Gonore

Gejala Gonore

Sebanyak 1 dari 10 kasus infeksi gonore pada pria dan hampir sebagian dari seluruh kasus gonore pada wanita menunjukkan gambaran asimtomatis atau tidak adanya gejala spesifik. Ini berarti pasien tidak menyadari gejala gonore yang dirasakan. Tanda-tanda gonore juga cenderung samar, sehingga begitu pasien menyadarinya, gonore sudah menginfeksi bagian tubuh lain. Namun, ciri-ciri gonore umumnya terlihat pada sistem reproduksi karena penyebaran penyakit gonore biasanya adalah dari hubungan seksual yang berisiko tinggi (tidak menggunakan pengaman).

Gejala gonore pada sistem reproduksi

Pada pria, umumnya gejala akan muncul setelah 2-14 hari pasca terkena infeksi dengan ciri-ciri gejala gonore seperti:

  • Gejala urethritis (radang saluran kemih urethra): merupakan gambaran gejala paling sering timbul pada pria. Gejala ditandai oleh rasa terbakar ketika buang air kecil dan disertai keluar cairan bening dari penis. Apabila tidak diobati, beberapa hari kemudian, cairan yang keluar menjadi lebih kental dan berwarna putih kehijauan dan seringkali juga bercampur darah.
  • Epididimitis akut (radang epididimitis akut): Epididimitis adalah bagian dari organ testis. Gejala yang biasanya timbul pada salah satu testis berupa nyeri, bengkak, dan sering disertai keluarnya nanah dari urethra (saluran kemih)
  • Striktur urethra: merupakan komplikasi dari gonore yang tidak diatasi dengan benar. Timbul striktura (penyempitan akibat jaringan parut luka) pada saluran urethra. Gejala ini jarang ditemukan tetapi bisa terjadi, terutama apabila aliran kencing berkurang pada kondisi infeksi gonore sedang terjadi, begitu pula apabila terdapat komplikasi peradangan pada prostat dan kandung kemih.
  • Infeksi rektal: timbul gejala nyeri pada anus, rasa gatal yang berlebihan, keluar cairan dari anus atau tenesmus (otot anus yang terus mengejang).
  • Pembengkakan kelenjar pada tenggorokan: gejala ini umumnya terjadi akibat penularan melalui hubungan oral seks.

Pada wanita, gejala gonore sering asimtomatis (tidak tampak). Pada banyak kasus, penderita merasa bahwa mereka terkena infeksi jamur, sehingga seringkali salah penanganan. Keluarnya cairan dari vagina memang bisa menjadi gejala penyakit infeksi selain gonore. Akan tetapi, untuk mengetahui gejala gonore secara khusus, berikut adalah gejala gonore pada wanita:

  • Keluar cairan kuning kehijauan atau keputihan berlebih dari vagina
  • Nyeri pada perut bagian bawah atau panggul
  • Terasa terbakar saat buang air kecil
  • Keluar bercak darah setelah hubungan intim
  • Pendarahan tidak normal saat menstruasi
  • Pembengkakan pada vulva
  • Nyeri dan bengkak pada tenggorokan setelah seks oral
  • Rasa nyeri setiap melakukan hubungan seksual
  • Nyeri kram yang timbul di luar siklus menstruasi

Gejala gonore pada bagian tubuh lain

Gonore tidak hanya menyerang sistem reproduksi tetapi dapat menjalar ke bagian mulut, tenggorokan, anus, bahkan mata dan bagian sendi.

  • Anus atau rektum: Dubur terasa gatal dan keluar cairan seperti nanah dari dalam anus. Terlihat bercak darah yang terang jika diseka dengan tisu, serta harus mengejan keras saat buang air besar. Pada kasus yang lanjut dapat timbul tenesmus ani, yaitu kejang otot pada anus yang terjadi terus menerus.
  • Mata: Infeksi gonore yang menjalar ke mata akan membuat mata sensitif terhadap cahaya (fotofobia), mata terasa sakit atau merah, serta keluar cairan seperti nanah dari salah satu atau kedua mata.
  • Tenggorokan: Tanda-tanda gonore yang terlihat pada tenggorokan adalah radang pada tenggorokan, serta pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
  • Sendi: Jika satu atau lebih dari satu sendi terinfeksi bakteri (septic arthritis), sendi yang terinfeksi akan terasa hangat, memerah, bengkak, dan terasa sangat nyeri, terlebih jika digerakkan.

Segera buat janji dengan dokter jika mengalami gejala gonore atau merasakan nyeri saat buang air kecil, serta keluar cairan dari dalam vagina, penis, atau anus. Penting bagi Anda untuk mendiskusikan gejala yang dialami dan memberi tahu pasangan jika Anda terinfeksi gonore. Hal ini agar pasangan bisa memeriksakan diri. Begitupun sebaliknya, jika pasangan anda terinfeksi gonore, sebaiknya Anda juga memeriksakan diri. Ini penting dilakukan agar anda maupun pasangan tidak saling menginfeksi.

Setelahnya, Anda wajib tetap memeriksakan diri, sekalipun pasangan telah terobati. Lakukan pemeriksaaan secara berkala jika anda sering bergonta-ganti pasangan. Deteksi dini infeksi gonore akan memberikan hasil kesembuhan yang lebih tinggi, mengurangi angka kekambuhan kembali, dan terjadinya komplikasi akibat terlambat penanganan infeksi gonore tersebut.