Fakta Tentang Ejakulasi Pria yang Perlu Anda Tahu

Cairan apa saja sih yang sebenarnya dikeluarkan saat ejakulasi pria? Apakah benar hanya sperma saja? Kalau selama ini Anda cukup penasaran dengan hal apa saja yang terjadi saat melakukan hubungan intim, simak fakta-faktanya melalui artikel berikut ini! 

HUBUNGAN intim yang dilakukan pasangan suami istri memang menyimpan sebuah misteri ajaib. Bayangkan saja, dari pembuahan yang dilakukan sperma kepada sel telur bisa tercipta embrio yang nantinya berkembang menjadi makhluk hidup. Luar biasa!

Untuk mengetahui apa saja sebenarnya yang terjadi dalam tubuh seorang pria ketika ia melakukan hubungan intim, simak lebih lanjut ulasan berikut ini.

Latar belakang ejakulasi pria

Ejakulasi pria terjadi saat air mani dikeluarkan dari penis. Umumnya proses ini terjadi ketika seorang pria mencapai orgasme. Namun sebelum klimaks pun, penis biasanya juga tetap mengeluarkan air mani dalam jumlah lebih sedikit, yang terus menetes dari kepala penis. Semua ini timbul akibat adanya rangsangan yang diterimanya.

Air mani memiliki sifat alkalin dan dihasilkan oleh kelenjar Cowper atau bulbouretral (sepasang kelenjar kecil yang posisinya di bawah prostat). Sifat alkalin dari cairan inilah yang juga berfungsi untuk menetralkan tingkat asam dalam saluran kemih.

Yang perlu diketahui adalah setiap kali pria masuk tahap ereksi, ia belum tentu berejakulasi. Lalu kemana perginya cairan mani tersebut? Air mani biasanya akan mengalir melalui saluran kencing dan jumlahnya lama-kelamaan akan menurun.

Tekstur air mani sendiri adalah 90% air, dan cairan ini juga memiliki ciri warna buram, menyerupai susu, dan bentuk mirip opal. Jumlah ‘opal’ ini biasanya meningkat kalau kadar sperma dalam air mani cukup tinggi.

Sebanyak 65% dari air mani yang diejakulasikan dihasilkan oleh seminal vesicle (kantung kecil yang letaknya di bawah prostat), sedangkan sisanya yang 35% dikeluarkan dari prostat. Cairan yang dikeluarkan dari prostat inilah yang biasanya mengandung aroma unik.

Menariknya, saat orgasme, seorang pria bisa mengejakulasikan sekitar 1-5 ml air mani (atau sekitar ½-1 sdt lebih). Dan, tahukah Anda bahwa ketika berejakulasi, seorang pria mampu menyemburkan air mani dengan jarak hampir 1 meter jauhnya. Namun jangan khawatir kalau Anda merasa semburan yang dihasilkan tak sejauh itu karena jarak ‘tembakan’ rata-rata biasanya hanyalah 17-25 cm saja.

Apa yang terjadi kalau seorang pria merasakan orgasme yang berulang-ulang?

Orgasme berulang kali sebenarnya agak jarang bagi pria ketimbang wanita. Dalam waktu 1-2 jam, kebanyakan pria hanya bisa berejakulasi sekali saja. Namun ada juga yang bisa berejakulasi kedua kalinya (bahkan lebih dari itu) dalam waktu 2 jam. Namun kasus semacam ini sangat jarang terjadi.

Apakah banyaknya air mani yang dikeluarkan turut menentukan kesuburan seorang pria?

Beberapa pria menganggap dirinya kurang subur karena air mani yang dihasilkannya tidak terlalu banyak. Namun untungnya, baik jumlah maupun jauhnya jarak semburan saat ejakulasi tidak menentukan kemampuan seorang pria dalam melakukan pembuahan.

Anda bisa tetap dalam kondisi subur walau dengan jumlah air mani yang sedikit. Namun kalau belum terjadi kehamilan juga, air mani tetap perlu dianalisa guna mengungkap faktor lain yang mungkin jadi penyebabnya.

Baca juga: 5 Tips untuk Meningkatkan Kualitas Sperma

Apa yang harus dilakukan ketika Anda mengalami ejakulasi dini?

Ejakulasi dini biasanya terjadi saat seorang pria berejakulasi terlalu cepat. Yang dinamakan ejakulasi dini itu kalau terjadinya 1 menit setelah penetrasi. Ejakulasi dini umumnya juga susah dikendalikan dan tak bisa ditunda. Kalau dibiarkan terus terjadi, maka ejakulasi dini dapat memengaruhi kenikmatan dan kepuasan seksual sehingga menyebabkan frustrasi serta trauma (enggan berhubungan lagi).

Para pria berusia mudalah yang biasanya sering mengalami gangguan yang disebabkan oleh berbagai faktor mulai dari penyakit hingga masalah fisik tersebut. Untuk mencegah terjadinya ejakulasi dini, cobalah praktikkan beberapa tips berikut:

  1. Alihkan pikiran

Kapanpun Anda merasakan klimaks bakal sebentar lagi terjadi, segera ambil nafas panjang dan pikirkan hal lain yang membosankan agar ereksi dapat dilanjutkan tanpa ejakulasi.

  1. Metode start-stop

Selain dengan memikirkan hal membosankan, Anda juga bisa menarik penis keluar dan bersantailah sejenak agar tak terjadi ejakulasi dini. Dengan memulai dan menghentikan rangsangan, Anda bisa memperpanjang hubungan intim yang dilakukan.

  1. Metode squeeze

Dengan meremas ujung penis selama 10-20 detik menjelang ejakulasi, maka itu dapat menahan rangsangan selama 30 detik. Setelah itu, barulah Anda boleh melanjutkan stimulasi. Lakukan metode ini setiap kali hendak ejakulasi.

  1. Kondom yang tebal

Kondom berbahan tebal bisa mengurangi sensitivitas penis.

  1. Lebih banyak foreplay

Rangsang pasangan agar ia bisa mendekati klimaks sebelum Anda melakukan penetrasi sehingga Anda berdua dapat mencapai klimaks dalam waktu bersamaan.

  1. Masturbasi

Cobalah berbagai metode lainnya sendirian yakni melalui masturbasi, guna melihat bagaimana tubuh bereaksi terhadap stimulasi tertentu. Dengan begitu, Anda pun bisa mempelajari cara menunda ejakulasi. Yang terpenting saat ejakulasi dini terjadi, jangan buru-buru putus asa. Sama seperti keahlian lainnya, bercinta itu juga butuh waktu dan latihan.

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.