Ciri Pria Narsis dan Cara Menghadapinya

Menghadapi pacar narsis memang susah-susah gampang. Apakah dia jatuh cinta pada Anda, atau pada dirinya sendiri? Kalau Anda merasa bingung menghadapi pacar narsis, Anda perlu menyimak tips cinta ini!

DALAM menjalani sebuah hubungan, sudah sepantasnya komunikasi berjalan dengan lancar antara kedua belah pihak. Ketika anda bercerita pada pasangan, tentu Anda mengharapkan perhatian penuh, bahkan saran atau sekedar tanggapan dari pasangan Anda. Namun, pernahkah terbersit dalam pikiran Anda bahwa mungkin pria yang Anda cintai terlalu banyak berbicara tentang dirinya sendiri?

Dalam pengertian umumnya, narsisisme atau narsisme adalah perasaan suka yang berlebih terhadap diri sendiri. Singkat kata, seseorang yang narsis biasanya menjadi egois terhadap orang lain.

Pria narsis tidak peduli dengan apa yang orang lain katakan, sehingga akan sulit untuk berteman dengannya. Kalau Anda tidak setuju dengannya, kemungkinan besar dia akan marah. Apabila Anda merasa pasangan Anda memiliki ciri-ciri tersebut, Anda perlu berhati-hati. Berikut tanda-tanda yang perlu Anda perhatikan.

Dia Tidak Peduli pada Perasaan, Pikiran, atau Ide Anda

Pria narsis bukanlah pendengar yang baik. Mereka tak menghiraukan apa yang orang lain katakan, dan mereka merasa bahwa pendapatnya paling baik. Kalau Anda menyampaikan sebuah ide pada seorang narsisis, jangan berharap dia akan menghargai Anda. Kemungkinan besar, dia akan mengemukakan ide tersebut pada orang lain atas nama dirinya sendiri, bukan Anda.

Semuanya Selalu tentang Dia

Pria narsis adalah orang yang murah hati, kecuali jika anda memiliki pendapat yang berselisih dengannya. Di situasi ini, semuanya menjadi tentang dirinya, keinginannya, dan kebutuhannya, bukan kebutuhan apalagi keinginan Anda. Anda merasa bahwa dia menganggap Anda tidak penting karena dia hanya ingin memenuhi keinginannya.

Baca juga: 4 Tipe Pria yang Tidak Akan Pernah Berubah

Dia Tidak Peduli pada Aturan Orang Lain

Pria narsis memiliki kecenderungan untuk merasa spesial dan berada pada tingkat yang lebih tinggi daripada orang lain. Dia tidak peduli pada aturan-aturan yang diberikan orang lain, bahkan ketika Si Narsis berada dalam lingkungan orang lain. Sifat ini biasa disebut sebagai “Tall Man Syndrome”.

Ia Tidak Mau Mendengar Masalah Anda

Pria narsis mengira bahwa semua hal di dunia ini tentang mereka. Ketika Anda merasa sedih atau stres dan mencoba untuk menceritakannya padanya, ia merasa bahwa hal itu adalah sebuah kritik tentangnya. Anda sedih karena bom meledak di kantor Anda? Coba ceritakan padanya, mungkin dia akan merasa tersinggung karena mengira Anda menuduhnya sebagai seorang pengebom. Cowok narsis tidak menganggap masalah Anda secara personal, karena dia akan mengedepankan rasa kekesalannya dibandingkan empati, sehingga mereka menganggap fokus saat itu bukanlah pada Anda, tetapi dia.

Ketika Anda Bertengkar dengan Dia, Itu Selalu Salah Anda

Menyalahkan orang lain adalah salah satu cara cowok narsis menjaga harga dirinya. Hati-hati bila Anda marah terhadapnya; dia akan murka. Ketika dia marah pada Anda (tentu karena semua salah Anda), semua akan menjadi kacau balau apabila Anda menunjukkan sedikit saja perlawanan terhadap Si Narsis.

Baca juga: 7 Hal yang Harus Anda Lakukan Setelah Bertengkar dengan Pasangan

 

Apabila tanda-tanda di atas terasa akrab dalam kehidupan sehari-hari Anda, inilah yang bisa Anda lakukan:

Perhatikan Tanda-tanda Narsisisme dalam Diri Anda Sendiri

Pada dasarnya, narsisisme adalah suatu pola kebiasaan, dan kebiasaan tentu dapat diubah. Kesadaran akan sifat narsistis Anda bisa membantu Anda untuk melihat dan memperbaiki kesalahan-kesalahan Anda.

Jangan Panik jika Pasangan Ternyata Seorang Narsisis

Anda bisa saja mendapatkan keuntungan dari perubahan reaksi Anda terhadap si Tuan Narsis. Misalnya, jika dia sedang marah-marah, menyingkirlah. Pergilah dari situasi tersebut selama beberapa menit untuk membuatnya tenang. Katakan saja, “Aku perlu minum air. Aku akan kembali sebentar lagi.”

Jangan Masukkan ke Hati

Apa yang orang katakan ketika mereka sedang mengamuk, umumnya tidak merepresentasikan apa yang mereka rasakan dalam kondisi normal. Bahkan, Anda bisa menjadikan kritik-kritik yang dilontarkannya sebagai evaluasi diri Anda.

Ulangi Perkataan Anda

Kalau Anda merasa pendapat Anda sulit didengarnya, coba katakan lagi pendapat Anda. Atau tanyalah, “Apa yang kamu tangkap dari perkataanku?”

Jadilah Ahli dalam Memecahkan Masalah secara Win-Win

Demi kenyamanan Anda dan pasangan, ambillah keputusan setelah memikirkan apa yang penting bagi Anda dan juga baginya. Dengan cara ini, Anda dan pasangan sama-sama tidak merasa rugi.

Tetap Tenang

Kebanyakan orang menjadi pendengar yang lebih baik ketika mereka dalam mood yang baik. Berargumen dalam suasana panas akan berujung pada saling memaksakan pendapat masing-masing.

 

Jika Anda bisa menduga-duga sifat unik pasangan Anda ini, besar kemungkinan bahwa Anda bisa menangani aksi-aksi narsisnya secara efektif. Hal ini begitu penting, karena di dunia ini banyak pria-pria yang menyenangkan dan mengagumkan tetapi memiliki kebiasaan narsisisme. Anda tidak perlu meninggalkan mereka, Anda hanya perlu menguasai triknya. Good luck!

Siap menjadi budak skripsi dan lulus pada waktu yang tepat meski memiliki hobi berleha-leha sepanjang hari.