Ejakulasi Dini

Pengertian Ejakulasi Dini

Pengertian ejakulasi dini menurut konsensus para ahli adalah keadaan disfungsi seksual pada pria yang ditandai dengan ejakulasi dimana selalu atau hampir selalu terjadi sebelum atau kira-kira satu menit setelah penetrasi ke dalam vagina; dan ketidakmampuan untuk menunda ejakulasi pada setiap atau hampir selalu setiap penetrasi vagina; dan disertai adanya konsekuensi negatif terhadap diri pribadi, seperti kondisi tertekan, mengganggu pikiran, frustasi, dan/atau menghindari terjadinya keintiman seksual.

Ejakulasi dini termasuk masalah seksual yang umum dikeluhkan oleh pria. Kurang lebih ditemukan ada satu dari tiga pria yang mengalami ejakulasi dini pada saat tertentu dalam hidupnya.

Ejakulasi dini yang terjadi pada pria dimana frekuensinya sangat jarang merupakan kondisi yang tidak perlu dikhawatirkan. Ejakulasi dini pada pria bisa sembuh dengan sendirinya dan mungkin tidak memerlukan penanganan lebih lanjut apabila kondisi ini tidak berulang atau menetap.

Mengurangi konsumsi alkohol, rokok, dan obat-obatan terlarang mampu mengatasi masalah ejakulasi dini pada beberapa pria. Sebelum Anda mendiagnosa ejakulasi dini pada diri Anda sendiri, sebaiknya perlu dicoba untuk menerapkan gaya hidup sehat dengan mengurangi minuman beralkohol, menghindari menghisap maupun menghirup asap rokok dan menjauhi pemakaian obat-obatan terlarang. Berolahraga secara teratur juga terbukti meningkatkan kualitas kesehatan pria sehingga dapat mengurangi resiko berbagai macam penyakit yang bisa terjadi pada manusia maupun penyakit yang spesifik menyerang pria dewasa.

Gejala Ejakulasi Dini

Hal-hal di bawah ini bisa menjadi acuan apakah Anda mengalami ejakulasi dini:

  • Selalu atau hampir selalu ejakulasi sebelum terjadinya penetrasi atau dalam jangka waktu kurang dari 1 menit setelah penetrasi.
  • Tidak bisa menunda ejakulasi pada setiap atau hampir setiap melakukan hubungan intim.
  • Mengalami perasaan tertekan dan frustasi, dan cenderung menghindari aktivitas seksual atau keintiman terhadap pasangan sebagai konsekuensi dari masalah ejakulasi dini tersebut.

Penyebab Ejakulasi Dini

Faktor psikologis dan biologis dapat menjadi penyebab dari ejakulasi dini pada pria. Rasa cemas berlebih, rasa bersalah, atau depresi juga dapat berperan sebagai faktor yang menyebabkan ejakulasi dini.

Selain itu, efek samping pemakaian obat-obatan tertentu, kecelakaan yang mengakibatkan kerusakan struktur anatomi reproduksi pria, dan gangguan hormon juga dapat menjadi penyebab masalah ejakulasi dini. Banyak pria yang merasa malu membicarakan kondisi masalah ini, padahal sebenarnya ejakulasi dini adalah kondisi yang umum dapat terjadi pada pria dewasa dan dapat disembuhkan melalui beberapa metode.

Perawatan dan Pengobatan Ejakulasi Dini

Proses penyembuhan dari ejakulasi dini bisa dicapai melalui metode pengobatan, konseling, atau dengan cara mempelajari teknik hubungan seksual, maupun kombinasi dari ketiga hal tersebut bisa membantu memperbaiki kehidupan seksual bagi pria dan juga pasangannya. Sangatlah penting untuk mendapat dukungan dari pasangan melalui berkomunikasi soal teknik hubungan seksual yang bisa mencegah ejakulasi dini, dan mengontrol sensasi seksual yang dirasakan.

Dapat disimpulkan bahwa pengertian ejakulasi dini adalah ketika pria tidak bisa mengontrol ejakulasinya dan biasanya ejakulasi dapat terjadi hanya dengan stimulasi seksual yang minim. Namun  perlu diingat bahwa tidak semua ejakulasi dini perlu diwaspadai karena masalah ini umum terjadi pada pasangan baru menikah atau pada pria yang lama tidak ejakulasi.

Sebelum menentukan pengobatan atau penanganan lebih lanjut biasanya dokter ahli akan mempelajari riwayat kesehatan dan seksualitas Anda serta melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa tes laboratorium yang diperlukan. Dan jika diperlukan, dokter juga akan memeriksa pasangan Anda.