengidap gonore ketika proses kelahiran dapat menyebabkan komplikasi yang diantaranya adalah:

  • Konjungtivitis, yaitu peradangan selaput mata bagian luar. Komplikasi ini merupakan yang paling sering timbul pada bayi yang baru lahir. Komplikasi ini bisa membuat mata bayi buta jika tidak ditangani
  • Infeksi pada aliran darah (sepsis)
  • Peradangan pada sendi (arthritis)
  • Infeksi pada kulit kepala
  • Infeksi pada cairan dan jaringan sekitar otak dan syaraf tulang belakang (meningitis)