Dysmenorrhoea

Komplikasi Dysmenorrhoea

Komplikasi dysmenorrhoea sesungguhnya hampir tidak ada. Namun, gangguan ini bisa menyebabkan terganggunya aktivitas bekerja atau sekolah. Bila dysmenorrhoea dikaitkan dengan penyakit lain, penyakit lain itu bukanlah akibat atau komplikasi dysmenorrhoea. Melainkan, penyakit tersebut sudah ada sebelumnya dan keberadaannyalah yang menyebabkan timbulnya dysmenorrhoea.

Beberapa penyakit organ reproduksi yang dapat menyebabkan dysmenorrhoea ialah fibroid, penyakit menular seksual (PMS), tumor atau kista, dan endometriosis. Penyakit-penyakit inilah yang kemudian memiliki komplikasi. Endometriosis misalnya, dapat menyebabkan permasalahan pada proses pembuahan sel telur, sehingga dapat menghalangi terjadinya kehamilan.

Komplikasi yang paling merugikan dari penyakit di atas tentu saja adalah kemandulan akibat sulit hamil, keguguran, hingga kematian janin dan si ibunya.

Bila Anda menggunakan tampon dan merasakan gejala-gejala ini berbarengan dengan dysmenorrhoea, segeralah hubungi dokter. Kondisi Anda bisa jadi sangat berbahaya bila muncul gejala demam tinggi, mual, muntah, dan tercipta ruam di kulit seperti luka bakar. Tanda-tanda ini adalah gejala toxic shock syndrome(TSS) yang dapat membahayakan hidup.