Cegah Berat Badan Naik Saat Menopause dengan Metode Ini

Dengar-dengar wanita jadi gampang gemuk setelah menopause. Pernyataan itu benar tidak, sih? Apa, ya, kira-kira penyebabnya, dan bagaimana pula cara efektif menurunkan berat badan setelah menopause?

gemuk setelah menopause

KEBANYAKAN perempuan memang terlihat lebih gemuk setelah menopause. Ada yang berpikir itu karena hormon. Namun lainnya berpendapat kalau usia lanjut membuat metabolisme tubuh kian lambat sehingga proses pembakaran kaloripun tak bisa berjalan secepat yang diinginkan. Tapi kok ada juga, ya, wanita usia pertengahan yang tetap langsing? Apa kira-kira rahasia mereka?

Berat badan naik saat perimenopause

Perimenopause, atau menopause dini, biasanya ditandai dengan berubahnya siklus haid. Perubahan ini diperkirakan terjadi antara usia 40an atau 50an, namun kebanyakan mengalaminya saat berumur 51 tahun.

Pada tahap awal, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh wanita mulai merosot. Ini menyebabkan siklus haidnya jadi tak teratur. Dan bila siklus menstruasi benar-benar berhenti selama 12 bulan penuh, maka otomatis perempuan tersebut dinyatakan sudah menopause.

Gejala lain yang dirasakan saat perimenopause antara lain hot flashes (sensasi tubuh kepanasan), sulit tidur dan/atau konsentrasi, moody, serta mudah tersinggung. Namun ada pula wanita lain yang mengalami gejala tambahan seperti nyeri tulang atau sendi serta berat badan bertambah. Nah, karena naiknya berat badan pada masa ini tergolong alami, maka agak susah bila ingin menurunkannya.

Baca juga:6 Tips Meringankan Gejala Menopause Secara Alami

Apa penyebab kenaikan berat badan saat menopause?

Sayangnya, belum ada alasan jelas mengapa perempuan jadi gemuk setelah menopause. Akan tetapi hasil studi yang dipublikasikan American Journal of Epidemiology mendapati kalau usia, menopause, dan gaya hidup memang berpengaruh pada berat badan perempuan usia pertengahan. Dalam studi tersebut, para ahli mengamati tingkat aktivitas dari 3000an partisipan wanita. Mereka kemudian menemukan rahasia menurunkan berat badan setelah menopause, yaitu dengan tetap aktif bergerak.

Hasil studi lain melibatkan partisipan pria dan wanita yang kehidupannya dianalisa selama lebih dari 20 tahun. Tim ilmuwan menemukan, partisipan yang tetap aktif secara fisik memiliki indeks BMI dan lingkar pinggang lebih kecil.

Dengan demikian dapat kita simpulkan kalau penyebab kenaikan berat badan saat menopause adalah karena kurang aktif bergerak. Apalagi pada usia seperti ini, anak-anak biasanya sudah mandiri sehingga tak merepotkan ibunya lagi. Pindahnya anak-anak dari rumah untuk membentuk keluarga mereka sendiri, otomatis juga membuat beban pekerjaan rumah tangga berkurang. Wanita usia pertengahan rata-rata juga sudah banyak yang pensiun, jarang bepergian, jarang bersosialisasi, dan lain sebagainya, yang mana ini semua membuat dirinya semakin jarang bergerak.

Walau tak semua mengalami kondisi yang disebutkan tadi, namun kebanyakan perempuan usia pertengahan pasti tak seaktif sebelumnya. Nah saat tubuh kurang aktif bergerak, maka itu jugalah yang membuat metabolisme melambat. Inilah alasan yang membuat beberapa pakar percaya kenaikan berat badan pada perempuan menopause lebih dipengaruhi oleh gaya hidup dan bukannya perubahan hormon.

Jadi, bagaimana cara mencegah kenaikan berat badan selama menopause?

Seperti disebutkan sebelumnya, kalau ingin mencegah gemuk atau menurunkan berat badan saat menopause, maka Anda harus aktif bergerak dan mengadopsi pola makan sehat.

Bila anak-anak memang sudah mandiri dan berkeluarga sendiri, maka Anda tentu punya lebih banyak waktu untuk berolahraga bukan? Bergabunglah dalam kelas gym, hash, atau belajarlah jenis olahraga baru. Belajar memasak makanan sehat yang rendah kalori dan rendah lemak juga baik karena selain sehat untuk dikonsumsi sendiri, aktivitas ini juga bisa menghibur.

Dan bila ada yang mengajak bepergian, apakah itu ke pantai, bersepeda, mendaki gunung, atau berwisata, maka tak ada salahnya untuk ikut. Dengan begini, hati tak hanya senang, namun Anda juga bisa tetap bersosialisasi dengan orang lain. Dan pastinya, berat badan takkan mudah naik.

Baca juga:Menikmati Masa Menopause? Bisa!

Pertanyaan terakhir, dapatkah terapi pengganti hormon menghentikan naiknya berat badan?

Tak sedikit wanita yang menjalani terapi pengganti hormon untuk membantu meringankan gejala menopause seperti hot flashes. Dan memang pada segelintir perempuan, terapi hormon ini dapat mencegah gemuk. Akan tetapi ingat, terapi hormon semacam ini tetap memiliki efek samping, yaitu meningkatkan serangan jantung dan stroke.

Oleh karenanya, sebelum memutuskan menjalani terapi hormon, ada baiknya Anda berkonsultasi lebih dulu dengan dokter. Siapa tahu ada metode lain yang lebih aman untuk meringankan gejala menopause?

 

Waiting for the best is never useless.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan
    • Malam dokter.. Saya perempuan 26 tahun.. Saya terakhir menstruasi pada tanggal 10 September.. Setelah itu mulai tanggal 14 September sudah mulai berhubungan denga pasangan.. Yang ingjn saya tanyakan, apakah bisa kemungkinan hamil? Yang kedua, pada saat selesai berhubungan muncul bercak darah. Apakah itu berbahaya atau tidak? Terimakasih

    • 1 Balasan 3 months ago

    • Assalamualaikum dok saya mau menanyakan kan saya awal menstruasi tanggal 8 agustus lalu kalau lewat dari tanggal 8 september akan terjadi sesuatu atau saya hamil ya dok, dan 2 hari ini saya mengalami flek coklat sebelum tanggal menstruasi saya gitu dok ? Semoga di jawab ya dok

    • 1 Balasan 3 months ago

    • Selamat sore dok Mau tanya, sy baru menikah tgl 18 bulan 8 kemarin. Awal menstruasi tanggal 9. Sampai sekarang saya belum ada tanda-tanda hamil. Padahal haid sy teratur tiap bulanny, tapi haid saya setiap hari pertama selalu sangat sakit. Dan setiap sy dan suami brhubungan, keluar cairan kental(lendir) bening berwarna orange kemerahan seperti darah. apakah  … Read more

    • 1 Balasan 3 months ago