Bisakah Ereksi Setelah Pengobatan Kanker Prostat?

Salah satu efek samping pengobatan kanker prostat yang paling ditakutkan banyak pria adalah soal disfungsi ereksi. Bisakah ereksi setelah pengobatan kanker prostat, merupakan hal yang paling sering ditanyakan. Lantas apa jawabannya? Mari kita simak ulasan berikut ini.

pengobatan kanker prostat

TENANG, mengenai pertanyaan di atas, Anda tidaklah sendiri. Banyak pria di luar sana yang juga mengkhawatirkan hal serupa ketika mereka didiagnosa atau harus menjalani pengobatan kanker prostat.

Apa itu kanker prostat?

Namun sebelum sampai pada jawabannya, ada baiknya kita simak terlebih dulu apa itu kanker prostat. Sesuai namanya, penyakit ini berkembang dalam prostat (sebuah kelenjar kecil yang berfungsi memproduksi air mani).

Kanker yang umumnya berkembang seiring berjalannya waktu tersebut, merupakan jenis kanker yang paling umum diderita kaum pria. Meski beberapa tipe kanker prostat tumbuh perlahan saja, namun ada pula jenis yang agresif dan bisa menyebar dengan cepat. Oleh sebab itu, semakin dini deteksinya, maka semakin besar pula peluang kesembuhannya.

Gejala kanker prostat

Guna mendeteksi ada-tidaknya kemungkinan kanker prostat dalam tubuh, para pria perlu mengetahui beberapa gejalanya. Berikut adalah beberapa gejala kanker prostat:

  • Gangguan saat buang air kecil
  • Melemahnya aliran urin (tidak sekencang/ sederas sebelum-sebelumnya)
  • Muncul darah dalam air mani yang dikeluarkan
  • Rasa tak nyaman di sekitar area panggul
  • Sakit pada tulang
  • Disfungsi ereksi

Bila Anda merasakan beberapa gejala di atas, jangan tunda lagi. Segera periksakan diri ke dokter agar penanganannya tidak terlambat.

Baca juga: Turunkan Risiko Kanker Prostat dengan 3 Cara Ini

Lantas, bisakah ereksi setelah pengobatan kanker prostat?

Usai menjalani pengobatan, memang ada kemungkinan kalau Anda mungkin tak bisa ereksi lagi. Kondisi ini bisa berlangsung sementara saja, tapi juga bisa bersifat permanen. Faktanya, pengobatan kanker prostat menggunakan terapi radiasi, operasi prostat, krioterapi, terapi hormon, atau lainnya, memang bisa memicu disfungsi ereksi.

Sayangnya, belum ada cara untuk memastikan apakah Anda bisa terluput dari efek samping ini atau tidak. Namun para ahli menduga, pria yang sebelumnya telah mengalami gangguan vaskular, diabetes, obesitas, atau masalah ereksi cenderung memiliki risiko lebih besar mengalami disfungsi ereksi usai pengobatan.

Berbagai studi yang meneliti hal inipun menunjukkan hasil berbeda-beda. Beberapa studi mungkin mendapati sedikit saja pria yang mengalami disfungsi ereksi, namun riset lain malah mendapati hasil sebaliknya.

Untuk pria yang menjalani prostatektomi, kemungkinan timbulnya disfungsi ereksi bisa mencapai 70%. Namun studi lain hanya menunjukkan 30% saja kalau gangguan tersebut diobati menggunakan Viagra.

Informasi lain yang perlu Anda ketahui adalah, pria yang menggunakan terapi hormon, biasanya akan berhenti mengalami disfungsi ereksi setelah metode pengobatan tersebut dihentikan.

Oleh sebab itu, hal terpenting sekarang ini adalah jangan putus asa. Di zaman modern seperti sekarang, masih banyak kok metode pengobatan efektif lainnya untuk mengobati disfungsi ereksi permanen.

Baca juga: 10 Solusi Alami Atasi Disfungsi Ereksi

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.

%d bloggers like this: