Berapa Sering Harus Berhubungan Intim Supaya Cepat Hamil?

Pasangan baru yang ingin segera memiliki momongan mungkin kerap bertanya-tanya berapa sering mereka harus melakukan hubungan intim agar cepat hamil? Apakah setiap hari, ataukah…?

TENTU saja salah satu cara cepat hamil yang paling efektif adalah dengan rutin melakukan hubungan intim. Namun pasangan baru yang biasanya belum berpengalaman mungkin ingin tahu lebih detil soal hari terbaik untuk bercinta yang paling potensial, dan seberapa sering mereka harus melakukannya.

Kapan waktu yang tepat?

Bicara soal kapan waktu yang tepat, saat seorang wanita berada dalam masa subur adalah jawabannya. Sebab kalau Anda berhubungan di luar masa tersebut, maka kehamilan takkan pernah terjadi. Lalu, kapankah masa subur itu? Biasanya itu adalah 2-3 hari sebelum ovulasi.

Lantas, perlukah berhubungan intim setiap hari?

Untungnya Anda berdua tidak perlu melakukannya se-intens itu. Beberapa pasangan memutuskan melakukan setiap hari karena mereka tak ingin melewatkan masa subur. Namun, terlalu sering bercinta dapat membuat Anda lelah dan bosan. Soal intensitasnya, Anda dapat memilih salah satu dari 2 metode berikut:

1. Lakukan rutin

Mendeteksi dan melacak kapan saatnya ovulasi bisa menimbulkan stres pada beberapa wanita. Bagi mereka, rasanya melelahkan saja kalau harus memeriksa suhu tubuh setiap pagi, membasahi alat pendeteksi ovulasi dengan air seni, ataupun memeriksa perubahan pada cairan vagina.

Untuk Anda yang juga merasakan hal tersebut, maka metode pertama ini patut dicoba. Daripada menebak-nebak kapan waktu terbaiknya, mending lakukan saja hubungan intim dengan pasangan setiap 2 atau 3 hari sekali (minimal 3-4 hari dalam seminggu).

2. Lakukan hanya pada saat masa subur

Namun kalau Anda termasuk perempuan yang sangat antusias memeriksa waktu ovulasi, dan lebih memilih berhubungan intim hanya saat masa subur saja, maka gunakan cara cepat hamil yang kedua ini.

Jika jumlah sperma pasangan normal dan sehat, maka Anda bisa berhubungan intim pada hari ketika:

  • cairan vagina menunjukkan tanda kalau Anda sedang dalam subur (biasanya teksturnya lebih encer dan jumlahnya juga banyak)
  • hasil tes ovulasi positif
  • hasil tes air ludah positif

Untuk Anda yang selalu mencatat BBT (body basal temperature) serta memilki siklus haid teratur, biasanya Anda akan tahu hari saat Anda sedang berada dalam masa subur. Dalam hal ini, Anda sebaiknya berhubungan seks 3 hari sebelum ovulasi, dan ketika hari ovulasi tiba.

 

Meski demikian, Anda tetap disarankan berhubungan seks dengan rutin juga karena itu dapat meningkatkan kualitas sperma. Anda juga perlu mengingat untuk tetap menikmati percintaan yang ada tanpa terbebani dengan keinginan untuk memperoleh anak. Saat hubungan asmara terasa nikmat, maka itu bisa membuat suami mengeluarkan air mani yang mana sangat penting untuk perkembangan embrio.

Baca juga: Rencana Kehamilan Bisa Memperburuk Kehidupan Seks, Benarkah?

Itu jika spermanya normal dan sehat, lantas kalau tidak bagaimana? Apa yang mesti dilakukan kalau ternyata kadar sperma suami sedikit saja?

Saran terbaik untuk mengatasinya adalah dengan bercinta setiap 2 hari sekali selama masa subur. Contoh, kalau hari Senin Anda mendapati hasil tes OPK (ovulation predictor kit) positif, maka bercintalah pada hari Senin, Rabu, dan Jumat. Liburlah pada hari Selasa dan  Kamis dan biarkan sperma ‘terisi ulang’ pada hari-hari tersebut sehingga risiko hamil kian meningkat.

Dan tak peduli seberapa bergairahnya Anda berdua, hindari berhubungan intim 2 kali dalam sehari (aturan ini berlaku juga untuk pria yang kadar spermanya normal). Sekilas pandang, memang sering berhubungan dapat meningkatkan risiko kehamilan, namun melakukannya terlalu sering hanya akan menurunkan kualitas dan kesehatan sperma.

Baca juga: 5 Tips untuk Meningkatkan Kualitas Sperma

Sow good seed for you don't know which sowing will succeed, this, or that, or if both will do well.

%d bloggers like this: