Awas, ‘Break’ Bisa Berlanjut Jadi Putus!

Dalam hubungan asmara, tidak jarang pasangan meminta break. Kondisi ini dapat berujung pada kata putus jika Anda dan pasangan tidak terbuka antara satu dengan yang lain. Untuk itu, Anda perlu mengerti apa perbedaan break dan putus dalam hubungan percintaan. 

DALAM hubungan percintaan, tidak jarang masalah datang dan menguji kesetiaan pasangan. Saat dirundung masalah dan keraguan, tidak jarang Si Dia atau Anda meminta jeda break dalam berhubungan.

Alasan pacar minta break dapat datang dari kebutuhan diri sendiri yang membutuhkan waktu untuk berpikir tentang hubungan percintaan yang ada. Break dimaknai sebagai waktu untuk seseorang berpikir tentang hubungannya dengan orang lain sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius. Beberapa orang beranggapan break moment dapat menjadi masa introspeksi diri dan memikirkan tentang keraguan dalam berhubungan dengan si pacar.

Ada yang beranggapan masa break dapat menjadi tanda hubungan akan segera berakhir. Namun, Anda patut mengerti perbedaan break dan putus itu sendiri.

Break mengarah pada masa rehat dari pasangan, tetapi bukan berarti hubungan tersebut berakhir. Sedangkan, putus adalah kondisi Anda dan pasangan benar-benar mengakhiri hubungan asmara. Anda perlu was-was karena beberapa tanda “break” dapat berlanjut jadi putus. Jangan sampai Anda akhirnya sibuk mencari cara memperbaiki hubungan setelah putus.

Salah satu dari pasangan mendekati orang lain dan bahkan berkencan selama break

Kesepakatan untuk break harus muncul dari keputusan bersama. Jika Anda dan Si Dia sepakat untuk rehat sejenak tetapi tetap menjalin kontak dan berhubungan dengan orang lain, maka itu dapat menjadi pertanda hubungan percintaan akan segera berakhir. Jika alasan pacar minta break digunakan hanya untuk melihat-lihat orang lain di luar sana, ada baiknya Anda segera ajak Si Dia berbicara tentang kelanjutan hubungan asmara yang ada.

Tidak ada kata sepakat antara Anda dan pasangan dalam menjalani break

Break yang tidak berujung pada kata putus adalah masa rehat dimana Anda dan pasangan sepakat untuk menjalani masa break. Anda dan Si Dia pun perlu membicarakan hal-hal apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama masa break.

Jika Anda berdua tidak menemukan kata sepakat dan tidak dapat menjalani komitmen break itu, maka cepat atau lambat hubungan pun akan kandas.

Baca juga: Tanyakan 7 Hal Ini Pada Pasangan Sebelum Memutuskan Hubungan

Pasangan telah move on dari hubungan percintaan

Masa break seharusnya menjadi saat untuk berinstropeksi pada diri sendiri dan mencari tahu apa yang Anda butuhkan dan apa yang Anda inginkan dalam sebuah hubungan, tapi jika Anda memperhatikan bahwa pasangan Anda melakukan perombakan besar dalam hidupnya, itu bisa menjadi pertanda bahwa “break” akan menjadi “break up”. 

Jika pasangan Anda terlihat move on dengan kehidupannya, maka ada kemungkinan dia menganggap break itu sudah menjadi kata putus. Tanda ini dapat dilihat jika Si Dia sudah mulai mencari pasangan baru, merubah penampilan, mencari teman-teman baru di tempat yang baru atau bahkan mendaftarkan diri di aplikasi kencan. Jika melihat tanda-tanda seperti itu, hanya tinggal tunggu kata putus itu terlontar dari mulutnya.

Pasangan Anda menolak untuk berkomunikasi

Inti dari masa break adalah memberikan ruang pada diri sendiri dan pasangan untuk mengevaluasi kembali hubungan Anda tanpa gangguan. Begitu Anda menyadari hubungan Anda bermasalah, segera komunikasikan dengan pasangan Anda.

Cara ini dapat menjadi jalan jika Anda ingin akhirnya menyelesaikan sesuatu dan secara resmi kembali bersama pasangan Anda. Namun, jika pasangan Anda menolak untuk berkomunikasi dan mendiskusikan masalah dalam hubungan percintaan, maka itu  bukan pertanda baik.

Baca juga: Ingin Putus Lewat SMS? Begini Aturannya

Anda merasa tidak dihargai dan pendapat Anda tidak didengar oleh pasangan

Dalam hubungan yang sehat (bahkan saat sedang masa break), kedua pasangan harus merasa mampu mengungkapkan perasaan, opini, dan keinginan mereka tanpa rasa takut.

Jika Anda menghubungi pasangan Anda untuk mengungkapkan kekhawatiran atau meminta sesuatu yang Anda butuhkan, lalu Si Dia bertemu dengan Anda dan menunjukkan sikap tidak peduli, cuek atau lebih buruk lagi sikapnya dingin dan diam, maka itu bisa jadi pertanda hubungan Anda akan segera berakhir. Sikap yang dia tunjukkan berarti dia tidak mendengar perasaan dan pendapat Anda.

 

Kesepakatan break harus benar-benar datang dari Anda dan pasangan. Namun, jika setelah menjalani break dan akhirnya putus, Anda pasti akan merasa sedih. Wajar untuk merasa sedih, tetapi dalam masa break itu, Anda juga pasti memikirkan cara memperbaiki hubungan setelah putus.

Anda tentunya tidak ingin hubungan yang sudah terjalin berakhir dengan rasa marah begitu saja. Anda pasti menginginkan hubungan setelah putus dapat berjalan baik tanpa ada rasa permusuhan dengan Si Dia.

Setelah hubungan berakhir, Anda pun harus tahu cara memperbaiki hubungan setelah putus. Berkomunikasi dan instropeksi diri dapat menjadi cara memperbaiki hubungan setelah putus.  Komunikasi dengan Si Dia perlu Anda lakukan untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Jangan simpan kekesalan, tetapi coba utarakan apa yang Anda pikirkan. Lalu, instropeksi diri juga perlu dilakukan. Dalam masa break pun Anda juga meluangkan waktu untuk berinstropeksi diri dan memikirkan apa yang salah dari diri Anda. Dengan begitu, Anda pun akan merasa lebih baik di masa yang akan datang karena telah belajar dari kesalahan yang telah berlalu.

Semua keputusan ada di tangan Anda dan Si Dia. Jika tidak ingin hubungan berakhir, Anda masih memiliki waktu memperbaiki hubungan percintaan dan yang terpenting adalah bersikap terbuka antar pasangan.

Beristirahat sejenak dari hubungan Anda bisa menjadi cara yang baik untuk memberikan waktu bagi Anda dan Si Dia untuk berefleksi diri. Dengan demikian, baik Anda dan pasangan pun berusaha mencoba mengatasi masalah yang ada bersama-sama demi mencapai kebahagiaan.

An owl who likes coffee, movies and humanity.

%d bloggers like this: