Disfungsi Ereksi Bisa Tandakan Penyakit Jantung

Penyebab disfungsi ereksi memang bermacam-macam mulai dari kerusakan saraf di sekitar organ keintiman, stres, hingga cedera sumsum tulang belakang. Namun tahukah Anda kalau ternyata disfungsi ereksi bisa juga merupakan salah satu gejala penyakit jantung?

penyebab disfungsi ereksi

KETIKA seorang pria terangsang, maka secara alamiah ia akan berereksi. Namun begitu ia gagal melakukannya, itu menandakan bahwa ada sesuatu yang salah dengan tubuhnya.

Penyebab Disfungsi Ereksi

Memang benar kalau rasa tidak percaya diri akan performa di atas ranjang, dapat membuat pria muda mengalami disfungsi ereksi. Namun, penyebab disfungsi ereksi pada pria usia 40an atau lebih umumnya karena adanya gangguan kesehatan lain seperti diabetes atau jantung.

Oleh karena itu, bagi pria yang jarang check-up, disfungsi ereksi yang ia alami dapat menjadi gejala penyakit jantung atau diabetes. Alasannya, kedua penyakit ini sama-sama memicu penimbunan plak (lemak) pada arteri sehingga menghambat aliran darah.

Baca juga: Awas, Hipertensi Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi!

Kalau misalnya aliran darah ke jantung yang terhambat, maka kondisi ini dapat menyebabkan serangan jantung. Lain halnya bila pembuluh darah di otak atau leher yang mengalami penyempitan, maka itu dapat memicu stroke. Dan bila suplai darah ke penis yang mengalami hambatan, maka itulah yang biasanya menjadi penyebab disfungsi ereksi.

Maka dari itu, begitu seorang pria mengalami disfungsi ereksi, ada baiknya ia segera memeriksakan diri ke dokter guna mencari tahu penyebab pastinya. Apakah benar disfungsi ereksi terjadi sebagai gejala penyakit jantung atau apakah ada hal lain yang menyebabkannya?

Bagaimana Kalau Memang Jantung Adalah Penyebabnya?

Biasanya kalau penyebabnya memang karena gangguan kardiovaskular, maka selain memberikan obat, dokter pasti menyarankan Anda untuk mengubah pola hidup. Meski perubahan gaya hidup itu sendiri belum mampu mengembalikan performa seksual seperti sediakala, namun pola hidup sehat dapat meningkatkan keefektifan obat yang digunakan untuk mengatasi gangguan ereksi.

Pengobatan Untuk Disfungsi Ereksi

Pengobatan awal yang dipakai untuk mengatasi disfungsi ereksi biasanya adalah salah satu dari inhibitor PDE5 (phosphodiesterase type 5), entah itu sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis), atau vardenafil (Levitra). Sebanyak 66-75% pria yang menggunakan obat-obatan tersebut, biasanya sembuh dari disfungsi ereksinya.

Akan tetapi, obat-obatan ini tetap takkan bekerja maksimal kalau aliran darah ke penis terhambat, atau saraf yang diperlukan untuk melakukan ereksi berada dalam keadaan rusak. Obat-obatan tersebut juga takkan berdampak bagi pria yang mengidap penyakit jantung kronis.

Karena itu, jangan tunggu sampai kronis baru periksa ke dokter. Begitu Anda mengalami gejala awal disfungsi ereksi, maka segeralah periksa ke dokter.

Baca juga: 6 Jenis Disfungsi Seksual pada Pria dan Penyebabnya

Mengapa Harus Mengubah Gaya Hidup?

Bila inhibitor PDE5 tak segera memberikan efek memuaskan, maka perubahan gaya hidup bisa membuka jalan agar obat-obatan tersebut berhasil. Perubahan gaya hidup yang dimaksud di sini bukan berarti hanya dengan mengadopsi 1-2 kebiasaan baik saja, katakanlah seperti minum jus delima secara rutin.

Perubahan yang dimaksudkan lebih menyeluruh dan permanen sifatnya. Pria yang ingin performa seksualnya tetap maksimal hingga lanjut usia nanti, perlu berhenti merokok, menjaga berat badan tetap stabil, berolahraga secara rutin, mengonsumsi makanan sehat seperti diet Mediterania misalnya, dan lain sebagainya.

Dan ini harus dilakukan seterusnya atau selamanya, tidak bisa hanya sesekali saja. Jika semua ini dilakukan dengan disiplin, maka bukan tidak mungkin bagi Anda untuk tetap bisa tampil maksimal di atas ranjang. Mau?

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.