Cara Tes Kehamilan dengan Pasta Gigi, Akuratkah?

Benarkah bahwa tes kehamilan dengan pasta gigi sama akuratnya dengan testpack yang dijual di apotek? Dan apakah hasil tes kehamilan positif dari pasta gigi tersebut dapat dipercaya? Untuk mengetahui jawabannya, mari kita simak ulasan berikut.

tes kehamilan dengan pasta gigi

MESKI harga testpack di apotek tak semahal tes darah kehamilan, namun kenyataannya, kebanyakan perempuan masih saja menginginkan metode pemeriksaan yang lebih murah dari itu. Salah satu yang paling viral adalah tes kehamilan dengan pasta gigi.

Tes kehamilan dengan pasta gigi ini dilakukan dengan cara menyampurkan odol dengan sedikit
urin. Bila hasil campuran berubah warna menjadi biru dan berbusa dalam waktu 3 menit, maka itu tandanya seorang perempuan memang positif hamil.

Dikatakan kalau perubahan tekstur dan warna odol tersebut terjadi karena hasil reaksi bahan pasta gigi dengan hCG (hormon kehamilan yang diproduksi tubuh usai sel telur berimplantasi ke dinding rahim). Sebaliknya bila hasilnya negatif (tidak hamil), maka penampakan pasta gigi akan sama seperti sebelumnya.

Akan tetapi sayangnya, para ahli menyangkal teori tersebut. Dr Alex Eskander yang berprofesi sebagai konsultan dokter kandungan di The Gynae Centre misalnya, menanggapi kalau teori tersebut tidak terbukti secara ilmiah. Lain halnya dengan testpack kehamilan yang memang dirancang untuk mendeteksi ada-tidaknya kandungan hCG dalam urin.

Baca juga: Tips Menggunakan Test Pack Untuk Hasil Akurat

Beliau mengatakan kalau, beberapa produk testpack yang sensitif memang bisa menunjukkan hasil tes kehamilan positif 12 hari setelah fertilisasi atau sebelum telat haid. Namun bagi perempuan yang merasa dirinya sudah memiliki tanda-tanda hamil, ada baiknya melakukan tes kehamilan 3-5 hari setelah telat haid. Dan gunakan testpack yang memang sudah mendapatkan sertifikasi, bukan dengan metode tak teruji seperti pasta gigi.

Pendapat lain datang dari Stuart Gale selaku pemilik dan pimpinan Oxford Online Pharmacy. Stuart mengatakan kalau metode tes kehamilan dengan pasta gigi memang fun, akan tetapi cara ini hanya bisa mengukur tingkat keasaman urin, dan bukannya mendeteksi positif-tidaknya kehamilan.

Alasan munculnya busa dari pasta gigi adalah karena asam dari urin bereaksi dengan kalsium karbonat dari pasta gigi sehingga menghasilkan karbon dioksida. Semakin asam urinnya, maka makin besar pula busa yang dihasilkan. Jadi hasil tersebut tak ada hubungannya sama sekali dengan hCG. Dengan demikian sudah jelas kalau tes kehamilan dengan pasta gigi tidaklah akurat.

Waiting for the best is never useless.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan
    • Malam dokter.. Saya perempuan 26 tahun.. Saya terakhir menstruasi pada tanggal 10 September.. Setelah itu mulai tanggal 14 September sudah mulai berhubungan denga pasangan.. Yang ingjn saya tanyakan, apakah bisa kemungkinan hamil? Yang kedua, pada saat selesai berhubungan muncul bercak darah. Apakah itu berbahaya atau tidak? Terimakasih

    • 1 Balasan 3 months ago

    • Assalamualaikum dok saya mau menanyakan kan saya awal menstruasi tanggal 8 agustus lalu kalau lewat dari tanggal 8 september akan terjadi sesuatu atau saya hamil ya dok, dan 2 hari ini saya mengalami flek coklat sebelum tanggal menstruasi saya gitu dok ? Semoga di jawab ya dok

    • 1 Balasan 3 months ago

    • Selamat sore dok Mau tanya, sy baru menikah tgl 18 bulan 8 kemarin. Awal menstruasi tanggal 9. Sampai sekarang saya belum ada tanda-tanda hamil. Padahal haid sy teratur tiap bulanny, tapi haid saya setiap hari pertama selalu sangat sakit. Dan setiap sy dan suami brhubungan, keluar cairan kental(lendir) bening berwarna orange kemerahan seperti darah. apakah  … Read more

    • 1 Balasan 3 months ago