Awas, Infeksi Klamidia Bisa Sebabkan Keguguran

Pasien yang terinfeksi klamidia mungkin akan bertanya-tanya, “Apakah infeksi ini dapat menyebabkan kehamilan saya gugur?” Sebelum menjawab potensi klamidia untuk menjadi penyebab keguguran, sebaiknya kita mengenal penyakit ini secara singkat.

penyebab keguguran

KLAMIDIA adalah penyakit menular seksual yang cukup umum. Ditemukan 3-4 juta orang dari seluruh dunia yang terinfeksi klamidia setiap tahunnya. Cara penularan penyakit klamidia adalah dari hubungan seks.

Namun, bukan hanya terbatas pada penetrasi saja, cara penularan penyakit klamidia dapat melalui seks oral atau menggunakan alat bantu seks (sex toys) yang tidak dicuci sampai bersih dan higienis.

Apakah klamidia dapat menyebabkan keguguran?

Ada beberapa bukti yang menunjukkan bahwa klamidia dapat menjadi penyebab keguguran. Di tahun 2007 silam, sejumlah peneliti menemukan kemungkinan mekanisme biologis di mana Chlamydia trachomatosis, bakteri penyebab klamidia, dapat menyebabkan keguguran dengan menyerang sel-sel awal kehamilan.

Sementara itu, di tahun 2008 para peneliti menyimpulkan bahwa beberapa mikroorganisme yang serupa dengan bakteri penyebab klamidia berpotensi untuk menggugurkan kandungan. Kemudian, pada tahun 2011 sebuah penelitian di Swiss meneliti cairan vagina dan sampel plasenta wanita yang mengalami keguguran dan menemukan bakteri klamidia yang cukup banyak.

Baca juga: Kenali Lebih Lanjut Gejala Klamidia pada Pria dan Wanita

Masalah lain yang disebabkan klamidia

Infeksi klamidia menjadi momok bagi wanita hamil. Pasalnya, tidak hanya berisiko menjadi penyebab keguguran saja, penyakit ini juga dapat meningkatkan risiko:

  • Kelahiran prematur
  • Berat badan bayi terlalu rendah
  • Bayi dapat terinfeksi klamidia yang diderita ibunya, lalu dapat berpotensi mengalami infeksi mata dan paru-paru jika tidak segera diobati
  • Kehamilan ektopik yang dapat menyebabkan radang panggul

Klamidia selama masa kehamilan

Mengingat infeksi klamidia dapat membawa dampak buruk terhadap kehamilan, maka para wanita hamil sebaiknya menjaga diri sendiri agar tidak terinfeksi klamidia. Meskipun peneliti tidak sepenuhnya memahami hubungan antara klamidia dan keguguran, tetapi para wanita hamil harus mendapatkan perawatan yang baik untuk terhindari dari infeksi penyakit menular seksual ini.

Ketika melakukan kunjungan prenatal pertama, Anda dapat melakukan pemeriksaan klamidia. Selanjutnya, pada trimester ketiga Anda harus melakukan tes prenatal lagi karena pada masa-masa ini wanita hamil sangat berisiko terinfeksi penyakit menular seksual.

Wanita hamil yang terinfeksi klamidia akan mengalami beberapa gejala berikut ini:

  • Pendarahan setelah melakukan hubungan seks
  • Rasa gatal atau terbakar saat buang air kecil
  • Keputihan yang abnormal

Bila Anda merasa memiliki gejala atau berisiko mengalami klamidia, segera konsultasikan masalah ini pada dokter kandungan Anda. Pengobatan yang tepat dapat mengurangi risiko keguguran pada wanita hamil yang terinfeksi klamidia.

Baca juga: Keluar Darah Setelah Berhubungan Intim? Ini Penjelasannya

A day dreamer and a night thinker.

%d bloggers like this: