Diabetes Gestational

Perawatan Diabetes Gestational

Sangat penting untuk memonitor dan mengontrol gula darah penderita diabetes gestasional untuk menjaga bayi dalam kandungan tetap sehat, serta menghindari komplikasi selama kehamilan dan melahirkan. Perawatan diabetes gestasional dapat dilakukan dengan cara berikut:

Memonitor kadar gula darah

Selama masa kehamilan, dokter akan meminta Anda untuk mengecek kadar gula darah sebanyak beberapa kali dalam sehari. Tes gula darah dilakukan pagi hari ketika bangun tidur dan setiap habis makan untuk memastikan kadar gula darah pasien tetap di batas normal. Walaupun terkesan menyulitkan dan repot namun nantinya akan terbiasa seiring dengan waktu.

Dalam melakukan tes gula darah, digunakan alat khusus yang dapat menghitung dan menunjukkan level gula darah seseorang. Tes dilakukan dengan sampel darah yang diambil dengan jarum kecil dan menaruhnya di strip uji yang disisipkan ke alat khusus.

Tim kesehatan di rumah sakit nantinya akan memantau dan mengendalikan kadar gula darah selama proses persalinan dan kelahiran. Jika kadar gula darah Anda naik, pankreas bayi akan melepas hormon insulin yang tinggi dan menyebabkan bayi mengalami kadar gula darah rendah setelah dilahirkan.

Terus memantau kadar gula darah secara rutin setelah melahirkan juga penting dilakukan karena penderita diabetes gestasional dapat berisiko terkena diabetes tipe 2. Untuk mengurangi resiko tersebut, disarankan untuk melakukan gaya hidup yang sehat.

Atur pola makan sehat

Makan makanan sehat dalam porsi yang cukup merupakan salah satu cara mengontrol kadar gula darah dan menghindari naiknya berat badan yang drastis, yang mana dapat menimbulkan komplikasi.

Meskipun begitu, dokter tidak akan menyarankan Anda untuk menurunkan berat badan pada masa kehamilan. Sebaliknya, dokter akan membantu Anda dengan memandu kenaikan berat badan yang sehat pada masa kehamilan sesuai dengan berat Anda sebelum masa kehamilan.

Pola makan sehat yang dimaksud adalah dengan mengonsumsi sayuran, buah, dan gandum, serta makanan yang tinggi nutrisi dan serat, juga rendah kalori dan lemak. Kurangi asupan karbohidrat olahan dan makanan manis.
Namun begitu, tidak semua wanita cocok mengikuti satu pola makan. Jadi, selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi soal pola makan yang tepat bagi Anda.

Olahraga

Selain memonitor kadar gula darah dan mengonsumsi makanan sehat sebagai perawatan diabetes gestasional, aktivitas fisik reguler juga berperan penting pada kesehatan wanita, baik sebelum masa kehamilan, pada saat kehamilan, dan setelah melahirkan.

Olahraga membantu mengurangi kadar gula darah tinggi dengan menstimulasi tubuh untuk memindahkan glukosa ke sel-sel tubuh yang nantinya digunakan untuk energi. Olahraga juga meningkatkan sensitivitas sel tubuh terhadap insulin, sehingga tubuh Anda akan memproduksi insulin lebih sedikit untuk mengubah glukosa.

Selain manfaat di atas, olahraga secara teratur juga dapat meringankan keluhan pada saat kehamilan seperti nyeri punggung, kram otot, pembengkakan, konstipasi, dan kesulitan tidur. Jika Anda tidak terbiasa berolahraga, mulailah dengan perlahan dan bertahap. Selain kegiatan seperti berjalan atau berenang, melakukan pekerjaan rumah juga bisa dihitung sebagai aktivitas olahraga ringan.