Bisakah Tanda Kehamilan Dilihat dari Cairan Vagina?

Tips Sehat

Beberapa wanita berpikir tanda kehamilan bisa ditandai dari perubahan yang terjadi pada cairan vaginanya. Lantas benarkah demikian? Untuk mengetahui kebenarannya, simak artikel mengenai tips hamil berikut ini!

tanda kehamilan

SEORANG wanita memang dapat mengetahui masa suburnya dengan memeriksa perubahan yang terjadi pada cairan vaginanya. Ketika kadar hormon dalam tubuh perempuan berubah, maka itu juga akan berpengaruh pada cairan vaginanya.

Namun perihal apakah berubahnya cairan vagina bisa menjadi salah satu ciri kehamilan atau tidak, maka jawaban sesungguhnya adalah belum tentu. Sayangnya tidak ada perbedaan signifikan dari cairan vagina, entah saat seorang perempuan sedang mengandung ataupun tidak.

Perubahan apa yang terjadi pada cairan vagina selama masa kehamilan?

Cairan vagina sering disebut dengan istilah leukorea. Definisi leukorea sendiri lebih mengacu pada cairan vagina yang teksturnya normal, biasanya encer dan berwarna putih-putih susu.

Para wanita seringkali menganggap tekstur cairan vagina semacam ini sebagai salah satu tanda kehamilan. Padahal perempuan yang tidak sedang mengandung pun bisa jadi juga mengeluarkan cairan yang teksturnya serupa.

Yang menjadi perbedaan sebenarnya bukan dari segi tekstur kepekatan ataupun warnanya, melainkan volumenya. Selama kehamilan, produksi leukorea pasti mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan kadar hormon estrogen dan aliran darah di sekitar organ keintiman juga meningkat.

Akan tetapi walau meningkat, namun kondisi ini biasanya hanya bisa dikenali setelah 8 minggu (atau lebih) kemudian. Jadi kesimpulannya, cairan vagina tidak bisa diandalkan sebagai tanda kehamilan.

Baca juga: 3 Penyebab Keputihan yang Paling Umum

Lantas apa fungsi cairan vagina?

Meski tak termasuk salah satu ciri kehamilan, tapi cairan vagina tetap memegang peranan penting dalam sistem reproduksi kita. Saat seorang perempuan tidak berada pada masa suburnya, cairan ini biasanya akan mengental dan sedikit lengket.

Perubahan tekstur semacam ini bukannya tanpa tujuan. Tekstur cairan vagina yang lengket dan kental dapat mencegah masuknya kuman bakteri ke dalam sistem reproduksi sehingga tak sampai menimbulkan infeksi.

Sebaliknya, saat masa subur kian mendekat, teksturnya akan berubah menjadi lebih encer dan jumlahnya juga lebih banyak sehingga memudahkan sperma bertahan saat ‘berenang’ mendekati sel telur.

Cairan vagina juga memiliki peranan penting saat hamil. Seperti disebutkan di atas, pada masa ini, jumlah cairan vagina akan meningkat sehingga menjadi mucous plug (kumpulan cairan yang menutup jalan rahim sehingga embrio takkan terkena infeksi dari luar).

Tubuh biasanya terus membangun ‘benteng pelindung’ tersebut selama trimester pertama kehamilan. Dan menjelang masa melahirkan nanti, cairan ini akan ‘pecah’ karena rahim sedang menyiapkan jalan lahir.

Lalu, bagaimana kalau cairan vagina yang keluar berwarna coklat atau kemerah-mudaan?

Apakah warna coklat atau kemerah-mudaan pada cairan vagina bisa dianggap sebagai ciri kehamilan? Bisa jadi. Perubahan warna pada cairan vagina ini sering dianggap sebagai pendarahan karena adanya embrio yang sedang menempel di dinding rahim. Namun ini bukan berarti kalau semua cairan vagina yang berwarna coklat atau pink pasti merupakan gejala hamil.

Perubahan warna cairan vagina juga dapat disebabkan banyak faktor lain di luar kehamilan, seperti ketidakseimbangan hormon, adanya polip, efek samping obat penyubur kandungan, dll.

Biasanya vagina mengeluarkan lebih banyak cairan menjelang datang bulan, mengapa ini bisa terjadi?

Anda yang mengamati tekstur cairan vagina pasti tahu kalau setelah ovulasi, area keintiman biasanya menjadi lebih kering. Nah, selama masa haid, cairan vaginapun akan mengalami semacam siklus.

Urutannya adalah sebagai berikut: setelah darah menstruasi keluar – cairan vagina menjadi kering atau sangat lengket – kemudian itu akan menggumpal –menjadi lebih creamy (mirip lotion) – encer dan lebih banyak – mirip putih telur (menjelang ovulasi) – kembali kering dan lengket (setelah ovulasi).

Jika demikian, adakah tanda awal kehamilan lainnya?

Karena cairan vagina tidak bisa diandalkan sebagai ciri kehamilan, maka apakah itu berarti rasa lelah atau mual yang belakangan ini Anda rasakan bisa jadi salah satu gejala awal kehamilan lainnya? Sayangnya, kondisi seperti mudah lelah, mual di pagi hari, hingga nafsu makan meningkat juga sering dirasakan oleh wanita menjelang masa menstruasinya.

Oleh sebab itu, Anda tidak bisa mendeteksi kehamilan dari apa yang Anda rasakan. Untuk memastikan, hanya ada 1 jalan yakni dengan melakukan tes kehamilan.

Baca juga: Merasa Hamil? Coba Jawab Dulu 9 Pertanyaan Ini

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.