Dysmenorrhoea

Diagnosis Dysmenorrhoea

Ketika dysmenorrhoea telah dirasa sangat mengganggu dan berlangsung berulang dan dalam jangka waktu yang panjang, maka Anda membutuhkan diagnosa dysmenorrhoea sesegera mungkin.

Diagnosa pada dysmenorrhoea sekunder penting untuk diambil karena jenis dysmenorrhoea ini disebabkan oleh penyakit lain. Sedangkan pada kasus dysmenorrhoea primer, diagnosa diambil setelah menyingkirkan penyebab sekunder dari dysmenorrhoea.

Diagnosis dysmenorrhoea dilakukan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Sebelum mencapai diagnosa akhir, dokter akan melakukan serangkaian tes pemeriksaan. Kriteria diagnosa dalam pemeriksaan dysmenorrhoea mencakup pemeriksaan panggul, tes urin, dan tes darah.

Dokter Anda akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum melanjutkan pemeriksaan. Pertanyaan yang diajukan diantaranya adalah :

  • Riwayat menstruasi yang pertama kali Anda alami (menarche)
  • Durasi rata-rata siklus menstruasi
  • Apakah siklus menstruasi Anda teratur atau tidak
  • Lamanya waktu pendarahan setiap siklus menstruasi
  • Waktu timbul nyeri pada setiap periode siklus menstruasi
  • Lokasi nyeri
  • Riwayat merokok
  • Apakah anda aktif secara seksual
  • Riwayat kehamilan
  • Riwayat penggunaan KB
  • Adanya riwayat keputihan, pendarahan di luar siklus menstruasi, serta pendarahan atau nyeri setiap melakukan koitus (hubungan seksual)

Pemeriksaan Dysmenorrhoea

Prinsip pemeriksaan untuk mendapatkan diagnosa dysmenorrhoea adalah mengidentifikasi atau menyingkirkan kemungkinan penyebab organik dari dysmenorrhoea sekunder. Hal ini dikarenakan tidak ada pemeriksaan spesifik untuk mendiagnosa dysmenorrhoea primer.

Beberapa pemeriksaan yang dilakukan adalah:

  • Tes darah lengkap
  • Kultur gonokokus dan klamidia untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi menular seksual
  • Tes urin lengkap
  • Cek antigen kanker bila didapatkan kecurigaan kearah keganasan

Apabila dicurigai adanya kemungkinan penyakit daerah panggul, beberapa pemeriksaan ini akan direkomendasikan oleh dokter spesialis:

  • USG abdominal atau transvaginal
  • Histerosalpingografi yaitu pemeriksaan rahim dan saluran tuba falopii dengan menggunakan sinar X
  • Pyelografi intravena, pemeriksaan saluran kemih mulai dari ginjal hingga saluran urin dengan menggunakan cairan kontras melalu pembuluh darah vena
  • CT Scan
  • MRI
  • Bila diperlukan, bisa dilakukan pemeriksaan invasif, seperti :
    • Laparoskopi
    • Histeroskopi
    • Dilatasi dan kuretase

Ketika Anda mendatangi dokter spesialis untuk memeriksakan gejala nyeri menstruasi yang Anda alami, pertama-tama dokter akan meminta Anda menjelaskan siklus menstruasi serta gejala gangguan haid yang Anda alami.

Dokter Anda juga akan menanyakan apakah ada gejala lain yang juga timbul ketika nyeri menstruasi berlangsung seperti keluarnya cairan dari vagina, nyeri ketika buang air kecil, riwayat infeksi pada organ reproduksi, riwayat kehamilan dan juga gaya hidup yang Anda jalani, seperti pola makan, merokok, minum alkohol, dan keaktifan seksual anda.

Lalu bagi anda yang sudah menikah, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik vagina in spekulo, dimana sebuah alat kecil bernama spekulum digunakan untuk melihat bagian dalam vagina dan serviks.

Cairan vagina Anda mungkin akan diambil untuk tes laboratorium guna menyingkirkan kemungkinan infeksi bakteri atau jamur.

Alat USG juga mungkin dibutuhkan untuk memeriksa organ reproduksi dan tubuh bagian dalam. Bila perlu, teknik laparoskopi akan digunakan untuk melihat pencitraan langsung ke dalam uterus.