Benarkah Pil KB Sebabkan Kanker?

Kok ada yang bilang kalau pil KB sebabkan kanker ya? Memangnya sungguhan jika pil KB menyebabkan kanker serviks dan lainnya? Untuk tahu kebenarannya, mari simak ulasan berikut ini.

pil kb sebabkan kanker

SECARA umum, tampaknya pil KB tidaklah meningkatkan risiko kanker. Malahan faktanya, pil KB bisa mencegah timbulnya jenis kanker tertentu.

Lantas mengapa sampai muncul dugaan bahwa pil KB sebabkan kanker? Alasan paling kuat adalah karena hormon estrogen dan progesteron memiliki peran besar dalam perkembangan dan pertumbuhan beberapa jenis kanker.

Nah, karena pil KB (dan alat kontrasepsi hormonal lainnya) mengandung kedua hormon tersebut (dalam bentuk sintetis), maka inilah yang membuat sebagian orang, termasuk ahli, berpikir bahwa pil KB sebabkan kanker.

Tapi sungguhkah demikian? Mari kita cari tahu lebih lanjut soal kaitan pil KB dengan beberapa jenis kanker berikut.

Pil KB dan kanker ovarium

Kanker yang bermula dari indung telur ini merupakan jenis kanker paling umum ke-5 yang diidap kaum wanita. Meski demikian, penyakit ini lebih mematikan dibanding jenis kanker yang menyerang alat reproduksi lainnya. Di Amerika misalnya, diperkirakan muncul 30.000 kasus kanker ovarium baru setiap tahunnya, dan 50% di antaranya berakhir dengan kematian.

Pertanyaannya sekarang, apakah pil KB sebabkan kanker ovarium? Faktanya, pil KB kombinasi yang terdiri dari progestin dan estrogen sintetik, justru didapati mampu menurunkan risiko kanker ovarium.

Walau demikian, tetaplah ingat bahwa tujuan utama menggunakan alat kontrasepsi hormonal adalah untuk mencegah kehamilan, bukan penyakit kanker itu sendiri.

Pil KB

Hasil riset menyatakan, konsumsi pil KB selama 15 tahun atau lebih mampu turunkan risiko kanker hingga 58%. Sementara bila 10-14 tahun, maka risikonya berkurang 44%, 5-9 tahun (36%), dan 1-4 tahun (22%). Efek perlindungannya pun diduga tetap signifikan hingga 30 tahun atau lebih setelah penggunaan pil dihentikan.

Dilihat dari persentase di atas, tampaknya lamanya penggunaan pil KB memengaruhi tingkat perlindungannya. Akan tetapi, perhitungan tadi tidaklah akumulatif. Persentasenya tetap sama pada pemakai pil KB 5 tahun berturut-turut dengan perempuan yang minum selama 2 tahun – berhenti 1 tahun – lalu lanjut 3 tahun kemudian.

Yang pasti selama 50 tahun terakhir, di seluruh dunia, diperkirakan 200.000 kasus kanker ovarium dan 100.000 kematian yang disebabkannya dapat dicegah melalui pil KB.

Dosis rendah vs tinggi

Buat yang belum tahu, pil KB umumnya terbagi menjadi 3 jenis berdasarkan dosisnya:

  • Rendah mengandung sekitar 10-20 mcg estrogen dan salah satu dari 8 jenis progestin.
  • Sedang – 30-35 mcg estrogen dan progestin
  • Tinggi – 50 mcg estrogen dan progestin

Sebuah teori berpendapat, berkurangnya risiko kanker ovarium pada pengguna pil KB disebabkan karena kandungan hormonnya mampu menghentikan ovulasi. Jadi tak jadi soal apakah jenis yang dipilih dosis rendah, sedang, atau tinggi. Selama itu bisa mencegah ovulasi, kadar hormonnya tak berpengaruh pada keefektifan tingkat pencegahan.

Akan tetapi beberapa ahli menganggap tinggi-rendahnya kadar progestin dalam pil tetaplah berpengaruh. Setelah membandingkan kadar hormon dalam beberapa pil, hasil studi menunjukkan pil KB yang lebih tinggi kadar progestinnya memiliki tingkat pencegahan kanker ovarium lebih baik ketimbang progestin dosis rendah.

Dan ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan kadar estrogen dalam pil tersebut. Tampaknya, pil KB tinggi progestin juga mampu mengurangi risiko kanker ovarium bahkan ketika baru dipakai dalam waktu singkat (3-18 bulan).

Depo Provera

Injeksi progestin melalui Depo Provera juga dianggap efektif mencegah kanker ovarium. Alasannya sama, karena progestin mampu menekan terjadinya ovulasi.

Cincin Vagina dan Koyo

Karena kedua alat kontrasepsi ini juga mengandung kombinasi progestin dan estrogen, maka muncul anggapan bahwa keduanya juga efektif menangkal kanker ovarium. Namun penelitian lebih lanjut masih perlu dilakukan.

Pil KB dan kanker usus besar

Kanker yang menyerang usus besar atau rektum ini juga bersifat mematikan. Untungnya, pil KB tidakah menyebabkan kanker usus besar. Sama seperti kanker ovarium, kontrasepsi hormonal juga efektif menurunkan risiko kanker usus besar.

Pil KB kombinasi

Hasil meta-analisa dari 20 studi menemukan pil KB (terlepas dari berapa lama durasi pemakaiannya) mampu mengurangi risiko kanker usus besar sebanyak 18%. Kok bisa?! Ada beberapa alasan untuk ini.

Ternyata, paparan terus-menerus asam empedu (yang dihasilkan organ hati untuk mencerna lemak)  terhadap jaringan usus besar dapat memicu kanker karena bersifat karsinogenik. Nah karena estrogen dan progestin dalam pil KB efektif mengurangi sekresi asam empedu, maka otomatis risiko kanker usus besar jadi menurun.

Alasan lainnya adalah karena penyebab kanker usus besar adalah bermutasi atau rusaknya gen. Sekitar 90% tumor pada penderita kanker usus besar mengalami MSI (Microsatellite instability). MSI merupakan kondisi dimana sel kesulitan memperbaiki DNA karena sudah rusak. Nah, para ahli menduga kombinasi estrogen dan progestin efektif menurunkan risiko MSI.

Dosis rendah vs tinggi

Sayangnya, belum banyak informasi mengenai pengaruh dosis hormon dalam pil KB terhadap penurunan risiko kanker usus besar. Hingga saat ini, aneka riset tahun 1960an-2008 masih menyimpulkan dosis hormon dalam pil KB tidak memberikan perbedaan terhadap efek perlindungannya.

Cincin Vagina dan Koyo

Penelitian mengenai 2 metode kontrasepsi (dalam hal ini, terkait efeknya terhadap pencegahan kanker usus besar) masih terbatas. Meski demikian, beberapa pihak menganggap keduanya bisa membantu menangkal penyakit tersebut karena kandungan hormonnya.

Pil KB dan kanker payudara

Kita sampai pada pertanyaan terakhir, yakni “benarkah pil KB menyebabkan kanker payudara?” Hasil riset terkait topik satu ini cenderung pro-kontra. Salah satu penyebabnya adalah karena kadar hormon dalam pil KB yang sering berubah dari waktu ke waktu.

Pil KB mula-mula dulu mengandung lebih banyak hormon ketimbang yang ada sekarang. Tingginya kadar hormon itu yang dianggap memicu sel-sel kanker payudara. Belum lagi jika yang mengonsumsinya berisiko tinggi menderita kanker payudara seperti mereka yang:

  • Anggota keluarganya apakah nenek atau ibu pernah menderita kanker payudara
  • Hasil biopsi payudaranya pernah abnormal
  • Memiliki (atau anggota keluarga lainnya) gen abnormal kanker payudara

Secara umum, kebanyakan hasil penelitian menemukan pil KB tidaklah meningkatkan risiko kanker payudara.  Tapi ada pula yang menganggap sebaliknya. Berikut beberapa review singkat tentang hasil berbagai risetnya:

Durasi penggunaan pil

Berbagai studi menduga pil KB memang meningkatkan risiko kanker payudara selagi itu dikonsumsi. Namun ada pula hasil studi yang menyimpulkan penggunaan pil KB (baik sekarang maupun dulu) oleh wanita usia 35-64 tahun tidaklah memicu kanker payudara. Namun dalam hal ini, penyelenggara studi dianggap mengabaikan peningkatan risiko pada pengguna pil KB usia 35-44 yang juga memiliki sejarah kanker payudara.

Jenis pilnya

Seperti disampaikan sebelumnya, pil KB yang tinggi kadar estrogennya memperbesar risiko kanker payudara. Hasil beberapa studi mencatat risiko ini muncul khususnya pada pengguna pil KB trifasik. Pil KB yang dosis estrogennyatinggi bahkan dianggap mampu melipatgandakan risiko kanker payudara.

Kesimpulannya, pil KB tidaklah menyebabkan kanker ovarium maupun usus besar. Sementara untuk kanker payudara, risikonya pun sangat kecil (tak sampai 2%) untuk wanita yang usianya di bawah 50 tahun (dan tidak memiliki sejarah atau abnormalitas gen kanker payudara).

Dalam hal ini, bila risikonya benar bisa berlipatganda sekalipun, maka persentasenyapun hanya 4% saja. Meski begitu, Anda para ladies (terutama yang masih muda) yang ingin menggunakan pil KB, ada baiknya berkonsultasi lebih dulu dengan dokter.

Waiting for the best is never useless.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Ingin konsultasi dengan ahlinya? Tanya kepada dokter atau psikolog.

Buat Pertanyaan
    • Malam dokter.. Saya perempuan 26 tahun.. Saya terakhir menstruasi pada tanggal 10 September.. Setelah itu mulai tanggal 14 September sudah mulai berhubungan denga pasangan.. Yang ingjn saya tanyakan, apakah bisa kemungkinan hamil? Yang kedua, pada saat selesai berhubungan muncul bercak darah. Apakah itu berbahaya atau tidak? Terimakasih

    • 1 Balasan 3 months ago

    • Assalamualaikum dok saya mau menanyakan kan saya awal menstruasi tanggal 8 agustus lalu kalau lewat dari tanggal 8 september akan terjadi sesuatu atau saya hamil ya dok, dan 2 hari ini saya mengalami flek coklat sebelum tanggal menstruasi saya gitu dok ? Semoga di jawab ya dok

    • 1 Balasan 3 months ago

    • Selamat sore dok Mau tanya, sy baru menikah tgl 18 bulan 8 kemarin. Awal menstruasi tanggal 9. Sampai sekarang saya belum ada tanda-tanda hamil. Padahal haid sy teratur tiap bulanny, tapi haid saya setiap hari pertama selalu sangat sakit. Dan setiap sy dan suami brhubungan, keluar cairan kental(lendir) bening berwarna orange kemerahan seperti darah. apakah  … Read more

    • 1 Balasan 3 months ago